Apa yang dimaksud dengan Prilaku Politik

Ditengah masyarakat, individu berprilaku dan berinteraksi. Sebagaian dari perilaku dan interaksi dapat dicermati akan berupa perilaku politik, yaitu perilaku yang bersangkutpaut dengan proses politik. Sebagian lainnya berupa perilaku ekonomi, keluarga, agama, dan budaya. Termasuk dalam kategori kegiatan ekonomi, yakni kegiatan yang menghasilkan barang dan jasa, menukar dan menanam, dan menspekulasikan modal.

Namun, hendaklah diketahui pula tidak semua individu ataupun kelompok masyarakat mengerjakan kegiatan politik. Ada pihak yang memerintah, ada pula yang mentaati pemerintah. Yang satu mempengaruhi. Yang lain menentang, dan hasilnya berkompromi. Yang satu menjanjikan, yang lain kecewa karena janji tidak dipenuhi. Berunding dan tawar menawar.

Yang satu memaksakan keputusan berhadapan dengan pihak lain yang mewakili kepentingan rakyat yang berusaha membebaskan yang satu mnutupi kenyataan yang sebenarnya (yang merugikan masyarakat atau yang akan mempermalukan), pihak lain berupaya memaparkan kenyataan yang sesungguhnya, dan mengajukan tuntutan, memperjuangkan kepentingan, mencemaskan apa yang terjadi. Semua ini merupakan perilaku politik. Yang selalu melakukan kegiatan politik ialah pemerintah (lembaga dan peranannya) dan partai politik, karena fungsi mereka dalam bidang politik.

Oleh karena itu, perilakau politik dibagi dua, yakni perilaku politik lembaga-lembaga dan para pejabat pemerintah, dan perilaku politik warga Negara biasa (baik individu maupun kelompok).

Yang pertama bertanggung jawab membuat, melaksanakan, dan menegallan keputusan politik, sedangkan yang kedua tidak berwenang seperti yang pertama, tetapi berhak mempengaruhi pihak pertama dalam menjalankan fungsinya karena apa yang dilakukan oleh pihak pertama menyangkut kehidupan pihak kedua. Kegiatan politik pihak kedua ini disebut partisipasi politik.

Suatu keluarga sebagai kelompok juga melaksanakan berbagai kegiatan dalam berbagai bidang, dank arena itu pula mengerjakan kegiatan-kegiatan, sperti ekonomi, pendidikan, agama, rekreasi dan politik. Misalnya demikian. Perilaku keluarga yang berusaha mendapatkan penghasilan untuk biaya hidup, merupakan perilaku ekonomi.

Perilaku mereka dalam berolah raga ataupun menonton film adalah perilaku rekreasi, upaya mengajari anak tentang cara hidup yang baik dan mendorong upaya anak belajar disekolah merupakan perilaku pendidikan. Kegiatan warga masyarakat beribadah berupa sembahyang, berdoa maupun berpuasa, bersedekah maupun membantu orang lain untuk berdiri sendiri merupakan perilaku agama.

Para anggota keluarga yang sudah berhak memilih ikut serta dalam proses pemilihan umum, umpanya aktif dalam kampanye, memberikan iuran, atau dana bagi partai politik, lalu ikut memilih.

Selain itu, mereka menulis surat yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah pada wakil rakyat atau pejabat pemerintah, sesungguhnya tengah melakukan kegiatan politik. Dari berbagaiperilaku ini, yang akan menjadi perhatian ilmuan politik ialah perilaku yang beraspek politik.

Suatu tindakan konkret dapat saja mengandung unsur perilaku politik sekaligus ekonomi. Misalnya, keputusan pemerintah untuk mengalokasikan barang dan jasa dalam bentuk pemberian subsidi pertanian, kredit, penguarangan pajak, dan penyuluhan.

Demikian pula dengan usaha suatu perusahaan besar untuk mempengaruhi kebijakan perpajakan yang akan diputuskan oleh pemerintah dan dewan perwakilan rakyat (DPR).

Dalam hal ini, yang diperhatikan bukan perihal kredit dan perpajakan per se, melainkan tindakan pemerintah dan kelompok yang diuntungkan (dalam kasus pertama) dan tindakan perusahaan besar memengaruhi pemerintah dan DPR (dalam kasus kedua).