Perbedaan antara Makroevolusi dan Mikroevolusi

Mikroevolusi dan makroevolusi adalah dua istilah yang menggambarkan dua skala dari perubahan evolusioner dalam organisme. Mikroevolusi mengacu pada perubahan skala kecil, khususnya di tingkat gen yang menyebabkan evolusi spesies. Di sisi lain, makroevolusi mengacu pada perubahan yang terjadi di atas permukaan spesies yang berkontribusi pada proses evolusi dalam skala besar. Hal ini dapat dianggap sebagai perbedaan utama antara mikroevolusi dan makroevolusi.

Makroevolusi

Makroevolusi adalah perubahan evolusi yang dapat mengakibatkan perubahan dalam skala besar. Perubahan yang menyebabkan perbedaan yang lebih besar dan nyata diantara golongan taksonomi diatas spesies. Hal ini timbul dari serangkaian panjang kejadian spesies yang masing-masing membawa spesies keturunan makin jauh dari bentuk leluhur asli.

Makroevolusi adalah asal usul kelompok-kelompok organisme baru, seperti mamalia atau tumbuhan berbunga, melalui serangkaian peristiwa spesiasi. Spesiasi adalah sebuah proses evolusi munculnya spesies baru. Spesiasi dapat diawali denga perbedaan-perbedaan yang tampak kecil, misalnya warna pada punggung ikan cichlid.

Akan tetapi, ketika spesiasi terjadi lagi dan lagi, perbedaan-peredaan semacam itu terakumulasi dan  menjadi semakin menonjol. Akhirnya, terjadilah pembentukan kelompok organisme baru yang sangat berbeda dari nenek moyang mereka (seperti pada kemunculan paus dari mamalia penghuni darat).

Lebih lanjut, ketika satu kelompok organisme meningkat ukurannya dengan menghasilkan banyak spesies baru, kelompok organisme lain mungkin menciut, karena spesies anggotanya punah. Efek kumulatif dari banyak peristiwa spesiasi dan kepunahan semacam itu telah membantu membentuk perubahan evolusioner besar yang terdokuentasi dalam catatan fosil.

Contoh-contoh yang spesifik dari perubahan  makroevolusioner mencakup asal mula proses-proses biokimiawi penting seperti fotosintesis, kemunculan vertebrata darat pertama, dan dampak jangka panjang dari kepunahan massal terhadap keanekaragaman kehidupan. Jika dipertimbangaknan sekaligus, perubahan semacam itu menyajikan pandangan yang agung tentang sejarah kehidupan di bumi.

Loading...

Makroevolusi berfokus pada pembentukan kelompok taksonomik dari  tingkat spesies atas,  walaupun banyak mekanisme yang sama yang terlibat dalam spesiasi bekerja juga dalam  makroevolusi,  rentang waktu yang diperlukan jauh lebih besar.

Setidaknya ada 4 aspek makroevolusi yang telah diidentidikasi:

1.Perubahan filetik

Perubahan bertahap pada satu garis keturunan sehingga pada akhirnya  keturunannya sangat berbeda dengan nenek moyangnya. Anagenisis dapat disamakan dengan seleksi terarah  dalam jangka waktu yang lama

2. Pembentukan struktur

Struktur yang baru dan berbeda secara radikal, misalnya mata vertebrata dan sayap burung

3. Radiasi adaptif

Kelompok-kelompok yang besar semacam tumbuhan berbunga atau eukariota

4. Kepunahan massal

Misalnya yang terjadi pada dinosaurus di masa kretisium

Mikroevolusi

Mikroevolusi adalah  perubahan evolusi yang dapat mengakibatkan perubahan dalam skala kecil.  Mikroevolusi ini hanya mengarah kepada terjadinya perubahan pada frekuensi gen atau kromosom. Ia juga disebut sebagai “perubahan di bawah tingkat spesies”.

Mikroevolusi sebagai perubahan frekuensi alel dalam suatu populasi dari generasi ke generasi. Seleksi alam bukanlah satu-satunya penyebab mikroevolusi. Sebenarnya ada tiga mekanisme utama yang dapat menyebabkan perubahan frekuensi alel: seleksi alam, hanyutan genetik (kejadian kebetulan yang mengubah frekuensi alel), dan aliran gen (transfer alel di antara populasi-populasi).

Setiap mekanisme tersebut memiliki efek yang bereda pada komposisi genetik populasi. Akan tetapi hanya seleksi alam-lah yang secara konsisten meningkatkan kecocokan antara organism dan lingkungannya.

Mikroevolusi dapat dikontraskan dengan makroevolusi, yang merupakan peristiwa terjadinya perubahan skala besar pada frekuensi gen dalam suatu populasi selama periode geologis yang panjang. Perbedaan ini pada dasarnya hanya berbeda pada pendekatan yang dilakukan saja. Mikroevolusi bersifat reduksionis, sedangkan makroevolusi bersifat holistik.

Perbedaan Makroevolusi dan Mikroevolusi

  1. mikroevolusi mengacu pada perubahan yang terlihat dalam populasi spesies yang sama selama periode waktu
  2. makroevolusi adalah apa evolusi seperti yang dijelaskan oleh teori evolusi Darwin
  3. makroevolusi menjelaskan bagaimana reptil berubah menjadi burung kemudian primata yang lebih rendah ke yang lebih tinggi dan kemudian makhluk yang akhirnya manusia
  4. Istilah jarang digunakan oleh para ilmuwan karena nama buruk yang diciptakan oleh pengguna kreasionis yang nyaman sependapat dengan mikroevolusi sementara tidak setuju dengan makroevolusi.
  5. Para ilmuwan melihat ada perbedaan nyata antara mikroevolusi dan makroevolusi dan menganggap mikroevolusi sebagai suatu jenis evolusi.

Incoming search terms:

Loading...

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *