Perbedaan antara Respirasi Internal dan Eksternal

Proses dimana oksigen dan karbon dioksida yang masuk dan keluar dari darah yang terletak di paru-paru dan di jaringan metabolisme tubuh. Di dalam sistem respirasi ada yang disebut dengan respirasi internal dan respirasi eksternal. Dan berikut ini merupakan paparan tentang perbedaan antara respirasi internal dan respirasi eksternal.

Respirasi Internal

Respirasi Internal merupakan pertukaran CO2 dan O2 antara kapiler sistemik dengan sel jaringan. PO2 dalam kapiler darah = 105 mmHg sedangkan PO2 dalam sel jaringan = 40 mmHg. Perbedaan tekanan ini akan menyebabkan oksigen akan meresap keluar dari kapiler darah ke dalam sel sehingga PO2 dalam kapiler darah menurun ke 40 mmHg. Saat O2 meresap de dalam sel, CO2 akan meresap ke arah yang bertentangan.

Respirasi internal atau respirasi sel merujuk kepada proses-proses metabolik intrasel yang dilakukan di dalam mitokondria, yang menggunakan O2 dan menghasilkan CO2 selagi mengambil energi dari molekul nutrien.

Faktor yang Mempengaruhi Ventilasi Pulmonal

  1. Faktor Internal
    1. Ras, berkaitan erat dengan genetik.
    2. Jenis Kelamin, laki-laki lebih membutuhkan metabolisme pernafasan yang tinggi daripada perempuan.
    3. Tinggi Badan dan Berat Badan, dipengaruhi oleh jaringan dan oksigen.
    4. Umur, saat lahir terjadi perubahan respirasi yang besar yaitu paru-paru yang sebelumnya berisi cairan menjadi berisi udara. Bayi memiliki dada yang kecil dan jalan nafas yang pendek. Bentuk dada bulat pada waktu bayi dan masa kanak-kanak, diameter dari depan ke belakang berkurang dengan proporsi terhadap diameter transversal. Pada orang dewasa thorak diasumsikan berbentuk oval. Pada lanjut usia juga terjadi perubahan pada bentuk thorak dan pola napas.
  2. Faktor Eksternal
    1. Ketinggian, ketinggian, panas, dingin dan polusi mempengaruhi oksigenasi. Makin tinggi daratan, makin rendah PaO2, sehingga makin sedikit O2 yang dapat dihirup individu. Sebagai akibatnya individu pada daerah ketinggian memiliki laju pernapasan dan jantung yang meningkat, juga kedalaman pernapasan yang meningkat.
    2. Kelembaban dan Temperatur, sebagai respon terhadap panas, pembuluh darah perifer akan berdilatasi, sehingga darah akan mengalir ke kulit. Meningkatnya jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh akan mengakibatkan curah jantung meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga akan meningkat. Pada lingkungan yang dingin sebaliknya terjadi kontriksi pembuluh darah perifer, akibatnya meningkatkan tekanan darah yang akan menurunkan kegiatan-kegiatan jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen.

Respirasi eksternal

Respirasi eksternal adalah proses menghirup oksigen dari udara ke dalam paru-paru dan mengeluarkan karbon dioksida dari paru-paru ke udara.

Proses pernapasan atau respirasi sering dijelaskan dalam dua bagian yaitu respirasi eksternal dan respirasi internal. Respirasi internal merupakan transfer gas antara darah dan sel-sel. Respirasi eksternal ini termasuk proses fisik karena oksigen diambil oleh kapiler alveoli paru-paru dan karbon dioksida dilepaskan dari darah

Dalam rangka menjelaskan bagaimana sistem pernapasan seseorang berfungsi digunakan beberapa istilah khusus untuk merujuk pada jumlah gas yang masuk dan keluar dari struktur yang digunakan untuk respirasi eksternal, seperti di bawah ini:

  1. Volume menit adalah jumlah udara ditarik ke dalam paru-paru selama satu menit. Biasanya sekitar 12-16 pernafasa / menit, sehingga kira-kira 6-8 liter / menit.
  2. Volume residu adalah udara yang tetap di paru-paru setelah ekspirasi. Biasanya sekitar 0,35 liter.
  3. Volume tidal adalah jumlah udara yang diambil ke dalam paru-paru selama satu nafas ketika orang itu di beristirahat. Biasanya sekitar 0,5 liter.
  4. Kapasitas vital adalah volume maksimal napas terinspirasi, berikut kedaluwarsa maksimalnya. Biasanya sekitar 3,5 -. 4,5 liter.

Perbedaan Respirasi Internal dan Eksternal

  • Respirasi eksternal meliputi pertukaran gas (oksigen dan karbon dioksida) antara cairan interstisial tubuh dengan lingkungan luar. Tujuan dari respirasi eksternal adalah untuk memenuhi kebutuhan respirasi sel sedangkan Respirasi internal adalah proses absorpsi oksigen dan pelepasan karbon dioksida dari sel. Proses respirasi internal ini disebut juga respirasi selular, terjadinya di mitokondria.
  • Respirasi eksternal adalah proses mekanis, tetapi respirasi internal adalah proses kimia.
  • Respirasi eksternal terutama terjadi pertukaran sebagian besar gas masuk dan keluar dari tubuh, sementara respirasi internal proses pemecahan nutrisi dengan oksigen untuk menghasilkan energi.
  • Respirasi eksternal terjadi antara tubuh dan lingkungan eksternal sedangkan respirasi internal yang terjadi di tingkat sel.
  • Respirasi eksternal melibatkan proses aktif dan pasif, tetapi respirasi internal hanya proses aktif.
  • Respirasi eksternal baik sadar dan tidak sadar, sedangkan respirasi internal selalu proses tidak disengaja.
  • Respirasi internal menghasilkan energi dan produk-produk limbah, tapi tidak ada kecuali pertukaran gas dan suara yang diproduksi dalam respirasi eksternal.