Contoh Konduksi dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebuah radiator adalah contoh yang baik dari konduksi. Apa pun ditempatkan pada radiator, seperti sebuah artikel dari pakaian, akan menjadi hangat.
Anda dapat menghangatkan otot punggung Anda dengan bantal pemanas. Memanggang sosis di atas api unggun menyenangkan sampai panas dari api dilakukan sampai gantungan baju untuk tangan Anda.
Mencoba untuk menyeberang jalan tanpa alas kaki di musim panas dapat menyebabkan panas yang dilakukan dari aspal ke kaki Anda.

Panas dari cairan panas membuat cangkir itu sendiri panas.
Es batu akan segera mencair jika Anda memegangnya di tangan Anda. Panas ini sedang dilakukan dari tangan Anda ke dalam es batu.
Makanan panas akan memanaskan batuan atau piring porselen untuk sementara waktu.
Jika Anda dingin dan seseorang memegang Anda untuk hangat Anda, panas sedang dilakukan dari tubuh mereka dengan Anda.

Panas akan transfer dari kompor panas di atas kompor ke dalam panci atau wajan.
Sebuah sendok logam menjadi panas dari air mendidih dalam panci.
Permen cokelat di tangan Anda akhirnya akan mencair sebagai panas dilakukan dari tangan Anda untuk cokelat.
Ketika menyetrika rok, besi panas dan panas ditransfer ke rok.

Jika Anda menyalakan kayu api di perapian dengan poker dan meninggalkan poker di api, itu akan menjadi sangat panas.
Sebuah penukar panas menggunakan fluida panas untuk melakukan panas ke cairan pendingin tanpa dua menyentuh.
Jika Anda menyentuh kompor panas, panas akan dilakukan untuk jari Anda dan kulit Anda akan membakar.

Pasir dapat melakukan panas. Berjalan di pantai pada hari musim panas akan menghangatkan kaki Anda.
Lampu mengeluarkan panas dan Anda menyentuh salah satu yang ada di tangan Anda akan terbakar.
Bumi menghangatkan dari cahaya matahari sebagai panas dilakukan melalui atmosfer

Konduksi listrik sehari-hari

Kabel di rumah Anda melakukan listrik dan memungkinkan lampu untuk datang pada saat Anda membalik saklar.
Dengan telepon darat, gelombang suara dikonversi menjadi listrik dan dilakukan melalui kabel ke ponsel orang lain di mana mereka diubah kembali ke gelombang suara.

Contoh Konduksi dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh Konduksi dalam Kehidupan Sehari-hari

Perangkat penginderaan bio membaca sinyal yang dilakukan dari reseptor.
Air garam memiliki sifat yang memungkinkan untuk budidaya sangat baik listrik.
Air kotor melakukan listrik jauh lebih baik daripada air bersih.

Beberapa gas, seperti oksigen, nitrogen dan karbon dioksida, menjadi konduktor yang baik ketika mereka terkena elemen yang berbeda. Selama badai listrik, tekanan udara turun dan suasana menjadi lebih padat dan gas-gas ini menjadi konduktor.

Bahan yang Apakah Konduktor Baik

Aluminium
Kuningan
Perunggu

Tembaga
Emas
Grafit

Besi
Air raksa
Baja
Perak

Sekarang bahwa Anda telah meninjau contoh-contoh ini, lihat lebih banyak contoh di Contoh artikel Panas Konduksi.

Perbedaan antara Konduksi dan Konveksi

Konduksi dan konveksi ini merupakan cara mentransfer panas, perbedaan penting lebih pada media dalam mentransferkan panas. Pada konduksi partikel medium (zat perantaranya) tidak ikut berpindah. Dan untuk memahami lebih lanjut berkaitan dengan perbedaan antara konduksi dan konveksi, silahkan simak paparan berikut ini, semoga bermanfaat!

Konduksi

Jika sebuah logam yang salah satu ujungnya dipanaskandalam selang waktu tertenu, ujung lainnya pun akan terasa panas. Hal ini menunjukkan bahwa pada batang logam tersebut terjadi aliran atau perpindahan kalor dari bagian logam yang bersuhu tinggi ke bagian logam yang bersuhu rendah.

Perpindahan kalor pada logam yang tidak diikuti perpindahan massa ini disebut dengan perpindahan kalor secara konduksi. Jadi konduksi adalah perpindahan kalor melalui zat perantara dn selama terjadi perpindahan kalor, tidak disertai dengan perpindahan partikel-partikel zat perantaranya.

Perpindahan kalor di dalam zat padat dapat dijelaskan dengan teori atom. Atom atom dalam zat padat yang dipanaskan akan bergetar dengan kuat. Atom atom yang bergetar akan memindahkan sebagian energinya kepada atom atom tetangga terdekat yang ditumbuknya.

Kemudian atom tetangga yang ditumbuk dan mendapatkan kalor ini akan ikut bergetar dan menumbuk atom tetangga lainnya, demikian seterusnya sehingga terjadi perpindahan kalor dalam zat padat.

Syarat terjadinya konduksi kalor suatu benda adalah adanya perbedaan suhu antar dua tempat pada benda tersebut. Kalor akan berpindah dari tempat bersuhu tinggi ke tempat bersuhu rendah. Jika suhu kedua tempat tersebut menjadi sama, maka rambatan kalor pun akan terhenti

Berdasarkan kemampuan suatu zat menghantarkan kalor secara konduksi, zat dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu konduktor dan isolator. Konduktor adalah zat yang dapat menghantarkan kalor dengan baik, sedangkan isolator adalah kebalikannya, yaitu zata yang sukar menghantarkan kalor. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa perpindahan kalor secara konduksi bergantung pada jenis logam, luas penampang penghantar kalor, perbedaan suhu antar ujung-ujung logam, serta panjang penghantar yang dilalui oleh kalor tersebut.

Konveksi

Pada saat anda memenaskan air di kompor menggunakan sebuah panci, akan terjadi perambatan kalor dari air yang ada di dasar panci ke permukaan secara konveksi. Berdasarkan hasil pengamatan, perpindahan kalor seperti ini terjadi pada zat yang mengalir, seperti pada zat cair dan gas. Perpindahan kalor secara konveksi berbeda dengan perpindahan kalor secara konduksi, di mana pada peristiwa konveksi terjadi gerakan massa atau gerakan partikel partikel zat perantara, sedangkan pada peristiwa konduksi, hal ini tidak terjadi. Berikut adalah simulasi sederhana peristiwa konveksi

Perpindahan tersebut terjadi kerena adanya perbedaan massa jenis. Akibat panas, massa jenis zat di bagian bawah (yang lebih dekat dengan sumber panas) akan berkurang, sehingga akan lebih ringan daripada zat yang ada di atasnya. Hal ini yang menyebabkan zat ringan tersebut bergerak ke atas, sedangkan zat yang lebih berat akan bergerak ke bawah. Demikian seterusnya, sehingga air dalam panci akan berputar terus naik dan turun.

Dari permasalahan konveksi ini akan didapat bahwa rambatan kalor secara konveksi bergantung pada koefisien konveksi termal zat yang memindahkan kalor, luas permukaan perpindahan kalor, serta beda suhu antara tempat kalor dialirkan dengan tempat pembuangan kalor. Secara matematis, dapat dinyatakan dengan persamaan berikut

kndksi

Perbedaan Konduksi dan Konveksi

  • Pada konduksi partikel medium (zat perantaranya) tidak ikut berpindah, contohnya memanaskan besi sedangkan konveksi zat perantaranya ikut berpindah, contohnya memanaskan air.
  • Dalam sistem tertutup, kehilangan kalor melalui konveksi tidak mungkin, tetapi kehilangan kalor dari konduksi adalah mungkin.