Perbedaan antara Entalpi dan Entropi

Sekilas bisa dijelaskan perbedaan entalpi dan entropi seperti berikut ini, entalpi adalah jumlah energi panas yang ditransfer (panas yang diserap atau dipancarkan) dalam proses kimia di bawah tekanan konstan. Sedangkan entropi mengukur jumlah panas tersebar atau ditransfer selama proses kimia. Dan masih ada lagi perbedaan-perbedaan diantara keduanya, untuk lebih jelasnya langsung saja simak paparan berikut ini!

Entalpi

Entalpi adalah kandungan kalor sistem dalam tekanan tetap.  Entalpi di lambangkan dengan H, sedangkan perubahan entalpi adalah selisih antara entalpi akhir dan entalpi awal di simbolkan dengan dengan DH.

ΔH = Hakhir – Hmula-mula

Walaupun ini merupakan definisi yang biasa dari DH, keadaan entalpi H, mula-mula dan akhir (yang sebenarnya berhubungan dengan jumlah energi yang adapada keadaan ini) tidak dapat di ukur. Ini di sebabkan jumlah energi total dari sistem adalah jumlah dari semua energi kinetik dan energi potensialnya.

Jumlah energi total ini tidak dapat di ketahui karena kita tidak dapat mengetahui secara pasti berapa kecepatan pergerakan molekul-molekul dari sistem dan juga beberapa gaya tarik menarik dan tolak menolak antara molekul dalam sistem tersebut. Bagaimanapun, defenisi di atas sangat penting karena telah menegakan tanda aljabar DH eksoterm dan endoterm.

Perubahan eksoterm, Hakhir lebih kecil dari Hmula-mula. Jadi harga DH  adalah negatif. Dengan analisis yang sama, kita mendapatkan bahwa harga DH untuk perubahan endoterm adalah positif. (Brady, Kimia Universitas Asas & Struktur. Hal. 274)

Loading...

Jika reaksi kimia meningkatkan panas, sistem kehilangan panas dan panas tersebut hilang pada tekanan konstan adalah berkurangnya dalam entalpi (DH<0). Reaksi seperti itu dengan DH negatif adalah eksotermik. Pembakaran etama adalah reaksi eksotermis yang sangat kuat ;

entalpi                   DH < 0, eksotermis

Hasil reaksi ini memberikan entalpi lebih rendah daripada reaktan. Dalam reaksi endotermis, panas di serap oleh reaksi dari lingkungan, membuat DH bernilai positif. Sebagai contoh reaksi endotermis adalah pembentukan nitrogen oksida dari unsurnya.

entalpi-1                                         DH > 0, endotermis

 Entropi

Entropi adalah fungsi keadaan, dan merupakan kriteria yang menentukan apakah suatu keadaan dapat dicapai dengan spontan dari keadaan lain. (Taro Saito, Kimia Anorganik 1 hal. 42)

Entropi merupakan besaran termodinamika yang menyatakan derajat ketidakteraturan partikel. Jika sistem kemasukan kalor, maka entropi bertambah., dan sebaliknya jika kalor keluar maka entropi berkurang. Menentukan entropi (S) suatu sistem tidak mudah karena menyangkut energi yang di kandungnya. Akan tetapi besarnya peribahan entropi (ΔS) dalam suatu peristiwa dapat di hitung dari besarnya kalor yang masuk atau yang keluar. Kalor dapat menambah ketidakteraturan (entropi) partikel sistem, tetapi perubahan itu tidak linier, dan bergantung pada suhu sistem. Seperti energi dalam (U) dan entalpi (H), Entropi adalah besaran termodinamika yang nilainya tergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir dan tidak di pengaruhi oleh jalan yang di tempuh. Oleh sebab itu, ΔS proses reversibel sama dengan irreversibel walaupun kalor yang di serap tidak sama.

qir = ΔU + P (V2 – V1)

Perubahan entropi suatu proses di hitung dari qr  dan bukan dari qir, baik prosesnya reversibel maupun irreversibel.

ΔS = qr/T

Karena qr lebih besar dari qir maka dalam proses irreversibel :

ΔS >  qir/T

Hukum ke-2 termodinamika menyatakan bahwa entropi, S, sistem yang terisolasi dalam proses spontan meningkat. Dinyatakan secara matematis

ΔS > 0 (Taro Saito, Kimia Anorganik 1 hal. 43)

ΔS > 0, prosesnya irreversibel = spontan

ΔS = 0, prosesnya reversibel = kesetimbangan

ΔS ≥ 0, prosesnya alami yakni irreversibel atau reversibel = tidak spontan.

Jika suhu di turunkan terus menerus,mengakibatkan entropi makin lama makin mengecil. Dalam dunia keilmuan, suhu terendah adalah 0 K sehingga di asumsikanpada suhu ini zat murni tersusun paling teratur. Berdasarkan asumsi itu, di sepakati suatu perjanjian yang di sebut hukum ketiga termodinamika. Berdasarkan hukum ini di lakukan pengukuran dan perhitungan kalor yang di serap suatu zat murni dari suhu 0 K sampai suhu tertentu. Akhirnya di hitung entropi zat tersebut pada suhu 250 C dan tekanan 1 atm yang di sebut entropi standar. Dengan adanya entropi standar, dapat di hitung nilai dari ΔS sebuah reaksi anorganik.

ΔS = Σ entropi produk – Σ entropi reaktan

Perbedaan Entalpi dan Entropi

  1. Entalpi terkait dengan hukum pertama termodinamika yang mengatakan, “Energi dapat tidak diciptakan atau dihancurkan.” Tapi entropi secara langsung berkaitan dengan hukum kedua termodinamika.
  2. Dalam reaksi, perubahan entalpi bisa positif atau negatif. Reaksi spontan terjadi dalam rangka untuk meningkatkan entropi universal.
  3. Entalpi adalah energi yang dilepaskan atau diserap selama reaksi.
  4. Entalpi adalah perpindahan kalor berlangsung dalam tekanan konstan. Entropi memberikan gambaran tentang keacakan suatu sistem
  5. Entalpi adalah ukuran kandungan panas dari sistem, sedangkan entropi adalah ukuran dari perubahan (entalpi/suhu).

Incoming search terms:

Loading...

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *