Contoh Konveksi Dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam meteorologi, itu adalah transfer panas dan sifat atmosfer lainnya oleh gerakan massa udara, terutama dalam arah ke atas.
Dalam geologi, itu adalah gerakan lambat materi di bawah kerak bumi.

Contoh Konveksi sehari-hari

Air mendidih – Panas lolos dari kompor ke dalam panci, pemanasan air di bagian bawah. Kemudian, ini naik air panas dan air dingin bergerak ke bawah untuk menggantinya, menyebabkan gerakan melingkar.
Radiator – Menempatkan udara hangat keluar di bagian atas dan menarik di udara dingin di bagian bawah.
Mengukus secangkir teh panas – uap ini menunjukkan panas yang ditransfer ke udara.
Es mencair – Panas bergerak ke es dari tangan Anda atau udara. Hal ini menyebabkan pencairan dari padat ke cair.

Balon udara panas – Sebuah pemanas di dalam balon memanaskan udara dan udara bergerak ke atas. Hal ini menyebabkan balon naik karena udara panas yang terjebak di dalam. Ketika pilot ingin turun, ia melepaskan beberapa udara panas dan udara dingin membawanya tempat, menyebabkan balon untuk menurunkan.
Bahan beku pencairan – makanan beku mencair lebih cepat di bawah dingin air yang jika ditempatkan dalam air. Tindakan transfer air yang mengalir panas ke dalam makanan cepat.

Konveksi di Meteorologi dan Geologi

Konveksi mantel – The mantel berbatu bumi bergerak perlahan-lahan karena arus konveksi yang mentransfer panas dari interior bumi ke permukaan. Ini adalah alasan lempeng tektonik bergerak secara bertahap sekitar Bumi.

Material panas ditambahkan pada tepi tumbuh piring dan kemudian mendingin. Di tepi konsumsi, bahan menjadi padat oleh kontraktor dari panas dan tenggelam ke dalam bumi pada parit laut. Hal ini memicu pembentukan gunung berapi.

Sirkulasi samudera – Air hangat sekitar khatulistiwa beredar ke arah kutub dan pendingin air di kutub bergerak menuju khatulistiwa.

Efek Stack – Juga disebut sebagai efek cerobong asap, ini adalah pergerakan udara masuk dan keluar dari bangunan, cerobong asap atau benda lain karena daya apung. Dalam hal ini, daya apung mengacu pada kepadatan yang berbeda di udara antara udara di dalam dan udara luar. Gaya apung meningkat karena ketinggian yang lebih besar dari struktur dan perbedaan besar antara tingkat panas dari dalam dan udara luar.

Konveksi dari bintang – bintang A memiliki zona konveksi di mana energi digerakkan oleh konveksi. Di luar inti adalah zona radiasi di mana plasma bergerak. Sebuah bentuk konveksi saat ketika plasma naik dan plasma didinginkan turun.
Konveksi gravitasi – ini menunjukkan ketika garam kering berdifusi ke bawah ke tanah basah karena air segar apung di air garam.

Paksa konveksi – ini adalah di mana penggemar, pompa hisap atau perangkat yang digunakan untuk memfasilitasi konveksi.

Berikut adalah contoh:

AC
Pemanasan pusat
Turbin uap
Penukar panas

Contoh Konveksi Dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh Konveksi Dalam Kehidupan Sehari-hari

Pemanasan aerodinamis menggunakan baling-baling dalam cairan
Radiator mobil menggunakan cairan
Sirkulasi darah pada hewan berdarah hangat

Gelombang kejut yang berasal dari ledakan
Sebuah oven konveksi

Contoh-contoh yang berbeda dari konveksi menunjukkan bagaimana konveksi terjadi di banyak occurances buatan manusia dan alam yang berbeda.

Perbedaan antara Konduksi dan Konveksi

Konduksi dan konveksi ini merupakan cara mentransfer panas, perbedaan penting lebih pada media dalam mentransferkan panas. Pada konduksi partikel medium (zat perantaranya) tidak ikut berpindah. Dan untuk memahami lebih lanjut berkaitan dengan perbedaan antara konduksi dan konveksi, silahkan simak paparan berikut ini, semoga bermanfaat!

Konduksi

Jika sebuah logam yang salah satu ujungnya dipanaskandalam selang waktu tertenu, ujung lainnya pun akan terasa panas. Hal ini menunjukkan bahwa pada batang logam tersebut terjadi aliran atau perpindahan kalor dari bagian logam yang bersuhu tinggi ke bagian logam yang bersuhu rendah.

Perpindahan kalor pada logam yang tidak diikuti perpindahan massa ini disebut dengan perpindahan kalor secara konduksi. Jadi konduksi adalah perpindahan kalor melalui zat perantara dn selama terjadi perpindahan kalor, tidak disertai dengan perpindahan partikel-partikel zat perantaranya.

Perpindahan kalor di dalam zat padat dapat dijelaskan dengan teori atom. Atom atom dalam zat padat yang dipanaskan akan bergetar dengan kuat. Atom atom yang bergetar akan memindahkan sebagian energinya kepada atom atom tetangga terdekat yang ditumbuknya.

Kemudian atom tetangga yang ditumbuk dan mendapatkan kalor ini akan ikut bergetar dan menumbuk atom tetangga lainnya, demikian seterusnya sehingga terjadi perpindahan kalor dalam zat padat.

Syarat terjadinya konduksi kalor suatu benda adalah adanya perbedaan suhu antar dua tempat pada benda tersebut. Kalor akan berpindah dari tempat bersuhu tinggi ke tempat bersuhu rendah. Jika suhu kedua tempat tersebut menjadi sama, maka rambatan kalor pun akan terhenti

Berdasarkan kemampuan suatu zat menghantarkan kalor secara konduksi, zat dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu konduktor dan isolator. Konduktor adalah zat yang dapat menghantarkan kalor dengan baik, sedangkan isolator adalah kebalikannya, yaitu zata yang sukar menghantarkan kalor. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa perpindahan kalor secara konduksi bergantung pada jenis logam, luas penampang penghantar kalor, perbedaan suhu antar ujung-ujung logam, serta panjang penghantar yang dilalui oleh kalor tersebut.

Konveksi

Pada saat anda memenaskan air di kompor menggunakan sebuah panci, akan terjadi perambatan kalor dari air yang ada di dasar panci ke permukaan secara konveksi. Berdasarkan hasil pengamatan, perpindahan kalor seperti ini terjadi pada zat yang mengalir, seperti pada zat cair dan gas. Perpindahan kalor secara konveksi berbeda dengan perpindahan kalor secara konduksi, di mana pada peristiwa konveksi terjadi gerakan massa atau gerakan partikel partikel zat perantara, sedangkan pada peristiwa konduksi, hal ini tidak terjadi. Berikut adalah simulasi sederhana peristiwa konveksi

Perpindahan tersebut terjadi kerena adanya perbedaan massa jenis. Akibat panas, massa jenis zat di bagian bawah (yang lebih dekat dengan sumber panas) akan berkurang, sehingga akan lebih ringan daripada zat yang ada di atasnya. Hal ini yang menyebabkan zat ringan tersebut bergerak ke atas, sedangkan zat yang lebih berat akan bergerak ke bawah. Demikian seterusnya, sehingga air dalam panci akan berputar terus naik dan turun.

Dari permasalahan konveksi ini akan didapat bahwa rambatan kalor secara konveksi bergantung pada koefisien konveksi termal zat yang memindahkan kalor, luas permukaan perpindahan kalor, serta beda suhu antara tempat kalor dialirkan dengan tempat pembuangan kalor. Secara matematis, dapat dinyatakan dengan persamaan berikut

kndksi

Perbedaan Konduksi dan Konveksi

  • Pada konduksi partikel medium (zat perantaranya) tidak ikut berpindah, contohnya memanaskan besi sedangkan konveksi zat perantaranya ikut berpindah, contohnya memanaskan air.
  • Dalam sistem tertutup, kehilangan kalor melalui konveksi tidak mungkin, tetapi kehilangan kalor dari konduksi adalah mungkin.