Kapan Indonesia Menjadi anggota PBB dan apa Tujuan didirikannya PBB?

Indonesia masuk anggota PBB tanggal 28 September 1950 yang tercatat menjadi anggota ke-60. Tetapi Indonesia pernah keluar dari anggota PBB. Pada tanggal 28 Desember 1966 secara resmi Indonesia masuk kembali menjadi anggota PBB. Masuknya kembali Indonesia menjadi anggota PBB disambut baik oleh sejumlah negara terutama dari Asia.

Adapun tujuan didirikannya Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah:

a. Memelihara perdamaian dan keamanan internasional/dunia.

b. Mengembangkan hubungan-hubungan persaudaraan antarbangsa.

c. Bekerja sama secara internasional untuk memecahkan persoalan-persoalan ekonomi internasional, sosial, kebudayaan dan kemanusiaan, dan untuk memajukan rasa hormat untuk hak-hak manusia dan kemerdekaankemerdekaan asasi.

d. Untuk menjadi pusat bagi persesuaian tindakan-tindakan bangsa-bangsa dalam usaha mencapai tujuan bersama.

Asas PBB

PBB memiliki asas asas tertentu yang harus dijalankan oleh tiap anggota PBB sebagai landasan dari organisasi PBB. Berikut 4 asas PBB selengkapnya.

Loading...

1. Semua anggota mempunyai persamaan derajat dan kedaulatan
2. Setiap anggota akan menyelesaikan segala persengketaan dengan jalan damai tanpa membahayakan perdamaian, keamanan dan keadilan
3. Setiap anggota memberikan bantuan pada PBB sesuai Piagam PBB
4. PBB tidak boleh mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Fungsi PBB

Fungsi PBB sebagai sebuah lembaga internasional dapat dilihat dari seberapa besar guna atau manfaat yang telah diberikan kepada masyarakat internasional. Sebagaimana sejarah kelahirannya, PBB diharapkan dapat menjalankan fungsinya, yaitu sebgai berikut.

Fungsi proteksi, yaitu PBB berusaha memberikan perlindungan kepada seluruh anggota.
Fungsi integrasi, yaitu PBB sebagai wadah atau forum untuk membina persahabatan dan persaudaraan bangsa – bangsa.
Fungsi sosialisasi, yaitru PBB sebagai sarana untuk menyampaikan nilai – nilai dan norma kepada semua anggota.
Fungsi pengendali konflik, yaitu PBB sebagai lembaga internasional diharapkan dapat mengendalikan konflik – konflik yang muncul dari sesame anggota sehingga tidak sampai menimbulkan ketegangan dan peperangan sesame anggota PBB.
Fungsi kooperatif, yaitu PBB sebagai lembaga internasional diharapkan mampu membina / mendorong kerja sama di segala bidang antar bangsa di dunia.
Fungsi negoisasi, yaitu PBB diharapkan dapat memfasilitasi perundingan – prundingan antarnegara untuk membentuk hokum, baik yang bersifat umum maupun khusus.
Fungsi arbitrase, yaitu PBB hendaknya dapat menyelesaikan masalah – masalah secara hokum yang timbul dari sesame anggota sehingga tidak menjadi masalah yang berkepanjangan yang dapat mengganggu perdamaian dunia.

Loading...

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *