6 Gangguan Tiroid pada Pria

Kelenjar tiroid, meskipun kecil dalam ukuran, tapi kelenjar ini merupakan salah satu dari kelenjar yang paling penting dari tubuh. Terletak di bagian anterior leher, berfungsi sebagai regulator metabolisme utama tubuh dan memegang berbagai fungsi fisiologis lain. Karena sangat penting, kita harus mengetahui penyakit yang dapat mempengaruhi tiroid. Dan berikut ini beberapa gangguan tiroid pada pria, semoga bermanfaat!

  • Hipertiroidisme

Hipertiroidisme adalah kelainan pada kelenjar tiroid dalam produksi hormon tiroid. Produksi hormon tiroid pada hipertiroidsme lebih banyak dibandingkan dalam keadaan normalnya. Hal ini mengakibatkan hormon tiroid yang mengalir dalam darah melewati batas normal serta kebutuhan tubuh terhadap energi.

  • Hipotiroidisme

Hipotiroidisme, atau disebut juga penyakit tiroid kurang aktif, merupakan penyakit yang umum dialami orang-orang. Akibat hipotiroidisme, kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon tiroid yang memadai.

Gejala hipotiroidisme untuk pria dapat mencakup kehilangan libido, disfungsi ereksi dan bahkan kemandulan.Untungnya, dilakukan pengobatan sejak awal hal tersebut bisa diatasi.

Hipotiroidisme juga dapat menyebabkan gejala atipikal penyakit tiroid pada laki-laki, seperti gangguan memori, berpikir, suasana hati yang rendah, depresi, kelelahan kronis, berat badan, kulit kering (terutama pada siku dan lutut) dan menggigil. Gejala ini terjadi karena peningkatan kolesterol dan trigliserida dalam darah, yang meningkatkan risiko aterosklerosis dan serangan jantung.Khas pada penyakit ini juga kebutaan malam.Selain itu, pria dapat mengalami penurunan libido, impotensi.Tapi jangan menjadi sangat takut, setelah dimulainya tepat waktu pengobatan “kekuasaan laki-laki” biasanya dikembalikan.

  • Tiroiditis

Tiroiditis adalah peradangan (pembengkakan) tiroid. Tiroid adalah kelenjar kecil di leher yang berperan penting dalam mengendalikan metabolisme. Peradangan dapat mengakibatkan meningkatnya tiroid (hipertiroidisme) atau berkurangnya aktivitas tiroid (hipotiroidisme).

Jenis tiroiditis paling umum adalah peradangan tiroid Hashimoto. Bentuk lain tiroditis seperti tiroiditis subakut dan tiroiditis diam dapat menyebabkan hipertiroidisme. Tiroiditis postpartum mungkin juga terjadi pada wanita yang baru saja melahirkan.

Tiroiditis dapat menyebabkan tiroid yang terlalu aktif maupun kurang aktif, tergantung dari tingkat keparahan penyakitnya.

  • Nodul tiroid

Nodul tiroid adalah benjolan padat atau berisi air yang timbul dalam kelenjar tiroid. Benjolan ini dapat berupa tumor jinak atau kista. Nodul tiroid jarang menyebabkan gejala sehingga umumnya hanya terdeteksi saat penderitanya menjalani pemeriksaan kesehatan umum. Namun jika nodul yang tumbuh cukup besar, kondisi ini bisa menyebabkan kesulitan bernapas, kesulitan menelan dan rasa sakit pada tenggorokan.

  • Gondok

Gondok merupakan sebuah penyakit yang ditandai dengan pembesaran kelenjar gondok/ tiroid (kelenjar yang memiliki bentuk seperti kupu-kupu dan terletak di bawah pangkal tenggorokan/ depan leher). Penyakit gondok biasanya dibedakan menjadi dua macam yakni gondok biasa dan gondok beracun atau yang sering disebut hiper tiroid.

  • Kanker tiroid

Kanker tiroid adalah pertumbuhan sel abnormal di dalam kelenjar tiroid. Kanker tiroid merupakan sejenis kanker yang cukup jarang terjadi dan biasanya mudah disembuhkan jika diketahui sejak awal.

Contoh Jenis Penyakit Kelenjar Tiroid

Tiroid adalah kelenjar kecil, berbentuk kupu-kupu yang terletak di pangkal leher tepat di bawah jakun. Itu bagian dari sebuah jaringan yang rumit dari kelenjar disebut sistem endokrin. Sistem endokrin bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan berbagai kegiatan tubuh. Kelenjar tiroid memproduksi hormon yang mengatur metabolisme tubuh (proses menciptakan dan menggunakan energi).

Ada beberapa gangguan yang berbeda yang dapat timbul ketika tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon (hipertiroidisme) atau tidak cukup (hipotiroidisme). Jenis utama penyakit tiroid adalah kadar hormon tiroid yang terlalu tinggi atau rendah dalam tubuh kita. Hal ini dapat dipicu oleh berbagai faktor yang meliputi:

  • Masalah pada kelenjar pituari di otak.
  • Kelenjar tiroid yang rusak misalnya karena pajanan radiasi.
  • Pengaruh obat litium.
  • Kadar iodin yang berlebihan dalam tubuh.

Jenis-jenis Penyakit Tiroid

Penyakit tiroid dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis, di antaranya adalah:

Hipotiroidisme

Hipotiroidisme adalah kondisi terlalu sedikitnya hormon tiroksin yang diproduksi oleh kelenjar tiroid sehingga tubuh mengalami defisiensi. Kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita (terutama lansia) dan memiliki gejala-gejala umum seperti konstipasi, kulit kering, kelelahan, kenaikan berat badan tanpa sebab jelas, serta lebih sensitif terhadap hawa dingin.

Hipertiroidisme

Jika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan dalam tubuh, Anda bisa mengalami kelenjar tiroid overaktif atau hipertiroidisme. Penyakit ini umumnya ditandai dengan detak jantung yang cepat atau tidak beraturan, penurunan berat badan yang terjadi secara tiba-tiba meski nafsu makan meningkat, berkeringat, gugup, serta cemas.

Penyakit gondok

Penyakit gondok adalah pembengkakan kelenjar tiroid yang umumnya menyebabkan benjolan pada leher. Selain benjolan yang menjadi gejala utamanya, penderita penyakit ini juga bisa mengalami perubahan suara, kesulitan bernapas dan menelan, serta rasa sesak pada tenggorokan.

Nodul tiroid

Nodul tiroid adalah benjolan padat atau berisi air yang timbul dalam kelenjar tiroid. Benjolan ini dapat berupa tumor jinak atau kista. Nodul tiroid jarang menyebabkan gejala sehingga umumnya hanya terdeteksi saat penderitanya menjalani pemeriksaan kesehatan umum. Namun jika nodul yang tumbuh cukup besar, kondisi ini bisa menyebabkan kesulitan bernapas, kesulitan menelan dan rasa sakit pada tenggorokan.

Jika ada gejala-gejala tersebut yang Anda rasakan, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar penanganan dapat segera dilakukan.

Perbedaan antara Timus dan Tiroid

Kelenjar Tiroid dan timus merupakan dua kelenjar yang terpisah dan berbeda, dan memiliki lokasi yang berbeda dengan fungsi yang berbeda pula. Timus adalah organ atau kelenjar dari sistem limfatik, sedangkan tiroid adalah kelenjar sistem endokrin. Untuk itu mari kita lihat bagaimana perbedaan yang lebih jelasnya lagi diantara kedua kelenjar tersebut, silahkan langsung saja simak uraiannya.

Timus

Kelenjar timus adalah organ dalam rongga dada bagian atas yang memproses limfosit, sejenis sel darah putih yang melawan infeksi dalam tubuh. Timus berperan dalam pengembangan miastenia gravis, suatu kondisi di mana sel-sel T menyerang saraf di mana mereka terhubung ke otot. Organ ini merupakan bagian dari kedua sistem limfatik, yang membuat bagian utama dari sistem kekebalan tubuh, dan sistem endokrin, yang mencakup semua kelenjar yang memproduksi hormon.

Timus yang paling penting pada anak-anak dan dewasa muda, ketika limfosit berencana untuk menyerang antigen, seperti virus. Mereka yang tidak memiliki kelenjar ini, atau siapa yang tidak berfungsi sistem kekebalan tubuh dengan benar, biasanya khawatir akan kesulitan melawan dalam melawan penyakit.

Tiroid

Kelenjar tiroid adalah salah satu dari kelenjar endokrin terbesar pada tubuh manusia. Kelenjar ini dapat ditemui di bagian depan leher, sedikit di bawah laring. Kelenjar ini berfungsi untuk mengatur kecepatan tubuh membakar energi, membuat protein, dan mengatur sensitivitas tubuh terhadap hormon lainnya.

Kelenjar tiroid dapat distimulasi dan menjadi lebih besar oleh epoprostenol.

Tiroid mengeluarkan dua hormon penting, yaitu:

  • Triiodotironin (T3)
  • Tiroksin (T4)

Triodotironin dan Tiroksin mengatur laju metabolisme dengan cara mengalir bersama darah dan memicu sel untuk mengubah lebih banyak glukosa.

Jika Tiroid mengeluarkan terlalu sedikit Triodotironin dan Tiroksin (Hipotiridisme), maka tubuh akan merasa kedinginan, letih, kulit mengering dan berat badan bertambah. Sebaliknya jika terlalu banyak (Hipertiroidisme), tubuh akan berkeringat, merasa gelisah, tidak bisa diam dan berat badan akan berkurang.

Perbedaan antara Timus dan Tiroid

  • Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di depan leher, di bawah laring (kotak suara). Sedangkan Kelenjar timus terletak di dada bagian atas di bawah sternum (tulang dada).
  • Timus adalah organ atau kelenjar dari sistem limfatik, sedangkan tiroid adalah kelenjar sistem endokrin.
  • Timus menghasilkan limfosit T matang, dan hormon termasuk timosin, faktor humoral timus (THF), faktor timus (TF) dan thymopoietin. Sebaliknya, tiroid memproduksi hormon tiroid termasuk triiodotironin, tiroksin, dan kalsitonin.
  • Tiroid mengatur laju metabolisme, protein sintesis dan respon tubuh terhadap hormon lainnya, sedangkan timus menyediakan lingkungan induktif untuk pematangan limfosit