Pengertian Planet Ekstrasurya

Planet hanya bersinar dengan cahaya yang dipantulkan dari bintang-bintang yang mereka orbit. Karena mereka begitu jauh dari Bumi, cahaya redup mereka mencerminkan hilang dalam cahaya tersebar dari bintang-bintang di dekatnya. Pada abad kedua puluh, astronom pertama kali mencoba untuk mendeteksi planet ekstrasurya dengan melihat bintang yang bergetar. Gerak benda langit dipengaruhi oleh kedekatan mereka dengan badan-badan lain. Gaya gravitasi dari satu tubuh akan “menarik” lain untuk itu karena mereka melewati dekat satu sama lain. Orbit planet-planet di tata surya kita memiliki efek langsung pada gerakan Matahari karena perjalanan melalui galaksi Bima Sakti. Dilihat dari bagian lain dari galaksi, Matahari akan tampak goyah saat bergerak di sepanjang jalan.

Metode ini hanya bisa digunakan untuk bintang terdekat dengan Matahari karena jauh bintang adalah, semakin kecil goyangan nya. Sebuah metode yang lebih akurat untuk mendeteksi planet ekstrasurya adalah penggunaan spektroskop, perangkat yang memecah cahaya ke frekuensi komponen. Perubahan warna bintang (yang berarti perubahan dalam panjang gelombang cahaya yang dipancarkannya) akan menunjukkan bahwa bintang bergerak menuju atau menjauh dari Bumi. Gerakan ini mungkin hasil dari tarikan gravitasi planet yang mengorbit.

Pada akhir tahun 1995 dan awal 1996, tiga benda planet berukuran ditemukan. Planet pertama, ditemukan oleh astronom Swiss Michel Mayor dan Didier Queloz dari Geneva Observatory, mengorbit sebuah bintang di konstelasi Pegasus, sekitar empat puluh tahun cahaya dari Bumi. Dua planet berikutnya ditemukan oleh astronom Amerika Geoffrey Marcy dan R. Paul Butler. Salah satunya adalah di konstelasi Virgo dan yang lainnya di Ursa Major. Pada akhir tahun 2000, para astronom telah menemukan bukti lebih dari 40 planet tambahan di luar tata surya kita.

Pada tahun 1999, para astronom mengumumkan mereka telah menemukan sistem planet pertama di luar kita sendiri. Mereka terdeteksi tiga planet mengelilingi bintang Upsilon Andromedae, beberapa 44 tahun cahaya.

Dua dari tiga planet yang setidaknya dua kali Yupiter. Terdalam terletak sangat dekat dengan Upsilon Andromedae-sekitar seperdelapan jarak di mana Merkurius mengelilingi Matahari

Pada awal tahun 2001, para astronom terkejut diungkapkan mereka telah menemukan dua sistem yang lebih planet di alam semesta. Setiap sedikit beruang kemiripan dengan yang lain atau sistem tata surya kita.

Dalam satu, bintang seperti Matahari kita disertai dengan planet besar dan objek yang lebih besar 17 kali dari Yupiter. Para astronom percaya benda besar ini bisa menjadi redup, gagal bintang atau benda astronomi yang hanya belum pernah terlihat sebelumnya.

Pengertian Planet Ekstrasurya
Pengertian Planet Ekstrasurya

Pada sistem kedua, dua planet dengan ukuran yang lebih standar mengorbit sebuah bintang kecil. Namun, orbitnya di sekitar bintang yang membingungkan: planet dalam berjalan sekitar dua kali (memiliki periode orbit 30 hari) untuk setiap orbit planet luar (memiliki periode orbit 61 hari). Penemuan ini telah meninggalkan para astronom bertanya-tanya apa sistem planet yang normal adalah di alam semesta.