Jelaskan perbedaan kitab dan suhuf!

Suhuf atau sahifah artinya wahyu yang diterima oleh nabi-nabi dan rasul yang dikumpulkan yaitu semacam lembaran atau brosur-brosur kecil. Kumpulan suhuf itulah yang dinamakan kitab, bentuknya lebih besar dari suhuf.

Kadang-kadang suhuf diartikan juga dengan kitab. Para rasul yang menerima suhuf-suhuf tersebut ialah Nabi Ibrahim as dan Nabi Musa as sebagaimana firman Allah swt. dalam Surah Al-A’la ayat 18-19 berikut ini:

Jelaskan perbedaan kitab dan suhuf!
Jelaskan perbedaan kitab dan suhuf!

Artinya: ”Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitabkitab yang terdahulu. (Yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa.” (Q.S. al-A’la/87: 18-19)

Antara kitab dan suhuf mempunyai persamaan, yaitu samasama Firman Allah swt. yang diturunkan kepada para rasul-Nya. Namun ada beberapa perbedaan antara kitab dan suhuf. Perbedaan itu antara lain sebagai berikut.

dari segi Isi Kitab lebih lengkap sedangkan suhuf Hukum dasar/pokok-pokok saja
dari segi Bentuk kitab di bukukan sedangkan suhuf Berbentuk lembaran-lembaran saja
dari segi Sifat berlakunya kitab berlaku lebih lama sedangkan suhuf Berlaku hanya sesaat, untuk menjawab persoalan yang dihadapi saat itu saja.

Wahyu Allah yang diberikan kepada para Rasul pada perkembangannya ada yang dibukukan berupa kitab dan ada juga yang tak dibukukan berupa suhuf yaitu beberapa lembaran terpisah. Yang diketahui ada 4 nabi yang menerima suhuf ini yaitu Nabi Idris diberikan 30 suhuf, Nabi Syis 50 suhuf, Nabi Ibrahim 10 suhuf dan Nabi Musa 10 suhuf. Misalnya suhuf nabi Ibrahim berisi : pokok-pokok ajaran pertaubatan, ciri-ciri seorang beriman dan mengenai konsekuensi keimanan. Kedua bentuk wahyu Allah itu sama-sama memuat firman Allah yang dibawa para Nabi dan Rasul. Sedangkan sejumlah perbedaan kitab dan suhuf diantaranya : muatan isi kitab suci lebih menyeluruh bila dibanding suhuf, kitab dibendel menjadi satu sementara suhuf masih berupa lembaran sendiri-sendiri, ajaran kitab pun bisa digunakan dalam rentang waktu lama dibanding suhuf.

Loading...

Ditegaskan lagi dalam surah Al Baqarah ayat 136 bahwa Allah menyeru kepada orang-orang mukmin untuk beriman kepada Allah dan kitab-kitab yang diturunkan Allah : “Katakanlah (hai orang-orang mukmin), kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak cucunya dan apa yang kami berikan kepada Musa dan Isa seperti apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun diantara mereka dan kami hanya patuh kepada-Nya.”

Perbedaan Masa Berlaku Kitab memiliki masa berlaku yang lebih panjang bagi umat yang menerima ajaran di dalamnya. Sedangkan suhuf memiliki masa berlaku yang lebih pendek. Perbedaan kitab dan suhuf dari masa berlakunya ini sudah sangat jelas karena umumnya kitab diturunkan dalam waktu yang relatif lama, misalnya saja kitab Al-Qur’an yang diturunkan dalam waktu 22 tahun lebih. 4.

Perbedaan Kewajiban Menyampaikannya

Nabi atau Rasul yang menerima wahyu Alloh dalam bentuk kitab diwajibkan untuk menyampaikan isi dari wahyu tersebut kepada umatnya. Sedangkan nabi yang menerima wahyu Alloh secara periodik tidak wajib menyampaikan ajaran tersebut kepada umatnya. Nah, meskipun memiliki beberapa perbedaan, sebagai umat Islam yang beriman, kita wajib mempercayai keberadaan dua wujud fisik wahyu Alloh tersebut. Keduanya sama-sama wahyu Alloh yang dapat kita gunakan sebagai bahan pengajaran dan pembelajaran untuk mencapai baiknya kehidupan dunia dan akhirat. Kewajiban dalam iman terhadap kitab dan suhuf ini tercantum dalam firman Alloh QS An-Nisa 136 berikut:

Perbedaan Bentuk atau Wujud

Perbedaan kitab dan suhuf yang pertama dapat kita temukan dengan mengidentifikasi bentuk atau wujud fisiknya. Karena sudah terbukukan, maka kita umumnya akan lebih tebal, sedangkan suhuf akan lebih tipis karena masih berupa lembaran-lembaran terpisah.

Perbedaan Kelengkapan

Selanjutnya, perbedaan kitab dan suhuf juga dapat ditinjau dari aspek kelengkapan. Karena sudah tersusun dalam 1 buah buku (dibukukan) maka, kitab umumnya memiliki isi yang lebih lengkap. Hukum dan firman Alloh yang tercantum dalam kitab akan memiliki kesinambungan dan terurut. Sedangkan dalam suhuf, karena masih berwujud lembaran, maka kelengkapan isinya pun pasti tidak seperti kelengkapan isi kitab.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *