Apa Perbedaan Antara Struktur Homolog dan Struktur Analog?

Struktur homolog dan analog sering menjadi topik membingungkan untuk dipahami di kelas biologi. Namun, memahami konsep-konsep kunci ini sangat penting dalam memahami persamaan dan perbedaan antara berbagai organisme.

Pengetahuan ini memungkinkan para ilmuwan untuk lebih memanfaatkan hewan lain untuk mempelajari proses biologis manusia dan perawatan obat tanpa eksperimen yang luas dan berpotensi berbahaya pada manusia.

Ada banyak perbedaan yang sangat berbeda antara hewan seperti kucing dan ikan: misalnya, ikan memiliki sisik sedangkan kucing memiliki bulu. Karakteristik struktural organisme membentuk morfologi mereka, yang mencakup fitur eksternal seperti bentuk dan warna serta fitur internal seperti tulang dan otot. Studi tentang fitur-fitur internal hewan atau tumbuhan dikenal sebagai anatomi.

Homologi vs. Analogi

Dalam membandingkan dan membedakan sifat-sifat tertentu dalam organisme, ahli biologi sering melihat kesamaan dalam struktur, fungsi, dan nenek moyang evolusi.

Ciri-ciri hewan yang memiliki struktur serupa diklasifikasikan sebagai homolog jika mereka memiliki asal evolusi yang sama, bahkan jika mereka memiliki fungsi yang berbeda pada hewan yang berbeda.

Contoh klasik dari struktur homolog adalah dari sayap kelelawar dan lengan manusia. Keduanya memiliki struktur tulang internal yang serupa, dan sebagai mamalia, asal usul evolusi jelas serupa. Namun, sayap kelelawar digunakan untuk terbang, sedangkan lengan seseorang digunakan untuk membawa barang atau untuk melakukan tugas-tugas lain dan tidak cocok untuk terbang. Demikian pula, kaki anjing, sayap burung, dan sirip paus juga homolog pada lengan manusia.

Struktur seperti itu dikatakan telah menyimpang dari waktu ke waktu, menunjukkan bahwa pada suatu waktu, mereka mungkin memiliki fungsi yang sama dalam organisme leluhur yang sama.

Atau, banyak struktur yang jelas serupa memiliki nenek moyang evolusi yang sama sekali berbeda. Ini telah konvergen memiliki fungsi yang sama atau sebanding meskipun asal-usulnya berbeda dan dikenal sebagai struktur analog atau homoplastik.

Pertimbangkan sayap burung dan sayap serangga; kedua fitur dari organisme ini memungkinkan untuk terbang, tetapi pengembangan sayap pada burung dan serangga berkembang secara berbeda dan kemudian bertemu untuk memungkinkan keduanya berfungsi sama.

Dengan membandingkan sekuens gen pada organisme ini, dapat ditunjukkan bahwa burung dan serangga pasti berevolusi dari spesies induk yang berbeda, namun memperoleh kemampuan yang sama untuk terbang. Pengamatan dari dua set sayap yang berbeda ini juga akan menunjukkan bahwa, meskipun mereka memiliki fungsi yang sama, mereka secara struktural berbeda dan dengan demikian secara fisiologis berbeda.

Dengan cara yang sama, sayap burung (3) homolog dengan kelelawar (2) dan sayap dinosaurus (1)