Kekuasaan politik

Cara penafsiran ilmu politik sebagai ilmu tentang kekuasaan adalah cara yang relative baru daripada kedua cara pendefinisian lainnya (secar institutional dan fungsional). Penyelidikan peranan “konsep kekuasaan” dalam ilmu politik dimula kira-kira antara 1925-1950, ketika beberapa sarjana ilmu politik menyadari peranana yang dimainkan oleh factor kekuasaan (force) dalam kehidupan social manusia (Isjwara, 1980:45)

Penafsiran ilmu politik sebagai ilmu tentang kekuasaan, paling banyak dianut para sarjana ilmu politik Negara-negara Anglo-Amerika. Di Amerika penafsiran tersebut dikenal dengan “Aliran Chicago”. Termasuk para sarjana penganut aliran ini antara lain: Charless Merriam, F.Schuman, Harold D.Lasweel, dan Gourge Catlin.

Kekuasaan dalam Arti Umum

Menurut C.Wright Mills, kekuasaan adalah dominasi, yaitu kemampuan untuk melaksanakan kemampuan walaupun orang lain menentangnya (The Liang Gie, 1986: 20). Sedangkan menurut  Max Weber, kekuasaan adalah kemampuan untuk dalam suatu hubungansosial, melakukan kemauan sendiri sekalipun mengalami perlawanan dan apapun dasar kemampuan ini (Budiarjo, [ed.], 1983, 16). Van Doorn, yang tampak melihat antara kekuasaan dengan tindakan manusia, menyatakan: Kekuasaan sebagai kemungkinan untuk membatasi alternative-alternatif bertindak dari seseorang atau suatu kelompok sesuai dengan tujuan pihak pertama (Budiarjo, [ed]. 1983, 17). RK.Mokken, memperluas pendapat Van Doorn, bahwa kekuasaan tidak hanya membatasi tetapi memperluas alternative-alternatif bertindak.

Dengan demikian unsur-unsur kekuasaan, meliputi:

  • Kemampuan/kekuatan/kepemimpinan
  • Kamauan/keinginan dari seseorang/kelompok/lembaga
  • Dalam situasi hubungan social
  • Wujudnya berbentuk keputusan yang membatasi dan atau memperluas alternative-alternatif bertindak.

Definisi diatas, mencerminkan bahwa kekuasaan dapat diartikan dalam arti dominan, relationship dan kapasitas, dan sering dikenal dalam arti umum (genus) atau kekuasaan social.

Mac Iver (1985:93) , mengartikan kekuasaan social sebagai kapasitas dalam hubungan maupun untuk meminta pelayanan atau kerelaan orang lain. Kekuasaan dala arti genus, memiliki ciri:

  • Bersifat multiform
  • Merupakan masalah social
  • Merupakan masalah psikologis
  • Merupakan masalah keamanan.

Kekuasaan social dinyatakan bersifat multiform, karena memiliki banyak bentuk. Misalnya dalam bentuk: kekuasaan spirit dari kaum agama, kekuasaan kelurga yaitu kekuasaan orang tua terhadap keluarganya, keuasaan ekonomi dari orang kaya, kekuasaan Negara (politik), dan lain-lain. Dengan demikian, kekuasaan politik merupakan bagian dari kekuasaan social (genus), dan dikenal sebagai kekuasaan dala arti “species”.

Sebagai masalah social, karena kekuasaan social merupakan kekuasaan atas manusia, dan merupakan gejala social, dalam interaksi social itulah maka kekuasaan social itu berkembang, sehingga pemahaman tentang konteks menjadi sangat penting dalam memahami kekuasaan social.

Kekuasaan social sebagai maslah psikologis, dikemukakan oleh Betrand Rusell. Ia menyatakan bahwa di antara sekian banyak hasrat manusia, maka hasrat akan kekuasaan dan kemegahan merupakan hasrat-hasrat yang paling utama (Isjwara, 1980: 54) sedangkan kekuasaan sebagai masalah keamanan oleh Herz dinyatakan sebagai “dilemma kekuasaan dan keamanan” (power and security dilemma) (Isjwara, 1980:54). Hal ini tampak, jika manusia mengutamakan keamanan dari pada kekacauan dan anarki, maka manusia harus menerima kekuasaan sebgai sesuatu yang tidak dapat dielakkan. Dan karena hidup bersama pada umumnya di dasarkan atas perdamaian dan keamanan, maka sebgai konsekuensinya manusia harus menerima dilemma itu.

Di samping kekuasaan social, yaitu kekuasaan atas manusia. Karl Deutch membedakan dengan kekuasaan atas alam. Namun kedua kekuasaan ini, sering kali berinteraksi satu sama lain. Apabila manusia makin bertambah besar kekuasaannya atas alam, ia dapat menggunakan kekuasaannya ini sebagai suau sarana untuk meningkatkan kekuasaannya atas manusia (Bayo Ala, 1958:34).

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *