Perbedaan Gram positif dan Gram-negatif

Gram positif berarti mempertahankan pewarna ungu ketika diwarnai dengan pewarnaan Gram. Dinamakan untuk ilmuwan Denmark Gram, noda adalah tes struktur selular dari bakteri.

Ini membedakan antara dua jenis bakteri, gram-positif menjadi salah satu yang dinding sel mengandung lapisan tebal peptidoglikan, yang mempertahankan pewarna ungu. Bakteri gram positif lebih rentan terhadap antibodi.

Gram-negatif berarti tidak mempertahankan pewarna ungu ketika diwarnai dengan pewarnaan Gram. Hal ini mengacu pada jenis bakteri yang memiliki dinding sel tipis tapi tak tertembus yang tidak mempertahankan pewarna ungu. Bakteri gram negatif lebih tahan terhadap antibodi.

Deteksi bakteri Gram-positif atau Gram-negatif berguna dalam pengujian medis serta pembuatan keju.

Bakteri gram negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna kristal violet sewaktu proses pewarnaan Gram sehingga akan berwarna merah bila diamati dengan mikroskop.

Sedangkan gram positif akan akan berwarna ungu. Bakteri gram positif seperti Staphylococcus aureus hanya mempunyai membran plasma tunggal yang dikelilingi dinding sel tebal berupa peptidoglikan. Sekitar 90 % dari dinding sel tersebut tersusun atas peptidoglikan sedangkan sisanya berupa molekul lain bernama asam teikhoat.

Di sisi lain, bakteri gram negatif memiliki sistem membran ganda dimana membran plasmanya diselimuti oleh membran luar permeabel. Bakteri ini mempunyai dinding sel tebal berupa peptidoglikan, yang terletak di antara membran dalam dan membran luar.

Perbedaan Gram positif dan Gram-negatif
Perbedaan Gram positif dan Gram-negatif

sifat yg d miliki oleh membran sel, yaitu zat2 tertentu yang dapat masuk ke dalam sel.
Bakteri ini mempunyai dinding sel tebal berupa peptidoglikan, yang terletak di antara membran dalam dan membran luar, tersusun atas peptidoglikan sedangkan sisanya berupa molekul lain bernama asam teikhoat.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri adalah:

Sumber energi, yang diperlukan untuk reaksi – reaksi sintesis yang membutuhkan energi dalam pertumbuhan dan restorasi, pemeliharaan keseimbangan cairan, gerak dan sebagainya.
Sumber karbon

Sumber nitrogen, sebagian besar untuk sintesis protein dan asam-asam nukleat.
Sumber garam-garam anorganik, khususnya folat dan sulfat sebagai anion; dan potasium, sodium magnesium, kalsium, besi, mangan sebagai kation.
Bakteri-bakteri tertentu membutuhkan faktor-faktor tumbuh tambahan, disebut juga vitamin bakteri, dalam jumlah sedikit untuk sintesis metabolik esensial (Koes Irianto, 2006).