Fungsi Leukosit

Leukosit, khususnya sel berwarna dengan inti, yang ditemukan dalam darah dan getah bening. Leukosit merupakan pertahanan utama tubuh terhadap organisme menyerang dan bahan asing lainnya. Mereka menggunakan dua metode utama pertahanan: fagositosis (konsumsi penyerang) dan respon imun (lihat sistem kekebalan tubuh.

Leukosit mampu gerakan amoeboid. Mereka dibuat oleh sumsum tulang dan dapat menghasilkan antibodi dan bergerak melalui dinding pembuluh untuk bermigrasi ke situs cedera, di mana mereka mengisolasi dan menghancurkan jaringan yang mati, protein asing, dan bakteri.

Jenis leukosit termasuk limfosit dan monosit / makrofag, yang agranular, dan neutrofil, eosinofil, dan basofil, yang semuanya granulosit. Populasi leukosit (sekitar 6.000 per mm3) terdiri kira-kira sebagai berikut: neutrofil (60-70%), limfosit (20-25%), monosit (3-8%), eosinofil (2-4%) , dan basofil (0,5-1%).

Didalam tubuh kita leukosit ini memiliki lima jenis, lima jenis leukosit ini yaitu neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil dan basofil. dan masing- masing jenis leukosit ini memiliki fungsi yang berbeda dalam tubuh kita, dan pada orang normal, jumlah liam jenis leukosit berkisar antara:

• Neutrofil: 3150-6200
• Limfosit: 1500 hingga 3000
• Monosit: 300 sampai 500
• Eosinofil: 50 sampai 250
• Basofil: 15 sampai 50, per mikro liter darah.

Leukosit ini memeang sangat penting bagi tubuh namun jika diantara lima jenis leukosit ini mengalami penigkatan kita harus waspada karena jika jenis del darah ini meningkat ia tidak lagi berfungsi untuk kekebaln tubuh kita namun bisa menyebabkan penyakit.

misalnya yaitu jika jumlah neutrofil tinggi akan menunjukkan infeksi, kanker atau stres fisik. Ssementara jumlah limfosit yang tinggi akan menunjukkan AIDS. Jumlah monosit dan eosinofil tinggi biasanya menunjukkan infeksi bakteri.

Fungsi Leukosit
Fungsi Leukosit

Fungsi Leukosit

  • Berfungsi menjaga kekebalan tubuh sehingga tak mudah terserang penyakit
  • Melindungi badan dari serangan mikroorganisme pada jenis leukosit granulosit dan monosit
  • Mengepung darah yang sedang terkena cidera atau infeksi
  • Menangkap dan menghancurkan organisme hidup
  • Menghilangkan atau menyingkirkan benda-benda lain atau bahan lain seperti kotoran, serpihan-serpihan dan lainnya.
  • Mempunyai enzim yang dapat memecah protein yang merugikan tubuh dengan menghancurkan dan membuangnya
  • Menyediakan pertahanan yang cepat dan juga kuat terhadap penyakit yang menyerang.
  • Sebagai pengangkut zat lemak yang berasal dari dinding usus melalui limpa lalu menuju ke pembuluh darah
  • Pembentukan Antibodi di dalam tubuh.

Apa itu Leukosit

Leukosit adalah sel lain yang terdapat dalam darah. Fungsi umum leukosit ini ini sangat berbeda dengan SDM. Leukosit atau leukosit (Leukocyte) ini umumnya berperan dalam mempertahankan tubuh terhadap penyusupan benda asing yang selalu dipandang mempunyai kemungkinan untuk mendatangkan bahaya bagi kelangsungan hidup individu. Meskipun demikian, bila dilihat kembali kemahluk hidup yang lebih sederhana, leukosit ini hanya merupakan spesialisasi dari fungsi pertahanan tubuh, seperti yang dijalankan oleh sel-sel pengembara (wanderring cells).


Sel pengembara ini berfungsi membawa makanan dari tempat penyerapan keseluruh tubuh, membawa bahan buangan dalam arah sebaliknya dan mempertahankan tubuh dari benda dan sel asing. Leukosit ini merupakan sel darah yang mengkhususkan diri, tercermin dari asal usulnya, yang sama dengan SDM, yaitu sel-sel “akar” (stem cells) yang terus menerus membelah didalam sumsum tulang. Jumlah normal leukosit mempunyai rentangan yang cukup luas, yaitu antara 5.103-104/mL.


Jumlah leukosit didalam darah tidaklah sebanyak SDM. Leukosit berada dalam jumlah antara 0,1-0,2% dari jumlah SDM. Untuk menjelaskan kenyataan tersebut, perlu diingat bahwa tubuh memerlukan oksigen tiap saat dan dalam jumlah yang besar. Untuk itu, diperlukan pembawa khusus, yang tidak melakukan fungsi lain. Ini dipenuhi oleh SDM yang berada dalam jumlah yang besar. Selain itu, untuk menjamin fungsi tunggal ini, SDM merupakan sel yang telah berdiferensiasi sempurna dan sekaligus merupaka sel akhir (end cells).


Sebaiknya, leukosit tidaklah diperlukan tiap saat diseluruh tubuh. Sel ini hanya diperlukan ditempat-tempat terjadinya konflik dengan benda asing. Untuk menghadang benda atau sel asing disuatu tempat tertentu, leukosit dapat dikerahkan dari tempat lain dalam aliran darah kesana. Apabila benda asing tersebut cukup banyak atau penanganannya memerlukan suatu jangka waktu tertentu, sebagian dari leukosit dapat memperbanyak diri dengan mitosis diluar jaringan sumsum tulang. Leukosit yang serupa ini bukanlah sel akhir. Jelaslah, mengapa leukosit dibuat dalam perbandingan yang jauh lebih kecil dari pada SDM, walaupun keduanya mengekspresikan 2 fungsi yang berbeda dari sel pengembara pada makhluk metazoa yang lebih sederhana (Mohamad Sadikin, 2001).


Leukosit merupakan komponen selular penting dalam darah yang berperan dalam sistem kekebalan. Dikenal adanya 3 jenis leukosit, yaitu limfosit (baik B maupun T), granulosit (neutrofil, eosinofil dan basofil) dan monosit. Ketiganya berasal dari dua garis keturunan asal sel stem hematopoietic multipoten yang sama, limfosit berasal dari garis keturunan progenitor limfoid, sedangkan granulositdan monosit berasal dari garis keturunan progenitor myeloid. Limfosit B berfungsi menghasilkan antibodi, sedangkan limfosit T berperan utama dalam berbagai mekanisme imun selular seperti membunuh sel-sel yang terinfeksi virus atau sel-sel kanker. Dalam sel darah tepi, jumlah leukosit relatif paling sedikit dibandingkan dengan dua sel darah lainnya dengan masa hidup selama 13-20 hari.


Pada orang dsewasa normal, jumlah keseluruhan leukosit adalah sekitar 4.500-10.000 per mcl dengan presentasi limfosit 25-35%, granulosit neutrophil (segmen) 50-70%, basophil 0,4-1%, eosinophil 1-3% dan monosit 4-6%. Pada keadaan tertentu karena gangguan kesehatan jumlah leukosit dapat mengkat disebut leukositosis dan sebaliknya dapat menurun disebut leucopenia.

Sebagaimana halnya dengan sel darah merah, pada membran leukosit juga terdapat antigen-antigen. Selain antigen sistem golongan darah, pada leukosit dikenal adanya antigen leukosit yang menyerupai antigen kompleks histokompatibilitas utama (Major Histocompatibility Complex, MHC) pada tikus. Sistem antigen leukosit yang kemudian dikenal sebagai antigen manusia (Human Leukocyte Antigen, HLA) ini terbukti kelak sangat kompleks dan dikatakan sebagai sistem polimorfisma genetik paling rumit pada manusia (Abdul Salam, 2012).


Bentuk dan sifat dari leukosit (leukosit) berbeda dengan eritrosit. Bentuknya bening, tidak berwarna, lebih besar dari eritrosit, dapat berubah dan bergerak dengan perantara kaki palsu (pseudopodia), mempunyai bermacam-macam inti sel, banyaknya antara 6000-9000/mm3. Fungsi utama leukosit adalah sebagai pertahanan tubuh dengan cara menghancurkan patogen (kuman, virus, dan toksin). Sebagai pertahanan tubuh dikerahkan ketempat-tempat infeksi dengan jumlah berlipat ganda.


Leukosit dapat bergerak dari pembuluh darah menuju jaringan, saluran limfe dan kembali lagi kedalam aliran darah. Leukosit bersama sistem magrofag jaringan atau sel retikuloendotel dari hepar, limpa, sumsum tulang, alveoli paru, mikroglia otak dan kelenjar getah bening melakukan fagositosis terhadap kuman dan virus yang masuk. Setelah didalam sel kuman/virus dicerna dan dihancurkan oleh enzim pencernaan sel (Syaifuddin, 2006).