Sebutkan Macam-macam enzim menurut biosintesisnya

Enzim adalah biokatalisator yang sangat efektif yang akan meningkatkan kecepatan reaksi kimia spesifik secara nyata, dimana reaksi ini tanpa enzim akan berlangsung lambat.. Enzim memainkan peranan sentral dalam masalah kesehatan dan penyakit. Macam-macam enzim berdasarkan biosintesisnya, dibedakan menjadi :

  1. Enzim konstitutif adalah enzim yang selalu tersedia di dalam sel mikroba dalam jumlah yang relatif konstan,
  2. Enzim induktif adalah enzim yang ada dalam jumlah sel yang tidak tetap, tergantung pada adanya induser. Enzim induktif ini jumlahnya akan bertambah sampai beberapa ribu kali bahkan lebih apabila dalam medium mengandung substrat yang menginduksi,

Berdasarkan tempat bekerjanya, enzim dapat dibedakan dalam 2 golongan, yaitu :

  1. Endoenzim disebut juga enzim intraseluler, dihasilkan di dalam sel yaitu pada bagian membran sitoplasma dan melakukan metabolisme di dalam sel.
  2. Eksoenzim (enzim ekstraseluler) merupakan enzim yang dihasilkan sel kemudian dikeluarkan melalui dinding sel sehingga terdapat bebas dalam media yang mengelilingi sel dan bereaksi memecah bahan organik tanpa tergantung pada sel yang melepaskannya.

Sebutkan Sifat-sifat enzim

Enzim adalah senyawa protein yang dapat mengkatalisis seluruh reaksi kimia dalam sistem biologis.  Enzim mengikat molekul substrat membentuk kompleks enzim substrat yang bersifat sementara dan lalu terurai membentuk enzim bebas dan produknya. Sifat-sifat istimewa enzim adalah kapasitas katalitik dan spesifisitasnya yang sangat tinggi. Disamping itu enzim mempunyai peran dalam transformasi berbagai jenis energi

Kata enzim berasal dari bahasa Yunani “enzyme” yang berarti “di dalam sel”. Menurut Willy Kuchne enzim sebagai fermen (ragi) yang bentuknya tidak tertentu dan tidak teratur, yang dapat bekerja tanpa adanya mikroba dan dapat bekerja di luar mikroba.

Definisi tersebut berubah setelah dilakukan penelitian lanjutan oleh Buchner pada tahun 1897. Enzim dapat diproduksi oleh mikroba atau bahan lainnya seperti hewan dan tumbuhan. Enzim juga dapat diisolasi dalam bentuk murni.

Semua enzim murni yang telah diamati sampai saat ini adalah protein. Aktivitas katalitiknya bergantung kepada integritas strukturnya sebagai protein. Enzim dapat mempercepat reaksi biologis, dari reaksi yang sederhana, sampai ke reaksi yang sangat rumit.

Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi sehingga mempercepat proses reaksi. Percepatan reaksi terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi.

Enzim memiliki keunggulan sifat, antara lain mempunyai aktivitas yang tinggi, efektif, spesifik dan ramah lingkungan, enzim memiliki sifat yang khas, yaitu sangat aktif walaupun konsentrasinya amat rendah, sangat selektif dan bekerja pada kondisi yang ramah (mild), yaitu tanpa temperatur atau tekanan tinggi dan tanpa logam yang umumnya beracun. Hal inilah yang menyebabkan reaksi yang dikatalisis secara enzimatik menjadi lebih efisien dibandingkan dengan reaksi yang dikatalisis oleh katalis kimia.

Apa Perbedaan karat dan korosi

Korosi pada zat yang mengandung zat besi di dalamnya dikenal sebagai karat dan dapat juga disebut sebagai korosi. Korosi pada zat yang terbuat dari plastik juga merupakan bentuk korosi tetapi dalam hal ini, itu akan disebut sebagai degradasi plastik bukan karat. Hanya besi oksida (atau serangkaian besi oksida yang diproduksi) dalam kasus karat sedangkan di sisi lain korosi dapat mengakibatkan pembentukan oksida atau bahkan garam.

Perbedaan Karat dan Korosi adalah sebagai berikut:

Perbedaan Korosi Karat
Definisi Korosi adalah proses kerusakan bahan akibat reaksi kimia, elektrokimia atau lainnya. Karat adalah bagian dari korosi dan merupakan proses kimia yang menghasilkan pembentukan lapisan merah atau oranye pada permukaan logam.
Tempat Korosi dapat terjadi pada permukaan yang berbeda seperti kulit, kayu, logam, dll. Karat biasanya terjadi pada permukaan besi dan campurannya.
Penyebab Korosi dapat terjadi ketika bahan terpapar ke udara atau bahan kimia tertentu. Karat terutama terjadi ketika logam terkena udara dan kelembaban.
Produk Korosi menghasilkan pembentukan oksida logam atau garam. Hanya besi oksida yang terbentuk ketika terjadi karat.
Bahan Korosi dapat terjadi pada material seperti polimer dan keramik dan jenis ini dikenal sebagai degradasi. Karat atau berkarat hanya dapat mempengaruhi besi dan campurannya.

 

Perbedaan antara Reaksi Nuklir dan Reaksi Kimia

Reaksi nuklir sangat sederhana, adalah reaksi yang mempengaruhi inti atom. Hal ini berbeda dari reaksi kimia, yang tidak ada hubungannya dengan inti atom melainkan melibatkan perubahan elektron atom ‘yang mengorbit inti. Jadi untuk mengetahui perbedaan antara reaksi nuklir dan reaksi kimia yang lebih jauh lagi silahkan simak uraian berikut ini, semoga bermanfaat!

Reaksi Nuklir

Reaksi nuklir adalah proses yang terjadi ketika inti atom kehilangan partikel subatom ke tingkat yang sifat-sifatnya berubah. Atom asli dari unsur yang mengalami reaksi nuklir dapat menjadi isotop yang berbeda, atau variasi, dari unsur yang sama atau dapat menjadi unsur yang berbeda sama sekali.

Reaksi nuklir yang erat kaitannya dengan radiasi secara umum, yang dapat terjadi secara spontan di luar reaksi. Pengertian lain mengatakan bahwa reaksi nuklir adalah sebuah proses dimana dua nukleus atau partikel nuklir yang bertubrukan, dan memproduksi hasil yang diinginkan.

Prinsip dasarnya, sebuah reaksi dapat melibatkan lebih dari dua partikel yang bertubrukan, tetapi kejadian tersebut sangat jarang terjadi. Bila partikel tersebut bertabrakan lalu berpisah tanpa berubah proses ini disebut tabrakan dan bukan sebuah reaksi nuklir.

Terdapat dua reaksi nuklir, yaitu  reaksi fusi dan reaksi fisi. Reaksi fusi nuklir adalah reaksi peleburan lebih dari satu inti atom menjadi suatu atom baru dan menghasilkan energi, juga dikenal dengan energi yang bersih. Sedangkan reaksi fisi nuklir adalah reaksi pembelahan suatu inti atom akibat tabrakan dengan inti atom yang lain, dan menghasilkan energi serta atom baru yang memiliki massa lebih kecil, serta memiliki radiasi elektromagnetik.

Reaksi Kimia

Reaksi kimia adalah transformasi/perubahan dalam struktur molekul. Reaksi ini bisa menghasilkan penggabungan molekul membentuk molekul yang lebih besar, pembelahan molekul menjadi dua atau lebih molekul yang lebih kecil, atau penataulangan atom-atom dalam molekul. Reaksi kimia selalu melibatkan terbentuk atau terputusnya ikatan kimia.

Reaksi kimia mertupakan suatu proses alam yang selalu menghasilkan antarubahan senyawa kimia. Senyawa ataupun senyawa-senyawa awal yang terlibat dalam reaksi disebut sebagai reaktan. Reaksi kimia biasanya dikarakterisasikan dengan perubahan kimiawi, dan akan menghasilkan satu atau lebihproduk yang biasanya memiliki ciri-ciri yang berbeda dari reaktan.

Secara klasik, reaksi kimia melibatkan perubahan yang melibatkan pergerakan elektron dalam pembentukan dan pemutusan ikatan kimia, walaupun pada dasarnya konsep umum reaksi kimia juga dapat diterapkan pada transformasi partikel-partikel elementer seperti pada reaksi nuklir.

Reaksi-reaksi kimia yang berbeda digunakan bersama dalam sintesis kimia untuk menghasilkan produk senyawa yang diinginkan. Dalam biokimia, sederet reaksi kimia yang dikatalisis oleh enzim membentuklintasan metabolisme, di mana sintesis dan dekomposisi yang biasanya tidak mungkin terjadi di dalam sel dilakukan.

Reaksi kimia merupakan proses hasil konversi senyawa kimia. Senyawa yang awalnya terlibat dengan reaksi kimia disebut bahan reaksi. Bahan reaksi kimia umumnya dicirikan melalui perubahan kimia, dan menghasilkan satu atau lebih hasil yang secara umum berbeda dari bahan reaksi.

Dari sebelumnya, reaksi kimia melibatkan pergerakan elektron dalam membentuk dan memecahkan ikatan kimia, walaupun konsep umum untuk reaksi kimia, dalam bentuk persamaan kimia, bisa digunakan untuk transisi partikel keunsuran, begitu juga reaksi nuklir.

Reaksi kimia yang berbeda digunakan dalam sintesis kimia untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Dalam biokimia, sederet reaksi kimia dikatalisis oleh enzim yang membentuk jalur metabolik, dan sintesis dan penguraiannya biasanya mustahil dalam kondisi di dalam sel yang bertindak.

Perbedaan antara Reaksi Nuklir dan Reaksi Kimia

  • Pada reaksi nuklir terjadi perubahan pada susunan inti atom, berarti terbentuk unsur baru sedangkan pada reaksi kimia tidak terjadi perubahan pada susunan inti, hanya terjadi pengelompokan atom.
  • Pada reaksi nuklir terjadi perubahan massa atom yang diubah menjadi energi sementara pada reaksi kimia tidak terjadi perubahan massa atom.
  • Di dalam reaksi nuklir melibatkan sejumlah proses-proses tunggal sedangkan dalam reaksi kimia melibatkan sejumlah makroskopis zat-zat yang mengalami reaksi.
  • Pada reaksi nuklir energi dinyatakan per inti transformasi sedangkan pada reaksi kimia energi dinyatakan per mol atau per gram.
  • Pada reaksi nuklir energi yang dibebaskan besar sedangkan pada reaksi kimia energi yang dibebaskan kecil.