Perbedaan Sistem Saraf dan Sistem Endokrin

Untuk tujuan utama yang mengatur proses biologis dalam organisme, cara kerja dari kedua sistem saraf dan endokrin sangat penting karena keduanya merupakan sarana yang berbeda lewat sinyal. Beberapa fitur menarik dari sistem ini ditunjukkan di bawah ini yang akan membedakan diantara keduanya. Sistem endokrin bekerja sama dengan sistem saraf pada pengaturan kerja tubuh. Hanya sedikit perbedaan mekanisme kerja antara sistem saraf dan sistem hormon, diantaranya adalah:

  1. Sistem saraf mengatur respons terhadap rangsangan dari luar tubuh. Sedangkan sistem hormon mengatur repons terhadap rangsangan dari dalam tubuh.
  2. Sistem saraf bekerja secara cepat. Sedangkan sistem hormon bekerja secara lambat.
  3. Sistem saraf disalurkan melalui sel-sel saraf. Sedangkan sistem hormon disalurkan melalui pembuluh darah, cairan limfe, cairan ekstra sel.

Seperti halnya sistem saraf, rangsang yang datang akan ditangkap oleh bagian tubuh yang memiliki sel-sel reseptor, maka sel-sel target dan organ sasaran dalam sistem hormon harus memiliki reseptor hormon agar dapat merespons rangsang yang dibawa oleh hormon yang bersangkutan.

Bentuk koordinasi antara sistem saraf dan sistem hormon dapat dikatakan sebagai koordinasi timbal balik. Artinya, sistem saraf dapat menjadi pengendali sistem hormon, juga menjadi bagian target atau sasaran dari sistem hormon. Dengan kata lain, sistem hormon dapat menjadi pengendali bagi sistem saraf, sekaligus menjadi target sasaran dari sistem saraf.

Secara struktural, letak kelenjar utama (master gland) menunjukkan bahwa sistem endokrin memang bekerja sama dengan sistem saraf. Pada saraf pusat, yaitu otak, terdapat bagian otak yang bekerja sama dengan sistem endokrin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *