Pengaruh Dalam Kekuasaan Politik

Pengaruh dalam kekuasaan politik merupakan aspek penting, karena memiliki kekuataan untuk mengendalian. Yang melakukan control atau pengaruh adalah actor-aktor politik. Oleh karena itu untuk dapat memahami keterkaitan antara keduanya dapat diahukan pertanyaan: Mengapa seorang actor politik memiliki pengaruh yang lebih besar dari pada yang lain? Pengaruh seperti apa yang menjadikan seorang actor politik mengambil keputusan politik tertentu, bukan yang lain?

Untuk menjawab kedua pertanyaan tersebut Robert Dahl (1994: 46-48)  dalam bukunya Analisis Politik Modern, mengemukakan sebagai berikut. Terhadap pertanyaan pertama Dahl, menyatakan bahwa pada umumnya perbedaan jumlah pengaruh yang diterapkan seseorang dapat dirujukkan kepada tiga penjelasan, yaitu:

  1. Perbedaan-perbedaan dalam pembagian-pembagian sumber daya politik. Sumber daya politik mempengaruhi perilaku orang lain. Sumber daya politik mencakup uang, keterangan, makanan, ancaman kekerasan, pekerjaan, persahabatan, kedudukan social, hak untuk mebuat undang-undang, hak suara, dan bermacam-macam hal lain.
  2. Keanekaragaman dalam keterampilan yang menjadi sarana untuk menggunakan sumber daya politik. Perbedaan keterampilan politik berpangkal dari perbedaan anugerah, kesempatan dan belajar mempraktekan keterampilan politik.
  3. Keanekaragaman dalam menggunakan sumber daya politik untuk tujuan politik. Misalnya, sumber daya kekayaan dapat saja digunakan untuk memperkayadalam berbisnis atau untuk mendapat pengaruh. Ini menunjukan adanya variasi motivasi dalam penggunaan sumber daya.

Untuk pertanyaan yang kedua Dahl, mengajukan hal-hal yang perlu dikaji yang mempengaruhi actor politik termasuk Presiden, mengambil suatu keputusan tertentu tetapi bukan keputusan yang lain. Hal-hal yang perlu dikaji diantara factor-faktor berikut ini yang mana sesungguhnya yang mempengaruhi.

  1. Nilai, sikap, harapan, informasi yang dimiliki.
  2. Sikap-sikap, nilai-nilai keyakinan, ideology, struktur, kepribadian orang lain yang dalam beberapa haltindakannya relevan dengan keputusan tersebut.
  3. Proses pemilihan, rekrutmen para pengambil keputusan strukrtur politik dan system konstitusi
  4. Lembaga-lembaga kemasyarakatan kemasyarakatan seperti: stuktur-stuktur social, dan pendidikan.
  5. Kebudayaan politik
  6. Peristiwa-peristiwa sejarah yang mempengaruhi kebudayaan dan lembaga.

Dapat saja actor politik dalam mengambil keputusan politik tertentu dengan mempertimbangkan tidak hanya satu factor, tetapi kombinasi dari berbagai factor diatas.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *