Fungsi Kelenjar Adrenal dan Penyakit Kelenjar Adrenal

Kelenjar adrenal, yang terletak di bagian atas setiap ginjal, menghasilkan hormon yang membantu mengontrol gula darah tubuh, membakar protein dan lemak, bereaksi terhadap stres seperti penyakit utama atau cedera, dan mengatur tekanan darah. Dua dari hormon adrenalin yang paling penting adalah kortisol dan aldosteron. Kelenjar adrenal juga memproduksi adrenalin dan sejumlah kecil hormon seks yang disebut androgen, antara hormon lainnya.

Kelenjar adrenal adalah dua kelenjar terpisah yang berada di permukaan ginjal. Kelenjar adrenal memiliki nama lain kelenjar superenalis, adrenal sendisi berasal dari istilah Latin ‘ad renes’, artinya ‘berada di dekat ginjal’. Kelenjar ini memegang peran penting di dalam tubuh, antara lain mengatur metabolisme tubuh dan produksi hormon penyebab stres, serta memproduksi dan mengatur hormon seks, khususnya estrogen.

Salah satu hormon yang banyak diketahui adalah adrenalin yang juga berasal dari kelenjar adrenal. Hormon ini akan terangsang dan terlepas saat berada dalam kondisi ‘fight or flight’, untuk mempersiapkan reaksi tubuh terhadap keadaan darurat atau menakutkan. Kedua kelenjar adrenal berada di permukaan ginjal, namun bentuknya tidak simetris. Salah satu kelenjar berbentuk segitiga, sedangkan kelenjar lainnya berbentuk seperti setengah bulan. Panjang dan lebar keduanya hanya sekitar 3 inchi.

Kelenjar adrenal terdiri dari tiga bagian. Bagian yang kurang dikenal adalah pelindung penutup lemak di sekitar kelenjar yang disebut kapsula adiposa, fungsi utamanya adalah melindungi dan membungkus adrenal.

Korteks adrenal atau korteks, adalah bagian inti luar yang membentuk 80% volume kelenjar. Bagian ini melepaskan hormon yang sangat penting bagi tubuh, termasuk:

  • Glukokortikoid, pelepasan hormon ini dirangsang oleh kelenjar hipotalamus dan pituitari. Glukokortikoid mengatur tekanan darah dan mengubah lemak dan karbohidrat menjadi tenaga.
  • Mineralokortikoid, hormon ini dirangsang oleh ginjal. Mineralokortikoid mengatur ekskresi mineral dan menyeimbangkan kadar gula dan cairan tubuh.
  • Kortikosteron, adalah golongan glukokortikoid, berfungsi mengatur reaksi kekebalan tubuh, seperti menekan peradangan.
  • Hormon seks atau androgen diproduksi oleh kelenjar adrenal.

Sementara sisanya sebesar 20% merupakan volume kelenjar adrenal atau medula adrenal. Bagian ini berfungsi memproduksi hormon epinefrin (adrenalin) dan norepinefrin saat tubuh dalam keadaan tertekan. Kedua hormon ini memengaruhi pencernaan, meningkatkan indera dan kesadaran, dan mengarahkan aliran darah langsung ke otak dan otot. Gabungan kedua hormon ini membuat tubuh segera bereaksi, khususnya dalam situasi berbahaya.

Jenis-jenis Penyakit Kelenjar Adrenal

  • Gangguan pada kelenjar adrenal akan muncul bila produksi hormon berlebihan atau terlalu sedikit. Ketidakseimbangan ini menyebabkan infeksi, tumor, mutasi genetik atau gangguan pada kelenjar lain, seperti kelenjar pituitari yang juga mengatur kelenjar adrenal.
  • Sindrom Cushing – Kondisi ini disebabkan oleh produksi hormon kortisol berlebih di dalam korteks adrenal, yang dapat memicu tumor pada kelenjar pituitari atau adrenal dan yang sangat jarang terjadi, kanker paru-paru.
  • Penyakit Addison – Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan produksi kortisol dan aldosteron. Jika gangguan berada di dalam kelenjar adrenal, maka disebut insufisiensi adrenalin primer. Namun bila masalahnya ada pada otak dan perintah produksi hormon, maka disebut adrenalin sekunder.
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *