apa yang disebut Konflik dalam melihat politik

Dalam memperjuangkan upaya itu, sering terjadi perbedaan pendapat, perdebatan, persaingan, bahkan pertentangan yang bersifat fisik diantara berbagai pihak. Dalam hal ini antara pihak yang berupaya mendapatkan nilai-nilai dan mereka berupaya keras untuk mendapatkan nilai-nilai yang sama dan pihak yang sama-sama mempertahankan nilai-nilai yang selama ini mereka kuasai.

Perbedaan pendapat, pendebatan, persaingan, bahkan pertentangan dan perebutan dalam upaya mendapatkan dan/atau mempertahankan nilai-nilai disebut konflik. Olehn karena itu, menurut pandangan konflik, consensus, kerja sama, integrasi juga terjadi dalam hamper semua proses politik. Perbedaan pendapat, perdebatan, persaingan, dan pertentangan untuk mendapat dan/atau mepertahankan nilai-nilai itu justru diselesaikan melalui proses dialog sehingga sampai pada suatu consensus atau melalui kesepakatan dalam bentuk keputusan politik yang merupakan pembagian dan penjatan nilai-nilai. Oleh karena itu, keputusan politik merupakan upaya penyelesaian konflik politik.

Dari segi metodologi, kelima pandangan itu acap kali dikelompokkan menjadi dua kategori umum, yakni tradisional dan behavioralisme. Ilmu politik tradisional memandang gejala politik dari segi normative (Ought to be atau yang seharusnya) dan menganggap tugas politik untuk memahami dan memberikan gejala politik, bukan menjelaskan apalagi memperkirakan apa yang terjadi. Ilmu politik tradisional melihat politik sebgai perwujudan tujuan masyarakat-negara. Yang termasuk ilmu politik tradisional dalam hal ini berupa pandangan klasik dan kelembagaan.

Behavioralisme memandang politik dari segi apad adanya (what is) yang berupaya menjelaskan mengapa gejala politik tertentu terjadi seperti itu, kalau mungkin memperkirakan juga gejala politik apa yang akan terjadi.

Behavioralisme melihat politik sebgai kegiatan (perilaku), yang berawal dengan asumsi terdapat keajegan atau pola dalam perilaku manusia. Oleh karena itu, politik sebagai pola perilaku dapat dijelaskan dan diperkirakan. Yang termasuk behavioralisme dalam hal ini yang berupa kekuasaan, konflik, dan fungsionalisme.