Perbedaan Makhluk Hidup dan Tak Hidup

Perbedaan antara makhluk hidup dengan tak hidup, mungkin bisa di lihat dari sifat atau ciri keduanya. Oleh sebab itu, mari kita lebih mengenal terlebih dahulu sifat dan ciri makhluk hidup dan tak hidup tersebut. Untuk lebih jelasnya silahkan simak uraian berikut ini semoga bermanfaat! Makhluk hidup merupakan suatu substansi zat yang dapat menjalankan proses kehidupan. Yang dimaksud dengan proses ke­hidupan atau ciri-ciri makhluk hidup antara lain ialah:

1) Bergerak

Makhluk hidup dapat bergerak, baik pindah tempat maupun pergerakan dari bagian-bagian tubuhnya sebagai contoh: Kuda dapat berlari, burung dapat terbang, sedang ikan dapat bere-nang. Tetapi gerakan yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan sangat terbatas, misalnya gerakan daun “Mimosa pudica” kalau tersinggung, gerakan membuka dan menutupnya stomata, ge­rakan rotasi dan sirkulasi plasma sel.

2)  Metabolisme

Makhluk hidup melakukan metabolisme, yang meliputi:

1)       Nutrisi yaitu pengambilan zat-zat makanan dan sumber energi lain dari lingkungannya.

2)       Respirasi yaitu menguraikan zat-zat nutrisi, sehingga memperoleh energi.

3)       Sintesis, yaitu pembuatan zat-zat baru yang penting bagi kelangsungan hidup.

4)       Ekskresi, yaitu pengeluaran zat-zat yang sudah tidak di-perlukan oleh tubuh.

3)       Mempertahankan jenisnya/hidupnya

Makhluk hidup selalu berusaha untuk mempertahankan jenisnya supaya tidak punah dari bumi, usaha tersebut meliputi:

  1. Regulasi yaitu fungsi mengatur keserasian proses yang berlangsung di dalam tubuh makhluk hidup.
  2. Reproduksi yaitu kegiatan untuk tumbuh dari muda menjadi dewasa selanjutnya menjadi tua, dan kemampuan un­tuk berkembang biak dari jumlah sedikit menjadi banyak.
  3. Adaptasi yaitu usaha menyesuaikan diri terhadap lingkungan dengan tujuan selalu dapat mengikuti perubahan yang terjadi di lingkungan hidupnya.
  4. Evolusi yaitu suatu perubahan kehidupan menjadi bentuk kehidupan lainnya melalui proses yang memakan waktu yang sangat panjang.
  5. Tanggap terhadap rangsang. Makhluk hidup mampu memberikan tanggapan terhadap rangsangan yang diterimanya. Sebagai contoh: sewaktu mata terkena cahaya yang menyilaukan maka dipejamkanlah mata itu, di sini cahaya merupakan rangsangan sedang memejamkan mata merupakan tanggapannya.

Tak Hidup (Benda Mati)

Benda mati merupakan substansi yang tidak menjalankan pro­ses kehidupan. Ciri-ciri benda mati tentunya berlawanan dengan ciri-ciri makhluk hidup seperti yang telah dikemukakan di atas. Jadi ciri-ciri benda mati antara lain adalah:

1)       Tidak dapat bergerak

Benda mati tidak dapat bergerak, kecuali kalau ada pengaruh luar. Batu bergerak karena pengaruh tenaga luar yang mengena pada batu tersebut.

2)     Tidak mengadakan metabolisme

Benda mati tidak mengadakan kegiatan nutrisi, respirasi, sintesa maupun ekskresi.

3)       Tidak mempertahankan jenisnya

Benda mati tidak ada usaha untuk mempertahankan keberadaannya (eksistensinya). Jadi benda mati tidak memiliki kegiatan regulasi, reproduksi, adaptasi maupun evolusi.

4)     Tidak ada tanggapan terhadap rangsang

Benda mati tidak mempunyai tanggapan terhadap rangsang yang diterimanya. Jadi benda mati akan diam saja meskipun datang rangsang bertubi-tubi dari luar.

Dengan memahami ciri-ciri makhluk hidup dan benda mati se­perti diuraikan di muka, kita dapat membedakan antara makhluk hidup dan benda mati. Tetapi bagi makhluk hidup yang sangat sederhana susunannya dan sangat kecil ukurannya, ciri-ciri kehidup­an tadi sukar untuk dapat diamati begitu saja.

Dalam kehidupan sehari-hari dengan mudah kita dapat menyebut bahwa batu itu benda mati sedang kucing adalah makhluk hi­dup. Mengapa kita bisa mengatakan bahwa batu itu benda mati dan kucing adalah benda hidup? Hal ini tentu berdasarkan tanda-tanda yang dapat dipakai untuk membedakan antara benda mati dan makhluk hidup. Sifat-sifat umum yang dapat dipakai untuk membedakan antara keduanya adalah:

a)       Bentuk dan ukuran

Makhluk hidup mempunyai bentuk dan ukuran tertentu se­dang benda mati tidak, sebagai contoh: batu ada yang sebesar butir pasir, tetapi ada pula sebesar gunung, sedang kucing misalnya bentuk dan ukurannya tertentu.

b)      Komposisi kimia

Makhluk hidup mempunyai komposisi kimia tertentu yaitu terdiri dari unsur-unsur Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (0), Nitrogen (N), Belerang atau Sulfur (S), Posfor (P), dan se-dikit mineral. Benda mati komposisi kimianya tidak tertentu.

c)       Organisasi

Setiap makhluk hidup terdiri dari sel-sel. Sel-sel ini membentuk jaringan, dan jaringan membentuk organ. Sistem organ mem­bentuk proses hidup. Pada benda mati susunannya sedemikian rupa, merupakan hasil dari unsur pokoknya.

d)      Metabolisme

Pada makhluk hidup terjadi pengambilan dan penggunaan ma-kanan, pernapasan (respirasi) sekresi dan ekskresi. Benda-benda mati tidak mengalami hal-hal tersebut.

e)       Iritabilitas

Makhluk hidup dapat memberikan reaksi terhadap perubahan sekitarnya, misalnya cahaya, gerakan, kelembaban dan suhu. Besarnya reaksi tidak seimbang dengan besarnya aksi. Sebagai contoh, besi yang kena panas akan memuai sesuai dengan panas yang diterima.

f)        Reproduksi

Pada makhluk hidup terdapat kemampuan untuk membuat makhluk itu menjadi banyak, sedang benda mati tidak.

g)      Tumbuh dan mempunyai daur hidup

Setiap makhluk hidup mempunyai proses pertumbuhan dan mempunyai daur hidup, artinya mempunyai proses kelahiran, tumbuh, dewasa dan mati. Benda mati membesar karena pengaruh luar seperti halnya pada kristal.

Hal-hal tersebut di atas merupakan perbedaan antara makhluk hidup dengan benda-benda mati, dan bukan kriteria untuk menetapkan apakah sesuatu itu makhluk hidup atau benda mati.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *