Ciri-ciri Spirogyra

Spirogyra adalah genus ganggang hijau berfilamen multiseluler. Hal ini terjadi dalam jumlah yang besar di air tawar kolam, danau dan sungai. talus filamen yang terdiri dari banyak sel silinder yaitu bergabung dari ujung ke ujung yang membentuk filamen panjang, tidak bercabang. Biasanya filamen ditemukan terjadi bersama-sama dalam jumlah yang sangat besar. Filamen dikelilingi oleh lapisan lendir yang membuat mereka lengket.

Dan untuk lebih jelasnya lagi berkaitan dengan ciri spirogyra, langsung saja simak sajian berikut ini, semoga bermanfaat! Spirogyra genus dari ganggang hijau dari ordo Zygnematales. Ia biasa ditemukan di air tawar. Spirogyra mampu berfotosintesis, memiliki sel eukariotik. Pigmen utama yang dikandung alga hijau adalah klorofil. Tubuhnya berbentuk filamen yang tidak bercabang.

Panjang tubuhnya mencapai 1 kaki (30,48 cm). Benang tersusun oleh protoplasma yang transparan dan setiap sel memiliki 1 atau lebih kloropas yang memanjang dari ujung ke ujung berbentuk spiral. Pada kloropas yang berbentuk pita terdapat pirenoid. Pirenoid tersebut dikelilingi oleh butiran tepung.

spirogyra

Sel tunggal spyrogyra

Sel spirogyra memiliki inti yang terletak di tengah, sitoplasmanya terbungkus oleh dinding sel, serta memiliki vakuola yang besar. Lapisan gelatin yang tipis melindungi seluruh sel sehingga memberikan karakter tertentu pada spirogyra. Pada siang hari, fotosintesis berlangsung cepat dan oksigen yang dihasilkan disimpan di antara filamen. Pada saat itu, Spirogyra akan naik ke permukaan air. Pada malam hari, oksigen dilarutkan kembali ke dalam air.

Spirogyra bereproduksi dengan cara konjugasi, fragmentasi (pemutusan talus).

Berikut ini merupakan ciri dari Spirogyra, diantaranya :

  1. Koloni Spirogyra bentuk tubuhnya berfilamen (berbentuk benang).
  2. Panjang sel sampai beberapa kali lebarnya. (setiap sel memiliki 1 atau lebih kloroplas yang memanjang)
  3. Inti terletak ditengah
  4. Dinding lateral sel terdiri dari tiga lapis. Lapisan terluar dari pektose, dan dua lapisan dalam dari selulose. Pada beberapa spesies, lapisan pektose tipis, tapi kebanyakan tebal, yaitu antara 10-15 mikron.
  5. Dinding transversal tersusun dari 3 lapis: yang tengah merupakan lamela dari pektose, dan dua lapisan di kiri dan kanan lamela tersusun dari selulose.
  6. Setiap sel Spirogyra mengandung sebutir kloroplas yang umumnya berukuran besar dan terikat dalam sitoplasma tepat di dalam dinding sel. Plastid ini memiliki bentuk menyerupai pita, berpilin dari pangkal sampai ke ujung sel (spiral).
  7. Reproduksinya konjungsi dan fragmentasi.
  8. Habitat ditemukan di kolam air tawar yang jernih dalam massa yang sangat besar, biasanya hidup melayang di permukaan air.