Infrastruktur Politik

Infrastruktur politik adalah lembaga-lembaga politik yang ada dalam masyarakat.

Lembaga ini dibentuk dan bergerak di masyarakat, mencakup lembaga seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan, kelompok kepentingan atau kelompok penekan, dan media massa.
a. Partai Politik
Secara umum, partai politik dikatakan sebagai suatu kelompok terorganisir yang anggotanya mempunyai orientasi, nilai, dan cita-cita yang sama. Kelompok ini bertujuan untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik dengan cara konstitusional.

Ada beberapa pengertian partai politik, antara lain sebagai berikut.
1) Carl J. Fredrich (Miiriam Budiardjo : 2008)
Partai adalah sekelompk manusia yang terorganisir secara stabil dengan tujuan merebut atau mempertahankan penguasaan terhadap pemerintahan bagi pemimpin partainya dan berdasarkan penguasaan ini memberikan kepada anggotanya kemanfaatan yang bersifat idiil dan material.
2) Roger H.Soltau (Miiriam Budiardjo : 2008)
Partai politik adalah sekelompok warga negara yang sedikit banyak terorganisir, yang bertindak sebagai suatu politik dengan memanfaatkan kekuasaannya untuk memiliki dan bertujuan menguasai pemerintahan dan melaksanakan kebijaksanaan umum mereka.

3) Sigmaun Neumann (Miiriam Budiardjo : 2008)
Partai politik adalah organisasi dari aktivitas politik yang berusaha untuk menguasai kekuasaan pemerintahan serta merebut dukungan rakyat atas dasar persaingan dengan suatu golongan atau golongan lain yang mempunyai pandangan yang berbeda.

Dengan demikian, partai politik adalah organisasi politik yang dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar persatuan dan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan kepentingan anggota, masyarakat, bangsa, dan negara melalui pemilihan umum. Sebagai sebuah organisasi politik, partai politik memiliki tujuan (menurut UU No. 2 Tahun 2008), yaitu
1) mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2) menjaga dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
3) mengembangkan kehidupan demokrasi berdasarkan Pancasila dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia;

4) mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia;
5) meningkatkan partisipasi politik anggota dan masyarakat dalam rangka penyelenggaraan kegiatan politik dan pemerintahan;
6) memperjuangkan cita-cita partai politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;
7) membangun etika dan budaya politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ciri-ciri partai politik adalah

1) berakar dalam masyarakat lokal;
2) melakukan kegiatan terus-menerus;
3) berusaha memperoleh dan mempertahankan kekuasaan dalam pemerintahan;
4) ikut serta dalam peilihan umum.

Loading...

Fungsi utama partai politik adalah mencari dan mempertahankan kekuasaan guna mewujudkan program-program yang disusun berdasarkan ideologi tertentu dengan cara ikut pemilihan umum. Partai politik juga melakukan kegiatan meliputi seleksi calon-calon, kampanye dan melaksanakan fungsi pemerintahan (legislatif dan eksekutif).

Selain itu, partai politik juga melakukan sosialisasi politik, pembentukan sikap dan orientasi politik para anggota masyarakat. Bahkan, juga melakukan rekrutmen politik, yaitu seleksi dan pemilihan atau pengangkatan seseorang atau sekelompok orang untuk melaksanakan sejumlah peranan dalam sistem politik. Partai politik melakukan proses penyampaian nformasi mengenai politik dari pemerintah kepada masyarakat dan dari masyarakat kepada pemerintah (komunikasi politik).

Partai politik melakukan pengendalian konflik mulai dari perbedaan pendapat sampai pada pertikaian fisik antarindividu atau kelompok. Dalam hal kontrol politik, partai politik melakukan kegiatan untuk menunjukan kesalahan, kelemahan dan penyimpangan dalam isi kebijakan atau pelaksaan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.

b. Organisasi Kemasyarakatan
Organisasi kemasyarakatan adalah perkumpulan yang dibentuk oleh sekelompok orang dengan tujuan tertentu yang umumnya untuk memenuhi kebutuhan di bidang sosial, budaya dan kemasyarakatan amat luas cakupannya.

c. Kelompok Kepentingan
Kelompok kepentingan adalah sekelompok orang yang memiliki kesamaan sifat, sikap, kepercayaan dan atau tujuan, yang sepakat mengorganisasikan diri untuk melindungi dan memperjuangkan kepentingan atau tuntutan kelompok itu.

Beberapa pengertian kelompok kepentingan yang dikemukakan para ahli adalah sebagai berikut.
1) David B.Truman (David B. Truman : 1951)
Kelompok kepentingan adalah sebuah kelompok ”pembagi sikap” yang membuat klaim-klaim tertentu atau kelompok dalam masyarakat dengan tindakan-tindakan tertentu terhadap instansi pemerintah.

2) Gabriel A.Almond (Gabriel A. Almond : 1996)
Kelompok kepentingan adalah setiap organisasi yang berusaha memengaruhi kebijaksanaan pemerintah tanpa pada waktu yang sama, berkehendak memperoleh jabatan publik.

3) Kay Lawson (Kay Lawson : 2008)
Kelompok kepentingan adalah suatu organisasi yang tujuan utamanya untuk memengaruhi kegiatan pemerintah dengan keyakinan orang-orang yang memiliki posisi dalam pemerintahan agar bertindak sesuai dengan kepentingan kelompok.

4) Ramlan Surbakti (Ramlan Surbakti : 1992)
Kelompok kepentingan adalah sejumlah orang yang memiliki kesamaan, sifat, sikap, kepercayaan, dan atau tujuan yang sepakat mengorganisasikan diri untuk melindungi dan mencapai tujuan.

Ciri-ciri dari kelompok kepentingan adalah sebagai berikut.

1) Kumpulan orang yang terorganisir atas nama satu atau lebih kepentingan tertentu yang diperjuangkan.
2) Adanya kepentingan yang sama yang menyatukan orangorang untuk bergabung membentuk satu organisasi dengan nama tertentu.
3) Setiap kegiatan kelompok kepentingan selalu bergandengan dengan isu publik yang ditujukan untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah.
4) Setiap kegiatan mengatasnamakan masyarakat mengingat fungsinya sebagai artikulator kepentingan dalam masyarakat.
5) Kegiatannya tidak ditujukan untuk mendapat jabatan publilk tetapi lebih pada upaya partisipasi politik.

d. Media Massa
Media massa yang dimaksud meliputi komunikasi dalam arti luas dan arti sempit
1) Media dalam arti sempit adalah media cetak seperti surat kabar, koran, majalah, tabloid, dan bulletin-bulletin pada kantor berita. Media massa ini seringkali disebut pers.

2) Media dalam arti luas mencakup semua media komunikasi
seperti media cetak, media audio visual dan media elektronik. Contoh: radio, televisi, film, internet, dan sebagainya. Pers dalam arti media cetak termasuk media komunikasi. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kedua lembaga saling membutuhkan, baik lembaga infrastruktur politik maupun suprastruktur politik. Kerja sama antara lembaga politik dalam suatu negara membentuk suatu sistem politik.

Loading...

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *