Perbedaan Fermentasi dan Respirasi

Fermentasi dan respirasi, keduanya adalah proses untuk memperoleh energi. Perbedaan utama antara fermentasi dan respirasi adalah, respirasi menggunakan oksigen untuk mendapatkan energi makanan sementara fermentasi tidak membutuhkan oksigen.

Fermentasi pada dasarnya adalah proses menghilangkan glukosa dari zat sementara meninggalkan alkohol di dalamnya. Fermentasi adalah proses respirasi anaerob sehingga mengapa tidak memerlukan oksigen seperti respirasi.

Fermentasi:

Fermentasi terjadi dalam kondisi di mana tidak ada oksigen. Dalam proses fermentasi, gula dimetabolisme untuk asam lemak. Menggunakan glukosa dalam tempat oksigen dan dan menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Membentuk senyawa lain dan produk juga. Gula maltosa diubah menjadi laktat, etanol dan karbon dioksida, selama proses fermentasi utama.

Energi yang dihasilkan langsung dari glukosa, oleh karena itu menghasilkan lebih sedikit energi. Selama latihan berat, proses fermentasi terjadi pada otot-otot kita, yang menghasilkan pembentukan asam laktat. Asam laktat ini terakumulasi dalam otot dan menyebabkan kekakuan tubuh atau nyeri.

Pembentukan asam laktat ini adalah penyebab kram kaki. Fermentasi juga digunakan dalam pembuatan makanan manusia y dan minuman seperti roti, keju, gula, yoghurt, cuka dan banyak lagi. Hal ini juga digunakan dalam industri bahan bakar.

Respirasi:

Dalam proses respirasi, energi berasal dari metabolisme glukosa. Selama respirasi, oksigen terinspirasi sementara karbon dioksida yang dihembuskan keluar dari tubuh.

Energi yang dihasilkan oleh respirasi yang digunakan untuk fungsi-fungsi fisiologis tubuh kita karena menghasilkan beberapa ATP dalam molekul glukosa tunggal.

Loading...
Perbedaan Fermentasi dan Respirasi
Perbedaan Fermentasi dan Respirasi

Energi yang dihasilkan oleh ATP ini digunakan untuk kontraksi otot, pergerakan, impuls listrik dan lebih banyak fungsi tubuh. Respirasi sel bisa menjadi respirasi aerobik atau respirasi anaerobik. Oksigen digunakan dalam aerobik tetapi tidak dalam anaerobik.

Perbedaan:

Fermentasi terjadi dalam kondisi anaerob tetapi respirasi terjadi lebih dalam kondisi aerobik.
Hasil Respirasi dalam pembentukan energi yang berasal dari glukosa atau kimia organik lainnya.
Respirasi menggunakan dan menghasilkan 38 ATP sedangkan fermentasi menghasilkan hanya 2.

Respirasi lebih efisien daripada fermentasi dalam pembentukan ATP.
Produksi ATP lebih cepat dalam fermentasi daripada dalam respirasi.
Energi yang dihasilkan dalam proses fermentasi dapat digunakan ketika tidak ada oksigen yang cukup untuk proses respirasi berlangsung.
Produksi ATP lebih lambat dalam respirasi dilengkapi dengan proses fermentasi.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *