Contoh Patogen Virus dan Bakteri

Kaitan pertama dalam rantai infeksi patogen. Sebuah patogen adalah segala sesuatu yang menyebabkan penyakit. Yang termasuk patogen diantaranya virus, bakteri, dan jamur. Namun pada kesempatan kali ini akan mengetengahkan contoh dari patogen virus dan bakteri, langsung saja simak paparannya semoga bermanfaat! Patogen adalah agen biologis yang menyebabkan penyakit pada inangnya.

Sebutan lain dari patogen adalah mikroorganisme parasit. Umumnya istilah ini diberikan untuk agen yang mengacaukan fisiologi normal hewan atau tumbuhan multiseluler. Patogen juga merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman yang dapat menyebabkan penurunan potensi hasil yang secara langsung karena menimbulkan kerusakan fisik, gangguan fisiologi dan biokimia, atau kompetisi hara terhadap tanaman budidaya. Oleh karena itu, pengendalian terhadap patogen ini sangat penting dalam perlindungan tanaman, yang mana bertujuan untuk membudidayakan tanaman.

Patogenesitas adalah kemampuan pathogen menyebabkan penyakit, sedangkan inokulum adalah patogen atau bagian patogen yang dapat meyebabkan infeksi.

Contoh Patogen virus dan bakteri, diantaranya:

1.      Virus

Ada banyak sekali jenis-jenis virus yang menyerang manusia dan mengancam kehidupan manusia. Berikut  10 jenis-jenis virus yang membahayakan bagi kehidupan manusia:

1.  Virus  HIV atau human immunodeficiency virus.

Virus HIV atau human immunodeficiency virus adalah virus yang menyerang sistem pertahanan (kekebalan manusia).  Virus ini mengakibatkan munculnya penyakit AIDS. Penderita yang terserang atau terinfeksi virus ini ditandai dengan menurunnya CD4, CD3,CD8 dan sebagainya. Cara penularan virus ini adalah melalui transfusi darah, air susu ibu, hubungan seksual dan jarum suntik.

2.  Human papilloma virus atau HPV

Lebih dari 95% dari kanker serviks disebabkan oleh virus HPV, infeksi virus ini ditandai dengan munculknya kutil raksasa bisa seperti kembang kol. Pada umumnya sistem imun akan membersihkan virus HPV, akan tetapi jika sistem imun melemah dan tidak bisa membunuh  virus sehingga virus berkembang dan menimbulkan penyakit dalam tubuh. Virus HPV bisa menyerang pria dan wanita dan menimbulkan penyakit pada sistem reproduksi wanita dan pria. Virus ini menular lewat hubungan seksual. Menjaga sistem imun kuat sangat penting untuk mencegah virus ini berkembang dalam tubuh dan membasmi virus ini sebelum berkembang dalam tubuh.

Untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi jenis virus ini adalah test Pap (Pap Smear).

3. Virus Hepatitis.

Virus hepatitis adalah virus yang menyerang hati atau lever. Ada 5 jenis-jenis virus hepatitis yaitu:

  • Virus hepatitis A (HVA)

Virus ini gampang menular karena bisa mengular lewat air dan makanan. Infeksi yang terjadi karena virus ini tergolong ringan, infeksi pada virus ini umumnya bisa pulih kembali karena tidak menimbulkan kerusakan pada jaringan hat atau dengan kata lain penderita bisa sembuh total. Pencegahan terhadap penularan virus ini dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan diri, lingkungan tempat tinggal, kebersihan makanan dan minuman sehari-hari.

Untuk mengetahui apakah sudah terinfeksi virus ini dokter akan melakukan pemeriksaan atau tes IgM anti –HAV.

  • Virus hepatitis B (HVB)

Penyebaran virus ini tidak semudah penularan virus hepatitis A.  Penularan bisa lewat darah, sperma, cairan tubuh lainnya, penggunaan jarum suntik dari penderita hepatitis, hubungan seksual.  Bahkan orang sehat yang membawa virus hepatitis B pun bisa menularkan virus ini kepada orang lain. Wanita hamil yang membawa atau mengidap hepatitis juga bisa menularkan virus ini kepada bayinya.

  • Virus hepatitis C (HVC)

Virus yang menyerang hati jenis ini biasanya menular lewat darah, jarum suntik, penggunaan alat-alat medis yang tidak steril. Infeksi menahun pada penyakit ini bisa mengakibatkan sirosis hati, kanker hati, gagal hati, pembengkakan pembuluh darah yang bisa mengakibatkan kematian.  Lebih dari 80% dari kasus hepatitis C berkembang menjadi sirosis hati (pengerasan hati) dan kanker hati. Sampai saat ini belum ada vaksin untuk hepatitis C.  Gejala yang biasa dirasakan oleh penderita hepatitis C adalah mudah lelah, letih, mual, nyeri diperut bagian bawah, selera makan menurun dan kulit atau mata menguning.  Melakukan pemeriksaan darah adalah satu-satunya cara untuk mengetahui apakah sudah terinfeksi virus hepatitis C.

  • Virus Hepatitis D

Menurut kamus wikipedia virus hepatitis D merupakan rekan infeksi virus hepatitis B, sehingga infeksi virus hepatitis menjadi semakin berat.  Virus ini menular melalui hubungan seksual, darah dan dari ibu hamil kepada janinnya.  Gejala yang dirasakan oleh penderita hepatitis D biasanya demam, penyakit kuning, urin berwarna hitam, fases berwarna merah kehitam-hitaman serta pembengkakan hati. Jika anda mengalami gejala ini, segera hubungi dokter anda.

  • Virus hepatitis E

Virus yang menyerang hati jenis ini biasanya menular lewat makanan dan minuman, mudah berkembang dilingkungan yang tidak bersih atau memiliki sanitasi yang buruk.

4. Virus Flu Burung.

Virus ini merupakan virus yang biasa menjangkiti burung dan mamalia, virus ini kenal dengan istilah H5N1. Virus ini bisa menular lewat udara, makanan atau minuman atau bersentuhan. Virus ini mati dengan suhu tinggi seperti dimasak, oleh karena itu telur, daging atau hewan yang dimasak dengan matang akan menghindari penularan virus ini. Bentuk lain dari virus ini adalah H7N9, beberapa orang meninggal dicina karena terjangkit virus ini.

5. Virus  Deman Berdarah (virus dengue)

Orang yang terinfeksi virus ini bisa mengakibatkan infeksi akut, virus ini masuk kedalam peredarah darah manusia melalui gigitan nyamuk genus aedes.

Gejala yang muncul pada orang yang terinfeksi virus ini adalah demam tinggi, ruam-ruam merah, sakit kepala parah, nyeri pada belakang mata, nyeri pada tulang dan tulang, mual serta muntah. Jika anda mengalami gejala ini segera hubungi dokter anda dan lakukan pemeriksaan, karena penanganan yang terlambat dapat mengancam nyawa.

6. Virus Herpes Simpleks 1 dan 2.

Virus ini banyak menyerang mata, wajah, tenggorokan dan kelamin.  Virus herpes simplek 1 menyerang mata, waja dan tenggorokan. Biasanya ditandai dengan adanya nyeri pada mulut, tenggorokan, kelenjar leher bengkak dan suhu tubuh yang tinggi. Penularan virus ini adanya kontak langsung melalui kulit dengan penderita dan ibu hamil kepada bayinya pada saat hami dan atau persalinan.

7. Virus Rubella

Menurut kamus wikipedia virus rubella adalah virus yang menyerang manusia yang menyebabkan terjadinya campak. Virus ini bisa menyerang anak-anak dan orang dewasa. Infeksi karena virus ini ditandai dengan munculnya bercak merah pada kulit.

Virus ini bisa menular melalui dahak  penderita yang masuk ke dalam tubuh orang sehat melalui udara. Virus ini juga bisa menular melalui cairan tubuh seperti keringat. Jika daya tahan tubuh seseorang kuat, maka virus ini akan mati. Akan tetapi jika sistem imun lemah, maka virus akan berkembang dalam tubuh.

8. Virus Polio.

Virus ini sudah dikenal sejak akhir abad ke 18, bahkan mungkin sejak zaman mesir kuno. Menurut kamus wikipedia virus ini merupakan penyebab penyakit poliomielitis dan virus ini menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi melalui tinja. Biasanya jika salah satu anggota keluarga terinfeksi, maka anggota keluarga lainnya juga akan terinfeksi. Orang yang terinfeksi virus ini akan mengalami lemahnya otot dan mengakibatkan kelumpuhan.

9. Virus Influenza

Virus influenza adalah virus yang mengakibatkan flu, virus ini sangat mudah menular dan ditularkan melalui udara dengan batuk atau bersin. Virus ini menyerang pernafasan sehingga orang yang terinfeksi virus ini mengalami kesulitan bernafas. Gejala yang dirasakan bagi seseorang yang terinfeksi virus ini adalah pilek, demam, batuk kering hingga batuk berdahak, kerongkongan gatal, hidung mampet, hidung meler, bersin-bersin, hidung terasa gatal dan merah serta badan terasa pengal-pegal atau rasa tidak nyaman secara umum. Kadang-kadang bisa muncul gejala mual dan muntah, terutama pada anak-anak.

10. Virus Cacar Air

Menurut kamus wikipedia cacar air disebabkan oleh virus varicella zoster. Seperti gejala infeksi pada umumnya pada awal infeksi panas, demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu dan lemah. Masa inkubasinya 2 hingga 3 pekan. Kemudian muncul kemerahan kecil atau ruam melepuh pada wajah, leher dan kemudian menjalalar keseluruh tubuh. Jika mengalami gejala ini segera hubungi dokter anda.

2.   Bakteri

Ada ribuan spesies bakteri patogen yang tersebar di alam. Berikut ini adalah beberapa contoh bakteri patogen.

1. Bakteri Genus Salmonella

Bakteri ini bersifat patogen pada manusia dan hewan. Salmonella menyebabkan demam serta peradangan pada lambung dan usus. Ada sekitar 200 spesiesSalmonella. Salah satu spesies yang paling populer sebagai patogen adalahSalmonella typhosa, bakteri penyebab penyakit tifus pada manusia. Bakteri ini banyak dijumpai pada air mentah atau makanan yang kurang matang pemasakannya.

2. Bakteri Genus Staphylococcus

Memang ada beberapa bakteri genus Staphylococcus yang menguntungkan bagi manusia sebagai penghasil asam laktat. Namun, di sisi lain, ada pula genusStaphylococcus yang bersifat patogen. Salah satunya adalah Staphylococcus aureus.

3. Bakteri Genus Vibrio

Disebut dengan vibrio karena bakteri ini berbentuk melengkung seperti ginjal. Sebagian besar genus bakteri ini bisa dijumpai di perairan, baik air tawar maupun air laut. Oleh karena itulah, genus Vibrio biasanya menjadi patogen dalam budidaya ikan dan udang.

4. Genus Shigella

Identik dengan Salmonella, Shigella juga menginfeksi lambung dan usus. Spesies Shigella yang paling dikenal adalah Shigella disentriae. Bakteri ini merupakan penyebab shigellosis atau penyakit disentri.

5. Genus Pseudomonas

Memang tidak semua genus Pseudomonas bersifat patogen. Salah satu yang cukup berbahaya adalah Pseudomonas cocovenenans. Bakteri ini mampu menghasilkan toksoflavin. Racun ini dapat dijumpai pada bahan makanan tempe bongkrek yang berbahan baku utama ampas kelapa.

6. Genus Clostridium

Selain Clostridium tetani, penyebab penyakit tetanus, genus ini memiliki satu spesies yang sangat mematikan, yaitu Clostiridium botulinum. Bakteri ini merupakan bahaya terbesar dalam makanan kaleng. Racun botulinin yang dikeluarkan bakteri tersebut sangat membahayakan kesehatan manusia.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *