perbedaan Transpirasi dan Gutasi Pada Tumbuhan

Gutasi disebabkan karena tekanan hidrostatik positif (tekanan akar) yang terbentuk di dalam saluran xilem akar. Pengeluaran keringat

Transpirasi

(I) Hal ini terjadi melalui stomata, kutikula dan lentisel.
(Ii) Air hilang dalam bentuk uap air.
(Iii) Hal ini terjadi hanya dalam waktu sehari.
(Iv) stomata daun biasanya tetap terbuka pada siang hari dan mendapatkan ditutup pada malam hari.

(V) Air murni dan tidak mengandung garam.
(Vi) kehilangan Mayor air terjadi melalui stomata.
(Vii) Ini terjadi di semua tanaman terestrial yang lebih tinggi.
(Viii) Transpirasi mempertahankan suhu tanaman, (ix) Tekanan Akar tidak terlibat.

Gutasi

(I) Ini terjadi melalui hidatoda di daun.

(Ii) Hal ini memancarkan dalam bentuk cair.

(Iii) Ini terjadi cither di pagi hari atau pada malam hari.

(Iv) Hidatod tetap terbuka sepanjang hari dan malam.

Loading...

(V) mengalir keluar air tidak murni dan mengandung zat-zat anorganik dan organik.

(Vi) itu terjadi melalui hidatoda.

Apa perbedaan antara Transpirasi dan Gutasi?
Apa perbedaan antara Transpirasi dan Gutasi?

(Vii) Ini terjadi terutama pada tanaman herba.

(Viii) Ini tidak ada hubungannya dengan suhu.

(Ix) Ini terjadi karena perkembangan tekanan akar.

Transpirasi adalah hilangnya air dalam bentuk uap air dari tubuh tumbuhan melalui penguapan. Penguapan air menciptakan daya isap sehingga tumbuhan bisa menyerap mineral dan nutrient penting dari dalam tanah.

Ratio antara hilangnya air melalui proses transpirasi dengan produksi bahan kering selama pertumbuhan merupakan ukuran efisiensi penggunaan air oleh tumbuhan.

Semakin besar ratio, maka semakin kurang efisien jenis tumbuhan tersebut dalam penggunaan air. Ratio transpirasi dari sebagian besar tanaman budidaya yaitu berkisar sekitar 100-500 atau lebih, yang artinya membutuhkan 100-500 gram air untuk menghasilkan 1 gram bahan kering tumbuhan. Dengan begitu, jenis tumbuhan tinggi yang hidup di darat sangat tidak efisien dalam penggunaan air. Meskipun begitu, ada pula beberapa tumbuhan yang lebih efisien dibanding jenis tumbuhan lainnya.

Tumbuhan juga mengalami gutasi yaitu proses pelepasan air dalam bentuk cair dari jaringan daun. Gutasi terjadi saat kondisi tanah sesuai sehingga penyerapan air tinggi akan tetapi laju penguapan (transpirasi) rendah maupun saat penguapan air sulit terjadi karena tingginya kelembaban udara. Proses gutasi terjadi pada struktur daun mirip stomata bernama hidatoda.

Pengeluaran air melalui proses gutasi terjadi akibat adanya tekanan positif dari akar. Walaupun saat laju transpirasi rendah, akar terus menyerap air dan mineral sehingga air yang masuk ke jaringan lebih banyak daripada yang dilepas keluar. Kondisi yang tidak mendukung terjadinya tekanan akar diantaranya suhu dingin dan tanah kering karena menghambat terjadinya gutasi. Kekurangan mineral juga dapat memengaruhi proses gutasi.

Jika transpirasi terjadi pada stomata, maka gutasi terjadi pada struktur khusus bernama hidatoda. Hidatoda disebut juga dengan stomata air. Hidatoda terletak pada bagian ujung dan sepanjang tepi daun. Oleh karena itu, titik air akan terlihat pada bagian ujung dan tepi daun.
Gutasi biasanya terjadi pada malam hari, akan tetapi juga dapat terjadi pada pagi hari.Laju gutasi paling tinggi ditemukan pada tumbuhan Colocasia nymphefolia. Gutasi paling banyak terjadi pada tumbuhan air, herba dan rerumputan.

Energi panas yang dibutuhkan untuk penguapan air berasal dari sinar matahari. SInar dari matahari dialirkan dnegan tiga cara yakni:

1. Sebagai cahaya langsung baik itu secara difusi atau pantulan.
2. Sebagai radiasi yaitu dari atmosfir, tanah atau benda yang ada disekitarnya.
3. Oleh aliran konveksi.

Pergerakan dari proses ini pada daun sering kali menampilkan siklus harian. Saat hari cerah maka akan terjadi peningkatan transpirasi yang cepat pada pagi hari dan puncaknya akan terjadi saat lewat tengah hari dan akan turun pada sore dan malam hari.
Panas sensibel atau panas laten yang keluar di siang hari mengalami pendinginan karena radiasi yang kembali ke udara. Kondisi ini akan mneghasilkan pembentukan embun yang sering kita resakan.

Suhu daun pada malam hari sering beberapa derajad dibawah suhu udara, itu karena kehilangan panas oleh radiasi kembali ke langit dan pana yang diterima tumbuhan relatif sedikit dari udara di sekelilingnya. Saat pagi hari, daun yang terkena sinar akan lebih mudah panas dan suhunya menjadi tinggi seiring suhu udara. Saat yang sama stomata yang menutp akanterbuka dan daun akan bertranspirasi dan kehilangan panas. Karena hal ini maka sering menyebabkan daun yang terkena sinar hanya memiliki suhu yang sedikit lebih tinggi dari udara.

Faktor-faktor yang memepengaruhi transpirasi ada dua faktor yaitu :

a. Faktor dalam
1. Stomata
Air yang hilang dari tumbuhan kebanyakan dari stomata, stomata terdapat dipermukaan daun. Mekanisme membuka dan menutupnya stomata mempengaruhi proses transpirasi. Semakin besar bukaan stomata maka akan semakin tinggi daya hantarnya.
2. Daun
• Berbulu/tidak berbulu
• Lapisan lilin
• posisi

b. Faktor luar
1. sinar matahari
Semakin banyak intensitas sinar matahari maka proses transpirasi akan semakin sering.
2. Temperatur
Semakin tinggi terperatur udara maka proses transpirasi akan semakin cepat.
3. Kelambapan
Semakin tinggi kelembapan udara maka transpirasi semakin melambat.
4. Angin
jika angin semakin kencang maka proses transpirasi semakin cepat.

Loading...

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *