Fungsi Darah

Darah pada dasarnya adalah jenis dari jaringan ikat yang ditemukan dalam tubuh manusia dalam keadaan cairan. Hal ini terdiri dari plasma yang merupakan cairan yang sangat kental dan 3 jenis sel darah yang beredar di dalamnya. Hampir 92% dari plasma adalah air sedangkan sisanya terdiri dari enzim, hormon, antibodi, nutrisi, gas, garam, protein dan metabolit dari berbagai jenis. Selain plasma, konstituen seluler darah adalah sel-sel darah merah dan putih dan trombosit.

Darah mempunyai dua fungsi utama, yaitu sebagai media pengangkut beragam substansi dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain dan sebagai alat pertahanan tubuh terhadap serangan organism pathogen. Darah sebagai alat pertahanan tubuh mempunyai tiga fungsi, yaitu fagositosis, produksi antibodi, dan pembekuan darah.

Fagositosis

Proses penelanan dan percernaan partikel asing oleh sel darah putih disebut fagositosis. Dalam perlawanan dengan partikel asing, beberapa sel fagosit mati dan partikel asing yang mati akan membentuk nanah.

Produksi antibodi

Saat kuman penyakit masuk ke dalam aliran darah, kuman-kuman tersebut boleh jadi memproduksi bahan beracun (toksin). Toksin akan merangsang darah untuk membentuk antibodi. Antibodi berperan sebagai antitoksin untuk menetralisir efek racun dari toksin. Antibodi juga membunuh bakteri di dalam darah.

Pembekuan darah

Bagaimana proses pembekuan darah pada luka di tubuhmu? Trombosit yang pecah saat menyentuh permukaan luka yang kasar akan mengeluarkan enzim trombokinase. Enzim trombokinase menyebabkan perubahan protombin menjadi thrombin. Perubahan tersebut dipercepat oleh ion kalsium. Selanjutnya, thrombin mengubah fibrinogen menjadi benang-benang.

dra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *