Tanda dan Gejala Ovulasi

Bagi pasangan yang menginginkan atau sedang dalam program hamil tentunnya pengetahuan mengenai tanda dan gejala ovulasi penting untuk dipahami. Karena memudahkan dalam mendeteksi keadaan tubuh anda atau pasangan bila memasuki masa subur atau ovulasi. Dan untuk lebih jelasnya berkaitan dengan tanda-tanda ovulasi, langsung saja simak paparan berikut ini semoga bermanfaat!

Ovulasi adalah, proses pelepasan sel telur wanita (ovum), dari ovarium (indung telur) menuju tuba fallopi untuk menunggu dibuahi oleh sperma pria. Jadi, bisa dikatakan bahwa ketika wanita sedang berovulasi, berarti wanita tersebut sedang berada dalam masa subur, yang mana puncaknya terutama berada pada dua sampai tiga hari sebelum ovulasi.

Ovulasi merupakan salah satu hal yang paling penting bagi seorang wanita, karena merupakan faktor penentu dalam mendapatkan kehamilan atau mencegah kehamilan.

Ovulasi terjadi ketika telur yang matang dilepaskan dari ovarium, turun ke tuba fallopi, dan siap untuk dibuahi. Lapisan rahim telah menebal untuk mempersiapkan telur yang dibuahi. Jika tidak ada pembuahan terjadi, lapisan dinding rahim serta darah akan luruh. Peluruhan sel telur yang belum dibuahi dan dinding rahim disebut juga menstruasi.

Tanda-tanda Ovulasi

Sebagian besar wanita mengalami tanda-tanda dan gejala ovulasi.

Beberapa gejala muncul beberapa hari sebelum ovulasi, sementara gejala yang lain hanya akan terjadi pada saat dan setelah hari ovulasi.

Tanda dan gejala yang terjadi sebelum ovulasi antara lain:

  1. Peningkatan hasrat seksual.

Adanya perubahan kadar hormon yang terjadi ketika tubuh mempersiapkan sel-sel telur untuk mencapai kematangan, dan siap dilepaskan oleh indung telur, akan membuat dorongan atau hasrat seksual meningkat. Ini merupakan hal alami, sebagai bagian dari proses terjadinya kehamilan.

  1. Peningkatan volume lendir servik.

Perubahan cairan servis yang muncul sebelum ovulasi terjadi adalah salah satu tanda yang konsisten terjadi pada banyak wanita. Mendekati masa ovulasi, volume cairan serviks mulai meningkat. Sesaat setelah haid, cairan serviks mungkin hanya sedikit dan volumenya bertambah dengan berjalannya waktu. Awalnya, sedikit lengket dan berwarna putih.

Beberapa hari sebelum ovulasi, meningkatnya kadar esterogen menyebabkan produksi cairan servis bertambah. Pada titik ini, cairan biasanya bening dan teksturnya licin serta kental—biasanya dibandingkan dengan putih telur mentah. Cairan serviks yang diproduksi sebelum dan pada saat ovulasi didesain untuk mendukung sperma berenang melalui serviks, menuju tuba falopi, dan membantunya bertahan hingga sel telur dilepaskan.

  1. Serviks melunak dan membuka.

Jelang ovulasi, mulut rahim akan terasa tinggi, terbuka lebar, dan basah oleh lendir. Bila diraba dengan jari tangan, mulut rahim akan terasa lebih lunak dari biasanya. Ini terjadi akibat pembuluh-pembuluh darah di mulut rahim, terisi darah dengan volume yang lebih banyak. Untuk mengetahui perbedaan kondisi mulut sewaktu ovulasi dan tidak ovulasi, lakukan perabaan beberapa kali pada rentang waktu yang berbeda.

  1. Nyeri ovulasi (semacam kram).

Menjelang ovulasi, terjadi peningkatan kadar hormon di dalam tubuh. Salah satu keluhan yang dapat menandai ovulasi adalah kram pada otot rahim, yang biasanya terjadi di tengah rentang 2 siklus haid. Jadi, kram ini muncul saat Anda sedang tidak haid.

  1. Mengalami perubahan emosi.

Jelang ovulasi, kadar berbagai hormon reproduksi akan meningkat yang akan mempengaruhi emosi. Sehingga di masa ovulasi Anda akan menjadi moody. Bila pada hari-hari di tengah 2 siklus haid, emosi Anda tiba-tiba bergejolak, bisa jadi merupakan pertanda Anda berada dalam masa subur.

  1. Bibir kelamin membesar.

Saat ovulasi, meningkatnya kadar hormon reproduksi di dalam tubuh, juga akan mempengaruhi organ-organ reproduksi lainnya. Salah satunya, pembuluh darah di alat kelamin menjadi terisi penuh oleh darah. Hal itu menyebabkan bibir dalam dan bibir luar kelamin -labia minora dan labia mayora- menjadi lebih besar dari biasanya, sehingga menjadi lebih sensitif!

  1. Tubuh dan organ reproduksi bengkak.

Kadar hormon-hormon reproduksi yang meningkat menjelang masa subur, juga berpengaruh terhadap tubuh Anda secara keseluruhan. Anda akan merasa tubuh seperti membengkak, sebab berbagai organ reproduksi memang sedikit lebih membesar dari biasanya, akibat terisinya  seluruh pembuluh darah di setiap organ, sehingga seluruh organ reproduksi memang menjadi aktif. Ini semua bagian dari proses persiapan kehamilan.

Tanda dan gejala yang terjadi pada saat dan setelah ovulasi adalah:

  1. Penurunan tingkat hasrat seksual.
  2. Penurunan volume lendir serviks.
  3. Kenaikan suhu basal tubuh.
  4. Nyeri payudara.