Proses Pernapasan Dada dan Perut

Pernapasan yang tepat adalah penting, terutama ketika berjalan atau melakukan latihan intens lainnya. Jika Anda tidak bernapas dengan benar, Anda tidak akan mendapatkan oksigen yang cukup dalam darah Anda untuk mempertahankan otot, sehingga anda lelah dan tidak dapat melanjutkan berolahraga. Pernapasan dapat berasal dari salah satu dari dua wilayah utama: dada atau perut Anda. Memahami perbedaan antara keduanya dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap daya tahan selama olahraga.

Pernapasan Dada

Pernapasan dada, mengacu pada napas dari lobus atas paru-paru yang menggunakan otot-otot dada untuk mengembangkan paru-paru dengan menarik tulang rusuk. Pada pernapasan dada, dada mengembang dan berkontraksi dalam setiap napas sementara daerah perut tidak.

Napas ini cenderung pendek dan cepat, hanya menggunakan sebagian kecil dari paru-paru dan memberikan jumlah yang relatif minim oksigen ke aliran darah. Pernapasan dada sering dikaitkan dengan hiperventilasi dan sensasi perasaan kehabisan napas, karena Anda mencoba untuk mengambil oksigen dengan cepat meskipun volume udara rendah dari setiap tarikan napas.

Pernapasan perut

Pernapasan perut, juga disebut pernapasan diafragma, mengacu pada napas yang menggunakan seluruh kapasitas paru-paru Anda. otot Diafragma dan perut menarik ke bawah rongga perut untuk sepenuhnya mengembangkan paru-paru. Napas yang diambil saat pernapasan perut terjadi secara lambat dan dalam, dalam waktu lebih lama untuk menghirup dan menghembuskan napas dan memberikan sejumlah besar oksigen ke aliran darah. Jumlah yang lebih besar dari asupan udara juga memungkinkan Anda untuk menghembuskan jumlah yang lebih besar dari karbon dioksida, menghilangkan dari tubuh Anda pada tingkat yang lebih cepat.

Pernapasan dan Ketahanan

Oksigen sangat penting untuk daya tahan tubuh: Tanpa oksigen yang cukup, tubuh tidak dapat menghasilkan energi yang diperlukan otot untuk terus melakukan di bawah tekanan. Jika Anda melakukan pernapasan dada selama olahraga atau kompetisi, volume udara yang diambil relatif rendah setiap napas secara signifikan menghambat kemampuan tubuh Anda untuk memberikan oksigen ke aliran darah untuk digunakan dalam proses konversi energi.

Pernapasan perut meningkatkan daya tahan dengan menyediakan lebih banyak oksigen ke aliran darah, memungkinkan tubuh untuk mengkonversi bahan bakar untuk energi untuk waktu yang lebih lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *