Fungsi Retina Mata Manusia

Retina terletak di belakang mata, merupakan lembaran tipis dari sel-sel saraf yang saling berhubungan termasuk sel-sel peka cahaya (batang dan kerucut). Disinilah bahwa cahaya diubah menjadi sinyal listrik ke otak di mana proses “melihat” berlangsung. Retina adalah selapis tipis sel yang terletak pada bagian belakang bola mata vertebrata dan cephalopoda.

Retina merupakan bagian mata yang mengubah cahaya menjadi sinyal syaraf. Retina memiliki sel fotoreseptor (“rods” dan “cones”) yang menerima cahaya.

Sinyal yang dihasilkan kemudian mengalami proses rumit yang dilakukan oleh neuron retina yang lain, dan diubah menjadi potensial aksi pada sel ganglion retina. Retina tidak hanya mendeteksi cahaya, melainkan juga memainkan peran penting dalam persepsi visual. Pada tahap embrio, retina dan syaraf optik berkembang sebagai bagian dari perkembangan luar otak.

Struktur unik pembuluh darah pada retina telah digunakan sebagai identifikasi biometrik.

Fungsi retina adalah untuk membentuk bayangan yang selanjutnya disalurkan oleh saraf ke otak. Bayangan benda terbalik yang dihasilkan retina akan diproses oleh otak menjadi seperti aslinya. Kepekaan retina terhadap cahaya akan menentukan ketajaman penglihatan.

Seperti sebuah kamera memfokuskan sebuah gambar pada film foto, mata kita memfokuskan bentuk dari apa yang kita lihat pada retina. Namun, seorang ilmuwan menjelaskan, film kamera ”tidak dapat dibandingkan sedikit pun dengan kepekaan yang serba guna dari retina”. Dengan ”film” yang sama kita dapat melihat dalam cahaya bulan atau cahaya matahari dengan intensitas 30.000 kali lebih kuat. Selain itu, retina dapat membedakan rincian yang halus dari sebuah benda yang sebagian disinari cahaya dan bagian-bagian lainnya berada dalam gelap. Kamera tidak dapat melakukan hal ini karena batas jarak yang sempit dari intensitas cahaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan foto yang baik.” Karena itu, para juru potret membutuhkan alat flash (lampu kilat).

”Kepekaan yang serba guna dari retina” sebagian disebabkan oleh adanya 125 juta sel batang. Sel-sel batang ini peka terhadap sedikit cahaya, yang memungkinkan seseorang dapat melihat pada malam hari. Setelah itu ada kira-kira 5,5 juta sel kerucut yang bereaksi terhadap cahaya yang lebih terang dan memungkinkan kita melihat gambar berwarna dengan terinci. Beberapa sel kerucut sangat peka terhadap cahaya merah, yang lain-lain terhadap cahaya berwarna hijau dan yang lain lagi terhadap warna biru. Reaksi mereka secara terpadu memungkinkan anda untuk melihat semua warna dalam brosur ini. Bila ketiga jenis sel kerucut itu dirangsang seimbang, warna yang anda lihat adalah putih bersih.

Kebanyakan binatang mempunyai keterbatasan dalam kesanggupan melihat warna, dan banyak yang tidak dapat melihat warna sama sekali. Warna sangat menambah sukacita dalam hidup ini,” kata seorang dokter ahli, dan menambahkan, ”Dari semua organ tubuh yang tidak mutlak perlu untuk hidup, mata dapat dianggap yang paling menakjubkan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *