Pengertian dan Fungsi Neutrofil

Sebuah neutrofil dewasa adalah 12 sampai 15 mikron diameter dan memiliki inti yang terdiri dari 2 sampai 5 lobus. Kromatin padat dan mengelompok dengan area yang lebih terang yang berbeda parachromatin.

Ketika integritas fisik tubuh dilanggar dan benda asing (terutama bakteri) berhasil masuk, neutrofil agregat di lokasi dalam jumlah besar oleh faktor kemotaktik dilepaskan dari jaringan yang rusak. Penjajah yang ditelan dan dihancurkan oleh lisis. Dalam proses ini, neutrofil mati, sisa-sisa mereka segaris merupakan nanah.

Neutrofil granulosit merupakan salah satu jenis dari sel darah putih yang ada dalam tubuh kita yang dikeluarkan oleh sumsum tulang.

Disebut granulosit karena memiliki granula (butir-butir halus) di dalam sel tersebut. Granulosit sendiri merupakan sel pertahanan tubuh yang berfungsi untuk memakan benda-benda asing yang ada dalam tubuh. Jenis merupakan jenis granulosit yang mempunyai peranan dalam memakan kuman atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Neutrofil, yang membuat sekitar 60 persen dari semua sel darah putih, adalah komponen seluler terbesar dari sistem kekebalan tubuh manusia – miliaran ada di dalam setiap manusia.

Biasanya, neutrofil mencerna dan kemudian membunuh bakteri berbahaya dengan memproduksi molekul yang beracun ke sel, termasuk zat pemutih seperti disebut asam hipoklorit.

Setelah bakteri ini dibunuh, neutrofil yang terlibat merusak diri sendiri dalam sebuah proses yang dikenal sebagai apoptosis. Bukti terbaru menunjukkan bahwa proses ini sangat penting untuk mengatasi infeksi manusia.

Pengertian dan Fungsi Neutrofil
Pengertian dan Fungsi Neutrofil

Penyebab dari kenaikan neutrofil adalah faktor infeksi tubuh yang sedang terjadi. Biasanya infeksi bersifat akut yang artinya bahwa infeksi tersebut baru dan sedang terjadi pada tubuh pasien itu.

Kenaikan pada hasil darah menandakan bahwa tubuh yaitu sel darah putih sedang melawan infeksi yang menyerang tubuh dan terus memakan produksi kuman dan juga benda-benda asing yang ada dalam tubuh, seperti kuman bakteri itu sendiri. Oleh karena itu, jumlah neutrofil yang lebih dari batas normal menandakan tubuh kita sedang dalam masa infeksi atau disebut “sakit”.

Sedangkan gejala yang dapat timbul bila kekurangan neutrofil adalah tanda-tanda infeksi seperti panas badan, sakit pada bagian badan, batuk, pilek, sakit tenggorokan, diare, muntah, sakit pada bagian perut ataupun sakit pada bagian lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *