Contoh Protozoa

Kelompok organisme yang dikenal sebagai ‘protozoa’ didefinisikan oleh beberapa karakteristiknya. Protozoa adalah non-phototrophic, uniseluler, mikroorganisme eukariotik tanpa dinding sel. Kelompok ini beragam lebih dari 65.000 spesies umumnya berbagi atribut-atribut dasar. Melihat lebih dalam, kelompok ini bisa sangat kompleks dan bervariasi. Bahkan, protozoa sering digambarkan sebagai puncak dari kompleksitas uniseluler.

Protozoa dapat dijumpai di parit, sawah, sungai, bendungan, air laut, bahkan ada yang hidup dalam makhluk hidup lain. Protozoa berkembang biak dengan dua cara, yaitu secara aseksual dengan membelah diri atau membentuk spora, dan secara seksual dengan konjugasi.

Contoh Protozoa

1. Filum Rhizopoda (Sarcodina)

Ciri-ciri Rhizopoda sebagai berikut:

  • Tidak memiliki bentuk yang tetap.
  • Bergerak dan menangkap makanannya dengan kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran sitoplasma tubuhnya. Rhizopoda bergerak dengan menjulurkan kaki semunya untuk berpindah tempat.
  • Ada yang hidup bebas di alam dan ada yang parasit.
  • Makanannya berupa bakteri atau bahan organik lain.
  • Berkembang biak dengan membelah diri.

Contoh anggota Rhizopoda adalah Amoeba sp., Foraminifera yang digunakan sebagai petunjuk dalam penyelidikan tanah yang mengandung minyak bumi, dan Radiolaria yang membentuk tanah radiolaria yang bermanfaat sebagai alat penggosok.

https://arisudev.files.wordpress.com/2010/08/radiolaria2.jpeg?w=690

Radiolaria

https://arisudev.files.wordpress.com/2010/08/cangkang-foraminifera2.jpeg?w=690

Cangkang Foraminifera

https://arisudev.files.wordpress.com/2010/08/images92.jpeg?w=690

Amoeba sp.

2. Filum Fagellata (Mastigophora)

Filum Flagellata memiliki ciri khas yaitu memiliki alat gerak berupa bulu cambuk (flagela) yang berstruktur mirip cambuk yang panjang. Bulu cambuk ini digunakan dengan mencambukkan bulu cambuk ke arah yang diinginkan dan menggunakannya untuk memindahkan dirinya sendiri.

Contoh Flagellata adalah Trypanosoma sp. yang hidup secara parasit dalam darah manusia dan vertebrata lainnya, berkembang biak dengan membelah diri, dan menyebabkan penyakit tidur pada manusia. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan lalat tse-tse.

https://arisudev.files.wordpress.com/2010/08/trypanosoma-brucei1.jpeg?w=690

Trypanosoma Brucei

3. Filum Ciliata (Cilliophora)

Ciliata bergerak dengan bulu getar (silia) yang selalu bergetar untuk mendorong tubuhnya ke arah yang diinginkan seperti gerakan mendayung perahu. Selain itu, silia bisa digunakan untuk mengambil makanan.Ciliata berkembang biak secara vegetatif (aseksual) dengan membelah diri dan secara generatif (seksual) dengan cara konjugasi.

Contoh Ciliata adalah Paramaecium sp. Paramaecium disebut juga hewan sandal, karena bentuknya menyerupai telapak sandal.terdapat mulut sel pada permukaan membrane sel yang melekuk. Air dan makanan masuk ke mulut sel dengan getaran silia. Makanan yang masuk ke mulut sel lalu masuk ke kerongkongan sel, lalu ke vakuola makanan. Vakuola makanan beredar dalam sel sambil mencerna makanan. Sisa makanan berbentuk cair dikeluarkan melalui vakuola berdenyut/vakuola kontraktil, sementara sisa makanan berbentuk padat dikeluarkan melalui vakuola makanan yang pecah saat menepi ke membran sel.

https://arisudev.files.wordpress.com/2010/08/paramecium1.jpeg?w=690

Paramaecium

Contoh Ciliata yang lain adalah Vorticella dan Stentor.

https://arisudev.files.wordpress.com/2010/08/vorticella1.jpeg?w=690

Vorticella

https://arisudev.files.wordpress.com/2010/08/stentor1.jpeg?w=690

Stentor

4. Filum Sporozoa

Filum ini berbeda dengan filum sebelumnya—anggota filum ini tidak mempunyai alat gerak. Disebut Sporozoa karena dalam tahap tertentu dalam hidupnya, dapat membentuk sejenis spora. Biasanya hidup sebagai parasit pada tubuh hewan maupun manusia. Contoh anggota Sporozoa adalah Plasmodium sp., penyebab penyakit malaria. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles sp.

Reproduksi Protozoa (Protista Mirip Hewan)

Protozoa bisa bereproduksi dengan secara aseksual (tak kawin) dan juga dengan secara seksual (kawin). Dibawah ini ialah penjelasan dari reproduksi protozoa dengan secara aseksual dan dengan secara seksual antara lain ialah sebagai berikut..

Reproduksi Secara Aseksual :

secara aseksual pada garis besar ialah dengan melakukan sebuah pembelahan biner. Dari satu menjadi dua sel, dari dua menjadi empat sel begitu seterusnya. Pembelahan biner ini diawali pada pembelahan inti disebut dengan kariokinesis, dan setelah itu diikuti dengan pembelahan sitoplasma (sitokinesis).

Reproduksi Secara Seksual :

Dengan seksual ialah dengan melakukakan sebuah penyatuan gamet yang berbeda- beda jenis sehingga akan dapat menghasilkan zigot atau secara konjugasi  (penyatuan inti vegetatif sel). Tetapi, terdapat juga Protozoa yang tidak melakukan reproduksi dengan secara seksual, contohnya Amoeba sp.

Jenis – Jenis Protozoa

Berikut ini macam jenis protozoa yang terdapat di lingkungn yang dapat kita ditemukan, dibawah ini adalah penjelasannya sebagai berikut :

1. Rhizopoda

Ciri-ciri dari rizhopodia antara lain :

  1. Habitat dari rizhopodia ialah tempat perairan yang memiliki banyak sekali kandungan zat organik di dalam perairannya.
  2. Proses dari reproduksi dengan secara aseksual yakni dengan ialah melakukan cara pembelahan sebuah biner dari sel ke sel kedua.
  3. Memiliki bagian tubuh yang difungsikan sebagai alat gerak yang dikatakan dengan kaki semu.
  4. Memiliki bentuk tubuh dengan secara fisik yang seringkali berubah-ubah disebut juga dengan tidak tetap (flexibel).
  5. Sebagian besar dari bagian tubuhnya itu terbentuk sebab adanya ektoplasma serta endoplasma.
  6. Protozoa ialah hewan yang memiliki sel satu.

Contoh dari Rhizopoda antara lain ialah sebagai berikut :

  1. Amoeba yang ialah salah satu dari kelas protozoa yang hidupnya berada diwilayah yang bebas. Selain dari itu juga ditemukan terdapat sebagian yang hidup pada bagian-bagian tubuh dari manusia.
  2. Radiolaria ialah salah satu kelas protozoa yang hidupnya itu berada di wilayah laut berdampingan dengan fosil lalu akan dapat melakukan pembentukan tanah radiolaria yang terbentuk dari sebuah silikat.

2. Flagelata

Ciri-ciri dari flagelata antara lain ialah sebagai berikut :

  1. Memiliki sifat autotrof.
  2. Dalam bertahan hidup flagelata memakan zat organik yang terdiri dari sebuah larutan.
  3. Pembelahan diri yang dilakukan dalam bentuk yang memanjang.
  4. Proses dari reproduksinya ialah dengan cara aseksual.
  5. Ukuran dengan secara fisik berkisar pada antara 35 sampai dengan 60 um.
  6. Alat gerak yang digunakan ialah flagel.
  7. Bagian dari tubuh dari flagelata itu tersusun tanpa adanya sebuah rangka.
  8. Sel yang ada, tidak memiliki bentuk yang tetap (flexibel)
  9. Habitatnya berada pada wilayah atau daerah perairan air tawar.
  10. Memiliki sel satu.
  11. Apabila dilihat secara umum memiliki bagian yakni kloroplas.

Contoh dari Flagelata ialah sebagai berikut :

  1. Trypanosomagambiense ialah salah satu dari protozoa yang da[at mengakibatkan sebuah penyakit tidur yang dapat terjadi dimanusia.
  2. Noctilucamiliaris merupakan salah satu dari protozoa yang berhabitat pada wilayah laut serta juga seringkali dapat membuat lautan itu memancarkan suatu cahaya dimalam hari.
  3. Myxotricha ialah salah satu dari protozoa yang hidupnya berada pada bagian usus rayap serta selanjutnya akan membantu rayap tersebut dalam proses pencernaan kayu. Hal tersebut dapat terjadi sebab adanya enzim selulosa didalam yang terkandung.

3. Sporozoa

Ciri-ciri dari Sporozoa antara lain ialah sebagai berikut :

  1. Melakukan reproduksi secara seksual
  2. Dapat ditemukan pada nyamuk dengan melalui proses peleburan terhadap 2gamet.
  3. reproduksi aseksual pada sporozoa dengan melalui sebuah proses pembentukan spora dibagian tubuh inang disebut juga dengan sporogoni atau bisa juga dengan melalui proses pembelahan diri dibagian tubuh inang disebut juga dengan schizogoni.
  4. Bersifat parasit yang dapat ditemukan pada manusia serta juga hewan.
  5. Memiliki sel satu.
  6. Tidak memiliki peralatan dalam bergerak pada anggota tubuhnya.

Contoh dari Sporozoa ini antara lain ialah sebagai berikut :

  1. Plasmodium vivax ialah salah satu dari sporozoa yang bisa/dapat mengakibatkan penyakit makara tertiana.
  2. Plasmodium falcifarum ialah salah satu dari sporozoa yang bisa/dapat mengakibatkan penyakit malaria tropika.
  3. Plasmodium malariae ialah salah satu dari sporozoa yang bisa/dapat mengakibatkan penyakit malaria kuartana.
  4. Plasmodium ovale ialah salah satu dari sporozoa yang bisa/dapat mengakibatkan malaria oval.

4. Ciliata

Ciri-ciri dari Ciliata ini antara lain ialah sebagai berikut :

  1. Mempunyai 2 (duat) bagian inti sel yakni [ada bagian alat reproduksi seksual serta juga aseksual.
  2. Proses reproduksi yang dilaksanakan dengan cara seksual ialah dengan melalui konjugasi.
  3. Proses reproduksi yang dilaksanakan dengan cara aseksual ialah dengan melalui proses pembelahan diri.
  4. Memiliki bagian alat yang digunakan untuk dapat bergerak padabentuk rambut getar yang terdapat pada bagian dinding sel.
  5. Memiliki bagian celah mulut yang telah dilengkapi dengan bagian yang disebut anus sel.
  6. Habitatnya dapat ditemukan pada wilayah air tawar yang terdapat didalamnya kandungan zat organik.
  7. memiliki sel satu.
  8. Memiliki bentuk dibagian tubuh yang tidak dapat berubah-ubah alias tetap.

Contoh dari Ciliata ini antara lain ialah sebagai berikut :

  1. Slentor merupakan salah satu dari protozoa yang memiliki bentuk fisik tubuh menyamai bentuk terompet
  2. pada bagian tangkainya menempel dibagian substrat.
  3. Balantidium coli merupakan salah satu dari protozoa yang hidupnya dibagian kolon mania dan
  4. juga dapat mengakibatkan penyakit yakni disentri balantidium.