14 Cara Mendidik Anak Yang Baik Dalam Keluarga

14 Cara Mendidik Anak Yang Baik Dalam Keluarga

14 Cara Mendidik Anak Yang Baik Dalam Keluarga: Usia 0 tahun merupakan masa-masa yang kritis bagi perkembangan otak sang anak. Pada tahap inilah anak mengalami masa-masa keemasan dimana perkembangan otaknya terjadi dengan cepat dan pesat.

Pada masa ini bahkan otak anak memiliki kemampuan untuk menyerap pengalaman-pengalaman baru lebih cepat dari anak yang berusia 3 tahun. Oleh sebabnya, Anda jangan sampai salah dalam mendidik maupun memberikan contoh-contoh bagi putra-putri Anda.

Tips sukses cara mendidik anak yang baik memiliki banyak metode. Seberapa besar tingkat kesuksesan dari metode yang diterapkan tentu tergantung dari seberapa efektif masing-masing orang tua dalam memberikan kontribusi kepada anak-anaknya.

Agar Anda tak bingung dalam memberikan arahan untuk anak, berikut ini adalah beberapa cara mendidik anak yang baik, benar dan bijak yang bisa Anda coba.

1.       Bangun kreatifitas

Biarkan ia mempelajari sesuatu dari anda dengan cara yang jauh lebih menyenangkan seperti bermain, menadi dan bermain musik bersama.

2.       Berikan rasa nyaman

Agar anak merasa nyaman, sebaiknya jangan menjadi yang merasa paling tahu segalanya shingga membuat anda paling tahu segalanya sehingga membuat anda terkesan mendominasi pembicaraannya.

Loading...

3.       Tumbuhkan sikap menghormati

Hal ini sangat penting untuk ditumbuhkan semenjak usia dini karena di kemudian hari saat ia dewasa ia dapat berlaku hormat kepada semua orang.

  1. Bersikap lembut dan juga tunjukan kasih sayang yang tulus.

salah satu contoh ialah dengan mengatakan kepada anak bahwa anda sangat menyayanginya.

14_Cara_Mendidik_Anak_Yang_Baik_Dalam_Keluarga

14 Cara Mendidik Anak Yang Baik Dalam Keluarga
14 Cara Mendidik Anak Yang Baik Dalam Keluarga

5.       Jadilah pendengar yang baik dan berikan dukungan.

Di saat seperti itu anda di tuntut agar menjadi pendengar yang baik dan mampu mendengarkan semua keluh kesah si kecil.

Berikanlah dukungan yang positif dan bekalilah ia dengan skill untuk menghindari bersosialisasi dengan baik. Sebagi contohnya anda bisa mengajarkan anak anda untuk menghindari sebuah ejekan dari temannya.

6.       Hindari menggunakan kata JANGAN.

Inilah salah satu kesalhan yang kerap dilakukan oleh orang tua. Disaat anak tengan bereksperimen yang mungkin sedikit akan membahayakan. Orang tua umumnya bekata jangan kepada anaknya. Sesungguhnya kata ini jika terlalu sering diucapkan oleh orang tua kepada anaknya justru dapat berakibat buruk yang menyebabkan sang anak tidak berkembang kreatifitasnya.

7.       Jadilah panutan dan idola untuk anak anda.

Anda juga sebagai orang tua sebisa mungkin mencoba untuk menjadi apa yang diinginkan sang anak dan juga selalu bisa diandalkan.

8.       Ajarkan ia rasa tanggung jawab

Jika ia bertanya mengapa harus demikian. Berikanlah alasan yang bisa dipahami olehnya.

9.       Ajarkan untuk meminta maaf

Meminta maaf ialah tindakan yang mulia dan kesatria. Ajarkanlah anak anda untuk mau meminta maaf utnuk kesalahan yang mungkin ia lalkukan terhadap teman sebayanya agar ia menyadari bahwa perbuatan yang ia lakukan ialah tindakan kurang terpuji.

10.   Jangan di takut-takuti

Ini adalah perilaku orang tua yang keliru karena selain bisa menjadi semacam trauma, hal ini juga mengakibatkan anak menjadi tidak mandiri dan sehingga bisa mengurung kreatifnya.

11.   Jangan dibohongi

Saat nanti ia sudah besar ia tentu akan menganggap berbohong merupakan hal yang wajar untuk dilakukan.

12.   Jangan berkata keras

Oleh karena itucobalah utnuk sebisa mungkin menghindari perkataan yang keras, mengancam atau bahkan perkataan yang keras, mengancam bahkan meneriaki sang anak.

13.   Ajarkan keterbukaan

Apa saja yang ia lakukan apa yang membuat ia senang dan apa yang membuat sedih atau bahkan membauatnya bersemangat.

14.   Berikan dukungan

Tentunya seorang anak selain membutuhkan kasih sayang dan juga perhatian yang tulus, anak juga membutuhkan dukungan utama dari orang tua, karena dukunga orang tua, anak menjadi lebih percaya diri dan bersemangat dalam melakukan hal apa saja.

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *