Gangguan atau Kelainan pada Sistem Rangka Manusia

Pengetahuan tentang struktur dan fungsi tulang dan aspek dari sistem rangka umumnya adalah bagian penting dari pendidikan dalam biologi manusia, kedokteran dan ilmu kesehatan yang berhubungan. Sehingga dengan memiliki pengetahuan tentang sistem rangka setidaknya dapat mendeteksi bila terjadi gangguan atau kelainan pada sistem rangka tubuh.

Berikut merupakan beberapa gangguan atau kelainan pada sistem rangka. kelainan atau penyakit pada sistem rangka dapat di sebabkan adanya gangguan pada tulang, persendian, susunan ruas-ruas tulang belakang dan fisiologisnya.

a.  Gangguan pada tulang

Sebagian besar gangguan pada tulang adalah berupa retak atau patah tulang  (fraktura). Berikut ini beberapa macam gangguan pada tulang karena fraktura :

1. Fraktura sederhana

Fraktura sederhana merupkakan patah tulang yang tidak menyebabkan rusaknya jaringan sekelilingnya (otot dan kulit).

2. Fraktura kompleks

Fraktura kompleks atau fraktura majemuk merupakan patah tulang yang mampu merobek otot atau kulit. Pada fraktura kompleks, ujung patahan tulang dapat menembus kulit dan muncul  ke permukaan luar. Oleh karena itu, fraktura kompleks sering di sebut juga fraktura terbuka

3. Fraktura sebagian

Fraktura sebagian atau greenstick merupakan patah tulang yang tidak terlalu serius, hanya berupa retak pada tulang.

4. Fraktura berganda

Fraktura berganda atau comminuted merupakan patah tulang pada beberapa tempat yang terjadi pada satu tulang.

Description: http://2.bp.blogspot.com/-rsEyRMU5v38/UJ8xQcrpyjI/AAAAAAAAAG8/VGi05QPFH0g/s200/fraktur.jpg

 b. Gangguan pada persendian

Gangguan pada persendian dapat menyebabkan tulang tidak dapat bergerak secara optimal dan sering kali menimbulkan rasa nyeri. Berikut ini beberapa gangguan yang terjadi pada persendian :

1.  Dislokasi

Dislokasi merupakan gangguan persendian yang menyebabkan sendi bergeser dari kedudukan semula. Dislokasi terjadi karena ligamen atau jaringan penggantung rusak/sobek.

2.  Keseleo

Keseleo atau terkilir merupakan gangguan persendian yang terjadi akibat gerakan mendadak yang tidak biasa di lakukan. Gerakan ini dapat menyebabkan ligament tertarik, tetapi tidak menyebabkan bergesernya posisi persendian. Rasa sakit cukup hebat yang di sertai pembengkakan terjadi pada daerah yang terkilir.

3.  Ankilosis

Ankilosis merupakan gangguan persendian yang mengakibatkan tulang tidak dapat di gerakkan lagi.

4. Arthritis

Arthritis merupakan gangguan persendian berupa peradangan pada beberapa sendi yang di sertai rasa nyeri dan sakit. Berikut ini beberapa gangguan persendian yang termasuk arthritis yaitu :

  • osteoartritis

Osteoarthritis merupakan tipe arthritis yang disebabkan oleh penipisan kartilago sehingga gerakan sendi menjadi terganggu.

  • goutartritis

Goutartritis merupakan tipe arthritis yang di sebabkan opleh kegagalan metabolisme asam urat sehingga terjadi penimbunan asam urat di dalam sendi. Kebanyakan terjadi pada persendian jari-jari (biasa ditandai dengan ruas-ruas jari yang membesar).

  • rematoid

Rematoid merupakan tipe arthritis lainnya yang terjadi pada jaringan penghubung sendi (tulang rawan). Gangguan tersebut dapat berupa peradangan atau pengapuran pada jaringan tulang rawan sehingga sendi sulit untuk di gerakkan.

c.  Gangguan pada susunan ruas-ruas tulang belakang

Gangguan pada susunan ruas-ruas tulang belakang dapat terjadi karena adanya perubahan posisi  dari ruas-ruas tulang belakang. Hal ini dapat di sebabkan  oleh kebiasaan posisi duduk yang salah atau bawaan sejak lahir. Berikut ini beberapa contoh yang termasuk gangguan pada susunan ruas-ruas tulang belakang :

1.  Lordosis

Lordosis merupakan gangguan yang mengakibatkan ruas-ruas tulang belakang terlalu bengkok kea rah  depan sehingga posisi kepala tampak seperti tertarik ke belakang.

Description: http://1.bp.blogspot.com/-_0DBAFhhpRg/UJ8xkmYy5jI/AAAAAAAAAHU/cPGeNteP5IA/s200/loordo+%281%29.jpg

2.  Kifosis

Kifosis merupakan gangguan ang mengakibatkan ruas-ruas tulang bnelakang terlalu bengkok ke arah belakang sehingga badan penderita menjadi begkok.

Description: http://1.bp.blogspot.com/-zCgWfGmUUmI/UJ8xnOBuxyI/AAAAAAAAAHk/y-JD-VpD49U/s200/images+%288%29.jpg

3.  Skoliosis

Skoliosis merupakan gangguan yang mengakibatkan ruas-ruas tulang belakang melengkung ke kanan atau ke kiri.

Description: http://1.bp.blogspot.com/-JN-VkJ-e56A/UJ8xhcSAbBI/AAAAAAAAAHM/mUmpoLp49XY/s200/skolio.jpg

4.  Sublikasi

Sublikasi merupakan gangguan yang terjadi pada ruas-ruas tulang belakang di daerah leher akibat posisi kepala mengalami perubahan sehingga kepala tertarik ke arah kiri atau kanan. Sublikasi dapat terjadi karena kecelakaan atau gerakan yang melebihi batas.

d.  Gangguan fisiologis

Gangguan fisiologis dapat terjadi antara lain akibat tulang mengalami kekurangan nutrisi, baik berupa vitamin ataupun mineral. Selain itu, gangguan ini dapat pula terjadi karena adanya gangguan sistem hormon. Berikut ini beberapa bentuk gangguan fisiologis pada sistem rangka.

1. Osteoporosis

Osteoporosis merupakan gangguan tulang yang terjadi karena kekurangan hormon (misalnya tesrosteron pada laki-laki dan progesteron pada perempuan). Akibatnya, tulang-tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

Description: http://1.bp.blogspot.com/-IK0GPo68eck/UJ8xln8LBYI/AAAAAAAAAHc/maFTImMJG-Y/s200/gambar-tulang-punggung2.jpg Description: http://2.bp.blogspot.com/-YoLuTj3uzVI/UJ8xgUr_vKI/AAAAAAAAAHE/0_tuYGqPoi8/s200/osteoporosis.jpg

2. Mikrosepalus

Mikrosepalus merupakan gangguan pertumbuhan tulang-tulang tengKorak Karena kekurangan zat kapur pada saat bayi. Akibatnya, kepala menjadi kecil sehingga akhirnya akan berpengaruh juga pada keseimbangan mental.

3. Rakitis

Rakitis merupakan penyakit tulang yang disebabkan oleh kekurangan vitamin D. kekurangan vitamin D dapat mengakibatkan sel-sel tulang sedikit memperoleh zat kapur sehingga tulang-tulang cenderung lunak. Penderita rakitis sering kali memlikik kaki berbentuk huruf O atau X.

4. Kelainan akibat penyakit lain

Gangguan tulang dapat juga terjadi akibat pengaruh penyakit lain, misalnya penyakit tuberculosis tulang dan tumor ganas. Kedua macam penyakit tersebut dapat menyebabkan tulang menjadi busuk atau rusak.

E.  Kelainan pada sistem otot

Otot merupakan komponen utama dalam sistem gerak. Sebagian besar gerak berasal dari aksi otot. Dengan demikian, adanya kelainan atau penyakit pada sistem otot akan berakibat pada mekanisme gerak.berikut ini beberapa macam kelainan pada otot :

a. Atrofi

Atrofi merupakan penurunan fungsi otot dalam berkontraksi sehingga ukuran otot menjadi menyusut (kecil). Atrofi dapat di sebabkan oleh penyakit poliom yelitis. Penyakit ini dapat mengakibatkan kerusakan pada saraf yang mengkoordinir kerja otot. Gangguan atrofi dapat di perkecil antara lain dengan terapi kejutan listrik dan teknik pijatan.

b. Hipertropi

Hipertropi merupakan kebalikan dari atrofi, hipertrofi menyebabkan otot berkembang  menjadi lebih besar dan kuat di bandingkan dengan sebelumnya. Hipertrofi di sebabkan oleh aktivitas otot yang berlebihan. Misalnya, akibat latihan olahraga dan bekerja berat.

c. Hernia abdominal

Hernia abdominal merupakan gangguan otot yang di sebabkan oleh sobeknya dinding otot perut. Akibatnya sebagian usus bergerak ke arah rongga perut dan masuk ke dalam bekas

d.  Kram

Kram atau kejang otot merupakan suatu keadaan yang menyebabkan otot tidak mampu lagi berkontraksi dan dapat menimbulkan rasa sakit bila di paksa berkontraksi. Kram tejadi akibat kontraksi yang berlangsung secara terus menerus.

e. Distrofi

Distrofi merupakan penyakit otot yang bersifat kronis dan di perkirakan termasuk semacam penyakit bawaan.

f. Tetanus

Tetanus merupakan penyakit kejang pada otot yang di sebabkan  oleh infeksi bakteri (Clostridium Tetani) yang masuk ke dalam luka

g. Kaku leher

Kaku leher atau stiff merupakan peradangan pada otot trapesius leher yang berakibat leher menjadi sakit dan terasa kaku jika di gerakkan. Penyebabnya karena hentakkan kesalahan gerak.

h. Miastenia gravis

Miastenia gravis merupakan penyakit yang menyebabkan otot melemah dan cenderung  lumpuh. Penyakit ini bisa menyerang otot-otot di sekitar kelopak mata, muka, leher, dan anggota gerak.