Perbedaan Gejala Kehamilan dan Haid

Gejala-gejala PMS (Sindrom Pramenstruasi)dapat tampak sangat mirip dengan awal kehamilan. Baca terus untuk mengetahui bagaimana membedakannya. Tapi ingat: Perbedaan ini halus dan bervariasi antara wanita dengan wanita yang lainnya. Seringkali menimbulkan rasa penasaran dan harap-harap cemas bagi ibu yang sedang menantikan kehamilan.

Merasa bimbang dengan apa yang dialami saat mendekati jadwal menstruasinya, apakah merupakan tanda-tanda awal kehamilan ataukah tanda-tanda akan menstruasi. Dan ini pula yang sering membuat ibu yang dalam program hamil sering kecewa.

Mereka sering mengira bahwa dirinya akan hamil setelah mengalami beberapa gejala yang timbul pada tubuh selama mendekati masa menstruasi. Memang sangat sulit untuk bisa membedakan secara jelas, karena antara tanda-tanda awal kehamilan hampir sama dengan gejala menstruasi akan datang. Berikut gejala-gejala yang sama antara tanda kehamilan dengan gejala menstruasi.

1. Jerawat
2. Kelelahan
3. Kembung
4. Nyeri pada kaki
5. Pusing
6. Sakit kepala

7. Mual
8. Migrain
9. Dorongan seks rendah
10. Payudara nyeri atau bengkak
11. Peningkatan rasa cemas
12. Rendahnya tingkat kewaspadaan
13. Rasa tidak nyaman pada bagian perut
14. Nyeri punggung atau pinggang
15. Mengidam makanan tertentu

Dengan persamaan-persamaan tersebut, maka jelas sulit untuk membedakannya, terlebih jika saat haid pun tak kunjung tiba. Namun ada beberapa tanda yang hanya terjadi sebagai tanda-tanda kehamilan, yaitu:

  • Melasma: Dikenal sebagai topeng kehamilan, melasma adalah penggelapan daerah kulit yang sebagian besar akibat terkena sinar matahari. Ini akan hilang setelah kehamilan berakhir.
  • Bercak atau pendarahan implantasi: Hal ini terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel pada lapisan rahim. Perdarahan yang lebih pendek, lebih ringan, dan darah tampak merah muda atau kecoklatan. Tetapi, tidak semua wanita mengalami pendarahan implantasi.
  • Peningkatan sensitivitas terhadap aroma: Wanita hamil bisa menjadi sangat benci dengan aroma-aroma tertentu. bukan hanya aroma yang tak sedap, bahkan yang sebelumnya ia senangi pun bisa menjadi tak ia senangi lagi.
  • Sering buang air kecil: kehamilan menyebabkan rahim menjadi semakin membesar dan mendorong atau menekan terhadap kandung kemih. Hal ini memicu dorongan sering untuk buang air kecil..
  • Penggelapan areola (daerah sekitar puting payudara): Peningkatan kadar estrogen dalam tubuh ibu meningkatkan ukuran areola, yang menjadi lebih gelap sebagai dengan pertambahan usia kehamilan.
  • Haid tak kunjung hadir: Ini dapat dianggap sebagai tanda yang dapat diandalkan kehamilan jika dialami perempuan, yang memiliki siklus menstruasi yang teratur.
  • Akhirnya, tes kehamilan adalah cara terbaik untuk menentukan apakah gejala menunjukkan kehamilan, atau gejala menstruasi.