apa fungsi pemasaran politik

1. Menganalisa posisi pasar, yakni untuk memetakan persepsi dan preferensi pemilih, baik konstituen maupun non-konstituen, terhadap kontestan pemilu.
2. Menetapkan tujuan obyektif kampanye, marketing effort, dan pengalokasian sumber daya.
3. Mengidentifikasi dan mengevaluasi alternatif-alternatif strategi.
4. Mengimplementasikan strategi untuk membidik segmen-segmen tertentu yang disasar berdasarkan sumberdaya yang ada.
5. Memantau dan mengendalikan penerapan strategi untuk mencapai sasaran obyektif yang telah ditetapkan.

Sering kali kita melihat dalam praktek pemasaran politik yang di lakukan oleh partai atau kandidat sekarang ini sifatnya “ujug-ujug” langsung berujung pada kampanye tanpa melihat segmen pemilih yang dituju. Kandidat atau partai lebih memilih jalan pintas tanpa memiliki strategi pemasaran politik yang memadai. Padahal dengan memiliki strategi pemasaran politik yang tepat, partai/kandidat memiliki panduan dan arah yang jelas untuk memaksimalkan segala sumber daya yang dimiliki dalam memikat suara pemilih. Menurut saya ada 5 tahap penting dalam penyusunan strategi pemasaran politik yang dikategorikan dalam 3 kelompok besar yaitu Segmentation, Strategy, dan Scorecard (3S). Segmentasi pemilih merupakan tahap pertama strategi pemasaran politik yang paling penting tapi seringkali dilewatkan dalam penyusunan strategi pemasaran politik.

Segmentasi paling mudah dilakukan adalah berbasis demografi (usia, gender, dll) dan geografi, namun menurut Gareth Smith dan Andy Hirst (2001) model segmentasi pemilih di dunia dewasa ini sudah bergerak ke berbasis psikografi.

Setelah segmen pemilih sudah di tentukan langkah selanjutnya adalah menentukan target segmen pemilih yang dituju. Paling tidak ada tiga kriteria utama untuk menentukan target segmen pemilih yaitu besaranya jumlah pemilih, tingkat persaingan, dan kemampuan kandidat/partai dalam menarget segmen pemilih tersebut.

Setelah target segmen pemilih ditentukan, kita masuk tahap selanjutnya yaitu penyusunan strategi. Ditahap ini ada tiga tahap penting yaitu penyusunan positioning kandidat/partai, brand, dan campaign.

Positioning adalah bagaimana kandidat/partai menempatkan citranya di benak pemilih. Citra ini harus dibentuk agar memiliki cita rasa kandidat/partai berbeda dengan pesaing kandidat/partai lainnya, sementara branding  adalah bagaimana personifikasi dan identitas kandidat/partai itu di susun termasuk didalamnya slogan dan simbol kandidat/partai.

Ketika positioning dan brand kandidat/partai sudah ada maka langkah berikutnya adalah penyusunan campaign. Campaign ini bisa melaui serangan udara melalui media cetak maupun elektronik atau juga serangan darat melalui tatap muka dengan pemilih.

Dengan era internet yang semakin berkembang model kampanye sekarang juga mesti memprtimbangkan untuk menggunakan internet dan social media.

Langkah terakhir dari penyusunan strategi pemasaran politik adalah scorecard untuk evaluasi dan monitoring. Evaluasi dan monitoring ini sangat penting untuk memantau kinerja team pemasaran politik dan sebagai bahan masukan untuk perbaikan implementasi strategi pemasaran politik yang telah disusun.

Secara umum survei yang dilakukan untuk evaluasi dan monitoring mengukur 4 hal yaitu: candidate awareness (popularitas), candidate image (citra), candidate engagement, dan candidate electability.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *