Perbedaan antara Neutrofil dan Makrofag

Neutrofil dan makrofag keduanya bertanggung jawab untuk fagositosis dan membunuh mikroorganisme, makrofag juga mengaktifkan sel T dan memulai respon imun. Keduanya juga diproduksi oleh nenek moyang yang berbeda, (neutrofil oleh prekursor umum granulosit dan makrofag oleh dan prekursor diketahui yang kemudian menjadi monosit (makrofag dewasa). Dan untuk mengamatai perbedaan lainnya silah simak uraian berikut ini.

Neutrofil

Neutrofil (bahasa Inggris: neutrophil, polymorphonuclear neutrophilic leukocyte, PMN) adalah bagian sel darah putih dari kelompok granulosit. Bersama dengan dua sel granulosit lain: eosinofil dan basofil yang mempunyai granula pada sitoplasma, disebut juga polymorphonuclear karena bentuk inti sel mereka yang aneh. Granula neutrofil berwarna merah kebiruan dengan 3 inti sel.

Neutrofil berhubungan dengan pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri dan proses peradangan kecil lainnya, serta menjadi sel yang pertama hadir ketika terjadi infeksi di suatu tempat. Dengan sifat fagositik yang mirip dengan makrofaga, neutrofil menyerang patogen dengan serangan respiratori menggunakan berbagai macam substansi beracun yang mengandung bahan pengoksidasi kuat, termasuk hidrogen peroksida, oksigen radikal bebas, dan hipoklorit.

Rasio sel darah putih dari neutrofil umumnya mencapai 50-60%. Sumsum tulang normal orang dewasa memproduksi setidaknya 100 miliar neutrofil sehari, dan meningkat menjadi sepuluh kali lipatnya juga terjadi inflamasi akut.

Setelah lepas dari sumsum tulang, neutrofil akan mengalami 6 tahap morfologis: mielocit, metamielocit, neutrofil non segmen (band), neutrofil segmen. Neutrofil segmen merupakan sel aktif dengan kapasitas penuh, yang mengandung granula sitoplasmik (primer atau azurofil, sekunder, atau spesifik) dan inti sel berongga yang kaya kromatin. Sel neutrofil yang rusak terlihat sebagai nanah.

Makrofag

Makrofag (bahasa Inggris: macrophage, MAC, bahasa Yunani: makros, “pemakan besar” dan bahasa Yunani: phagein, “makan”) adalah sel pada jaringan yang berasal dari sel darah putih yang disebut monosit. Monosit dan makrofag merupakan fagosit, berfungsi terutama pada pertahanan tidak spesifik. Peran makrofag adalah untuk memfagositosis seluler dan patogen serta untuk menstimulasikan limfosit dan sel imun lainnya untuk merespon patogen.

Makrofag berasal dari monosit yang terdapat pada sirkulasi darah, yang menjadi dewasa dan terdiferensiasi dan kemudian bermigrasi ke jaringan. Makrofag dapat ditemukan dalam jumlah besar terutama pada jaringan penghubung, seperti yang terhubung dengan saluran pencernaan, di dalam paru-paru (di dalam cairan tubuh maupun alveoli), dan sepanjang pembuluh darah tertentu di dalam hati seperti sel Kupffer, dan pada keseluruhan limpa tempat sel darah yang rusak didaur keluar tubuh. Makrofag jenis ini dinamakan makrofag residen yang sudah terdiferensiasi penuh.

Makrofag mampu bermigrasi hingga keluar sistem vaskuler dengan melintasi membran sel dari pembuluh kapiler dan memasuki area antara sel yang sedang diincar oleh patogen. Neutrofil adalah fagosit yang paling efisien disusul oleh makrofag, dan bisa mencerna sejumlah besar bakteri atau sel lainnya. Pengikatan molekul bakteri ke reseptor permukaan makrofag memicu proses penelanan dan penghancuran bakteri melalui “serangan respiratori”, menyebabkan pelepasan spesi oksigen reaktif (ROS). Patogen juga menstimulasi makrofag untuk menghasilkan kemokin, yang memanggil sel fagosit lain di sekitar wilayah terinfeksi.

Selain berperan sebagai fagosit, makrofag juga bisa berperan sebagai sel penyaji antigen (APC). Peran makrofag sebagai APC tampak pada fungsi efektor, namun kurang bermakna pada aktivasi limfosit naif. Makrofag tidak teraktivasi oleh stimulasi sejumlah sitokin seperti TNFα, IL-1β, IL-15 dan IL-8.

Perbedaan Neutrofil dan Makrofag

  1. Makrofag dapat hidup lebih lama daripada neutrofil.
  2. Karena makrofag lebih besar dari neutrofil, mereka dapat fagosit patogen lebih banyak penyerang daripada neutrofil.
  3. Setelah infeksi, neutrofil mendominasi lokasi yang terinfeksi awal sementara makrofag mendominasi lokasi yang terinfeksi di tahap-tahap selanjutnya (1 sampai 2 hari setelah infeksi).
  4. Tidak seperti neutrofil, makrofag dapat menyajikan fragmen antigen ke limfosit T dalam molekul konteks MHC (Major Histocompatibility Complex) kelas II setelah menelan sel-sel bakteri.
  5. Tidak seperti makrofag, neutrofil dengan inti multilobed. Inti dari makrofag besar dan berbentuk bulat.