Bagian-bagian Sel Darah dan Fungsinya

Apa itu sel darah? Sel darah terlihat seperti apa? fungsi apa yang mereka lakukan? Bagaimana saya bisa mengenali kategori yang berbeda? Ini adalah deskripsi singkat dari sel-sel darah dan termasuk eksperimen sederhana yang memungkinkan Anda untuk menjadi akrab dengan sel-sel cairan berharga ini. Bagian-bagian sel darah terdiri atas sel darah merah eritrosit, sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit).

a. Plasma Darah

Plasma darah adalah cairan darah berwama kekuning-kuningan yang mengandung 90% air dan zat-zat terlarut. Plasma darah berfungsi untuk mengatur tekanan osmosis darah, membawa zat-zat makanan ke seluruh tubuh, dan mengangkut zat-zat sisa metabolisme dari jaringan tubuh. Di dalam plasma darah, terdapat fibrinogen yang berfungsi dalam proses pembekuan darah.

Jika terjadi luka, fibrinogen akan membentuk benang-benang fibrin. Benang fibrin akan membentuk jaring seperti jala yang berfungsi untuk menjaring sel darah dan menutup luka. Jika plasma darah dipisahkan dari fibrinogen, akan terbentuk cairan bewama kuning. Cairan ini disebut serum. Serum mengandung antibodi yang berguna untuk membunuh benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

b. Sel Darah Merah (Eritrosit)

Eritrosit adalah sel darah yang paling banyak jumlahnya dibandingkan dengan leukosit maupun trombosit. Setiap 1 mm3 ‘ darah mengandung 5-6 juta eritrosit. Eritrosit dibentuk di sumsum tulang. Bentuk eritrosit bulat pipih, tidak berinti, dan cekung pada kedua sisinya (bikonkaf). Eritrosit berwama merah karena mengandung hemoglobin, yaitu suatu pigmen merah yang mengandung zat besi. Ketika darah melewati paru-paru, oksigen terikat pada hemoglobin. Kemudian, eritrosit bergerak ke jaringan tubuh dan melepaskan oksigen yang selanjutnya berdifusi ke dalam sel tubuh.

c. Leukosit

Leukosit mempunyai inti, benruknya tidak tetap, dapat bergerak secara amoeboid, dan dapat menembus dinding kapiler. Keluarnya leukosit dari pembuluh darah kapiler disebut diapedesis. Leukosit berumur 12-13 hari. Setiap 1 mm3 darah mengandung 5.000-10.000 leukosit dan jumlahnya akan meningkat jika terjadi infeksi. Leukosit ada lima jenis, yaitu monosit, neutrofil, basofil, eusinofil, dan limfosit. Leukosit berfungsi untuk melindungi tubuh dari kuman-kuman penyakit dengan berbagai cara, misalnya monosit dan neutrofil memakan bakteri atau kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh dan limfosit menghasilkan zat antibodi. Leukosit dibentuk di dalam sumsum tulang, limpa, dan kelenjar getah bening. Keadaan leukosit yang melebihi jumlah normal disebut leukositosis dan sebaliknya jika kurang dari normal disebut leukopeni.

d. Keping Darah (Trombosit)

Trombosit berbentuk tidak teratur dan tidak berinti. Umur trombosit hanya 7-9 hari dan jumlahnya berkisar 250 ribu/mm3 darah. Trombosit berperan dalam proses pembekuan darah. Trombosit yang pecah akan mengeluarkan enzim trombokinase (pengaktif protrombin). Enzim ini akan mengubah protrombin menjadi trombin dengan bantuan kalsium dan vitamin K. Kemudian, trombin akan merangsang fibrinogen untuk menghasilkan benang-benang fibrin. Kumpulan benang ini akan membentuk struktur seperti jala yang dapat menjaring sel darah merah sehingga tidak keluar dari pembuluh darah yang terluka.

Loading...

Fungsi Darah

Darah mempunyai berbagai macam fungsi di antaranya adalah sebagai berikut ini.

  1. Darah berfungsi sebagai alat pengangkut. Darah dapat berfungsi untuk mengangkut dan mengedarkan zat-zat ke seluruh tubuh, misalnya sel darah merah mengangkut oksigen dan karbon dioksida; plasma darah mengangkut sari makanan, karbon dioksida, urea, dan hormon.
  2. Leukosit berfungsi dalam membunuh kuman penyakit.
  3. Trombosit berfungsi dalam proses pembekuan darah.
  4. Darah juga berfungsi dalam menstabilkan suhu tubuh.
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *