inilah 2 Tahap Daur Hidup Kapang Lendir

Dalam daur hidupnya, kapang lendir mengalami dua tahap, yaitu tahap makan yang bergerak dan tahap reproduksi yang menetap.

Pada saat berproduksi jamur lendir membentuk badan buah, yaitu struktur pembawa spora. Pada tahap makan mereka berbentuk seperti Amoeba. Menurut sistematik dari B. Kendrick, kapang lender dibagi menjadi 4 filum, yaitu Dictyostelida, Myxostelida, Abyrinthulida, dan Dictyostelida. Hanya dua filum yang berperan pada manusia yaitu Dictyostelida dan Myxostelida.

1. Dictyostelida

Dictyostelida (dahulu disebut Acrasiamycota) ialah kapang lender seluler. Protista ini merupakan bentuk peralihan antara bentuk Amoeba dan badan buah penghasil spora. Kebanyakan hidup di air tawar, tanah lembab, atau pada bagian tanaman-tanaman yang lapuk. Jika ada makanan, mereka akan menyatu membentuk struktur pseudoplasmodium (plasmodium palsu). Dinamakan demikian, karena struktur tersebut tersusun atas sel-sel yang berkumpul yang menyerupai siput tanpa cangkang. Sel-sel tersebut bergerak sebagai satu kesatuan, tetapi setiap sel merupakan struktur yang berdiri sendiri.

Sering kali pseudoplasmodium menetap dan membentuk badan buah yang berisi spora haploid. Jika badan buah tersebut pecah, angin akan menerbangkan spora-spora yang ada didalamnya. Tiap spora akan berkembang menjadi satu sel amoeboid. Contoh spesies ini ialah Dyctiostelium.

2. Myxostelida

Myxostelida (dahulu disebut Myxomycota). Berbeda halnya dengan Dictyostelida yang memiliki pseudoplasmodium, Myxostelida telah memiliki plasmodium yang sebenarnya. Pada Myxostelida, plasmodium memiliki bermacam-macam warna dan bentuk yang berbeda pada tiap tahap kehidupannya. Saat makan, Myxostelida membentuk suatu massa sitoplasma yang disebut plasmodium. Tiap plasmodium memiliki banyak inti, dan terdiri atas ribuan sel.

Plasmodium menyerap diatas tanah, batu-batuan atau kayu yang membusuk, memakan bakteri atau mikroorganisme lainnya dengan cara fagositosis. Jika makanan atau air tidak mencukupi, plasmodium bergerak kepermukaan yang terbuka dan mulai berproduksi.

Plasmodium membentuk tubuh buah bertangkai di sebut sporangium yang berisi spora-spora haploid. Spora-apora tersebut sangat tahan terhadap kondisi yang buruk. Dalam kondisi yang sesuai, spora akan pecah dan menghasilkan sel-sel tidak mengalami sitokinesis sehingga berbentuk sitoplasma berinti banyak (plasmodium). Contoh makhluk hidup spesies ini ialah Physarum polycephalum.

Loading...
Loading...

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *