Ciri-ciri Umum Filum Echinodermata

Echinodermata adalah organisme (semua lautan) yang memiliki kulit berduri. Kata “echinoderm” berarti “kulit berduri.” Bintang laut, teripang, bintang rapuh, dan bulu babi adalah contohnya.

Kebanyakan echinodermata memiliki simetri radial pentamerous, yang berarti mereka dapat dibagi secara eksternal menjadi lima bagian yang sama sepanjang sumbu oral / aboral sentral.

Echinodermata juga memiliki sistem pembuluh air. Air memasuki hewan melalui lubang yang disebut madreporite. Air tersebut kemudian disalurkan ke kaki tabung, menggunakan struktur echinodermata untuk gerak.

Pengertian

Echinodermata berasal dari bahasa Yunani yaitu Echinos yang berarti duri, derma yang berarti kulit, berarti hewan yang kulitnya berduri. Kelompok hewan ini meliputi Bintang Laut, Bintang Ular, Landak Laut, Lilia Laut, dan Mentimun Laut. Menurut Kastawi dkk. (2003: 267) Echinodermata merupakan hewan laut yang hidup di pantai, tetapi kebanyakan didasar laut.

Echinodermata adalah hewan laut yang termasuk hewan coelomate dengan simetri radial, dimana tubuh dapat dibagi menjadi lima bagian tersusun mengelilingi sumbu pusat. Ada sebuh coelom besar bersifat enterocoelous bersilia membentuk ruangan perivisceral dan beberapa sistem berbelit-belit (Marshall, 1972: 125).

Echinodermata tidak mempunyai anggota yang bersifat parasitic. Echinodermata memiliki kemampuan besar untuk regenerasi. Penyebaran Echinodermata sangat luas dan filum ini terdiri atas 5.300 spesies dan sejumlah besar berupa fosil (Kastawi, dkk. 2005: 267).

Ciri-ciri

Ciri-Ciri Echinodermata meliputi:

  • Tidak mempunyai sebuah sistem ekskresi
  • Perkembangbiakan secara seksual
  • Tubuh echinodermata terdiri atas 3 lapisan dan memiliki rongga tubuh atau disebut dengan tripoblastik
  • Mempunyai bentuk tubuh yang simetri bilateral pada saat masih larva, dan disaat dewasa bentuk tubuhnya simteri radial
  • Memiliki kulit tubuh yang terdiri atas zat kitin
  • Bergerak dengan ambulakral yakni kaki tabung dengan lubang-lubang kecil yag fungsinya untuk menghisap.
  • Memiliki sistem pencernaan sempurna kecuali bintang laut yang tidak mempunyai anus.
  • Pada permukaan tubuh terdiri atas tonjolan-tonjolan yang menyerupai duri
  • Memiliki sebuah sistem tabung jaringan hidrolik

Sistem Organ

  • Sistem peredaran darah, Echinodermata mempunyai sebuah sistem peredaran darah yang masih belum. Bila digambarkan secara sederhana, pembuluh darah berawal dari yang mengelilingi mulut, Sesudah itu berjabang pada setiap kaki tabung.
  • Sistem pernapasan, Echinodermata dilakukan engan menggunakan insang atau pupula (tonjolan pada rongga tubuh).
  • Sistem persarafan, Echinodermata terdiri atas saraf yang berbentuk lingkaran (cincin) yang mempersarafi mulut, dan saraf radial yang mirip tali mempersarafi pada bagian lengan atau kaki tabung.
  • Sistem pencernaan, berupa mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Dapat dikatakan, sistem pencernaannya sudah sempurna. Tetapi tidak terdapat sistem ekskresi pada hewan Echinodermata.

Reproduksi

Echinodermata berkembang biak secara seksual, yakni hewan jantan dan betina yang melepaskan sel gametnya ke air laut, dan proses fertilisasi yang berlangsung secara eksternal (di dalam air laut).

Cara Hidup

Echinodermata merupakan hewan yang hidup secara bebas artinya habitat hewan ini bisa dimana saja, bisa di laut pantai sampai laut dalam. Makanan tergantung kepada jenisnya. Contoh makanan yaitu plankton, atau organisme yang mati atau membusuk.

Klasifikasi

Berdasarkan bentuk tubuhnya, Echinodermata dikelompokkan ke dalam lima kelas, yakni sebagai berikut :

1. Kelas Archoidea

Ciri-ciri Echinoidea:

  1. Lekuk-lekuk ambulakral tidak ada.
  2. Pedicellaria bertangkai dan mempunyai 3 jepit.
  3. Tubuh berbentuk bola, seperti mangkuk, oval atau bentuk jantun, tubuh tertutup oleh cangkang endoskeleton dari lempeng-lempeng kalkareus yang sebelah luar, dibedakan ke dalam 5 daerah ambulakral berseling dengan 5 daerah inter-ambulakral.
  4. Podia atau kaki tabung keluar dari lubang-lubang dari lempeng-lempeng ambulakral dan berfungsi untuk pergerakan.
  5. Mulut terletak pada pusat permukaan oral yang dikelilingi oleh peristomium yang bersifat membrane.
  6. Anus terletak di kutub aboral dan dikelilingi oleh periproct bersifat membrane.
  7. Echinoidea biasanya hidup di daerah pantai, atas batu karang, dasar laut, dalam lumpur, sumur-sumuran daerah pantai, dan muara sungai.
  8. Seks terpisah, kelenjar kelamin pentamerous.
  9. Perkembangbiakan meliputi larva-larva echino-pluteus yang berenang bebas.

2. Kelas Holothuroidea

Kelas Holothuroidea

Ciri-ciri Holothuroidea:

  • Tubuhnya simetri bilateral
  • Biasanya memanjang atau dengan mulut terletak pada satu ujung dan anus terletak pada ujung yang lain.
  • Permukaan tubuh kesat, tidak ada spina atau duri.
  • Endoskeleton tereduksi berupa spikula berukuran mikroskopis atau lempeng-lempeng tertanam di dalam dinding tubuh.
  • Mulut dikelilingi oleh sekumpulan tentakel.
  • Podia atau kaki tabung biasanya ada dan berfungsi untuk pergerakan

3. Kelas Asteria

Kelas AsteriaCiri-ciri Asteria:

  • Skeleton terdiri atas lamina (ossikula) yang tersusun rapat.
  • Lamina terletak di antara 2 lapisan jaringan pengikat di dalam dinding tubuh.
  • Tubuh berbentuk bintang, terdiri atas satu diskus sentralis dan lima radii.
  • Memiliki dataran oral dan dataran aboral
  • Di antara ossikula terdapat srabut serabut otot, dan pori-pori yang disebut pori dermal.
  • Pada bagian aboral, pada ossikula berpangkal spina, di antara spina ada yang dapat digerakkan.

4. Kelas Crinoidea

Kelas Crinoidea Ciri-ciri Crinoidea:

  • Tubuhnya menyerupai bunga lili atau bunga bakung dan bentuk seperti bulu burung.
  • Tidak mempunyai duri
  • Bentuk tubuh seperti tumbuhan tapi ada yang bertangkai dan ada yang tidak bertangkai.
  • Crinoidea yang bertangkai adalah individu yang tidak dapat bergerak dan mulutnya terarah keatas.
  • Crinoidea yang tak bertangkai merupakan individu yang dapat bergerak bebas didalam laut.
  • Kaki tabungnya kurang mempunyai suber (alat hisap)
  • Sistem syaraf berbentuk cincin yang selanjutnya bercabang-cabang pada tiap lengan
  • Kulitnya tersusun dari zat kitin. Contoh spesies dari Crinoidea adalah Antedon sp, Anemon sp, Holopus, dan Metacrinus (lilia laut).
  • Ukurannya tidak lebih dari 40 cm panjangnya dan berwarna mencolok.
  • Tubuhnya terdiri dari cakram sentral dengan lima lengan bermula dari cakram ini setiap lengan bercabang dua atau lebih.
  • Setiap cabang mempunyai ranting-ranting melintang yang disebut pinul (pinnulae). Cabang-cabang ini membuat hewan berbulu-bulu.
  • Cakram sentral bentuknya seperti mangkuk dengan mulut terletak di dasar (di bawah).

5. Kelas Ophiuroidea

Kelas Ophiuroidea

Ciri-ciri Ophiuroidea:

  • Tidak memiliki lekuk ambulakral.
  • Tidak memiliki anus dan intestine.
  • Tubuh pipih dengan diskus sentral bersegi lima atau bulat.
  • Permukaan oral dan aboral adalah jelas.
  • Lengan-lengan biasanya lima, ramping, halus atau berduri.
  • Madreporit terdapat pada permukaan oral.
  • Habitat Ophiuroidea adalah diantara batu-batu karang di dalam air laut.
  • Sistem pernapasan menggunakan lima pasang kantong udara yang kecil dan terletak disekitar celah mulut.
  • Sistem pencernaan terdapat pada bola cakram. sistem reproduksi terjadi di luar tubuh dengan melepaskan sel jantan dan sel betina di air, kemudian sel-sel ini bersatu dan akan membentuk pluteus (larva yang bersilia yang akan mengalami metamorphosis dari bentuk bintang laut menjadi bentuk bintang ular).

Peranan

Peran echinodermata yaitu sebagai berikut :

Peran Echinodermata yang menguntungkan: Echinodermata dimanfaatkan manusia, antara lain:

    1. Bulu babi dapat diambil gonadnya untuk dikonsumsi. Jepang memiliki peternakan bulu babi yang luas. Di wilayah Indonesia, terdapat di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kendari.
    2. Holothuria (mentimun laut) diperdagangkan sebagai teripang kering atau kerupuk teripang. Hongkong merupakan pusat perdagangan teripang dunia. Di negeri China, mentimun laut dikeringkan dan dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan.
    3. Echinodermata memakan bangkai-bangkai, sehingga pantai menjadi bersih

Peran Echinodermata yang merugikan: Sedangkan peranan merugikan, antara lain:

    1. Bintang laut sering memakan kerang mutiara di tempat budidaya kerang mutiara.
    2. Achanbasther merupakan hama pada terumbu karang, karena memakan polip Coelenterata.