11 Fungsi Hormon Progesteron

Progesteron adalah salah satu hormon dalam tubuh kita yang merangsang dan mengatur berbagai fungsi. Progesteron berperan dalam menjaga kehamilan. Hormon ini diproduksi di ovarium, plasenta (saat seorang wanita hamil) dan kelenjar adrenal. Ini membantu mempersiapkan tubuh Anda untuk pembuahan dan kehamilan dan mengatur siklus menstruasi bulanan. Ini juga memainkan peran dalam gairah seksual.

Progesteron adalah hormon yang dikeluarkan oleh sistem reproduksi wanita yang berfungsi terutama untuk mengatur kondisi lapisan dalam (endometrium) rahim.

Progesteron diproduksi oleh ovarium, plasenta, dan kelenjar adrenal. Progestin adalah istilah digunakan untuk menggambarkan progesteron dan hormon steroid sintetis dengan sifat seperti progesteron, misalnya levonorgestrel progestogen..

Fungsi Progesteron:

1. Meningkatkan dan mempertahankan kehamilan
2. Diuretik; mengurangi retensi air
3. Meningkatkan fungsi tiroid
4. antidepresan alami dan hormon anti-kecemasan
5. Meningkatkan libido (hasrat seksual)

6. Mengurangi kontraksi rahim (kram). Baik untuk kram menstruasi
7. Penurunan reseptor estrogen
8. Meningkatkan pematangan sel alami (penurunan risiko kanker)
9. Menyusutnya multiplikasi sel yang disebabkan oleh estrogen
10. Meningkatkan kematian sel normal
11. Penurunan frekuensi seizurs

Peran Progesteron pada Wanita

Salah satu fungsi yang paling penting progesteron adalah untuk menyebabkan endometrium untuk mensekresikan protein khusus selama paruh kedua siklus menstruasi, mempersiapkan untuk menerima dan memelihara telur dibuahi implan. Jika implantasi tidak terjadi, estrogen dan progesteron menurun, istirahat endometrium turun dan menstruasi terjadi.

Jika kehamilan terjadi, progesteron diproduksi di plasenta, dan tingkat tetap tinggi selama kehamilan. Kombinasi estrogen dan progesteron yang tinggi menekan ovulasi lebih lanjut selama kehamilan. Progesteron juga mendorong pertumbuhan kelenjar penghasil susu di payudara selama kehamilan.

Tingkat progesteron yang tinggi diyakini ikut bertanggung jawab atas gejala sindrom pramenstruasi (PMS), seperti nyeri payudara, perasaan kembung dan perubahan suasana hati. Bila Anda melewatkan periode, bisa jadi karena kegagalan ovulasi dan tingkat progesteron rendah berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *