Perbedaan antara Kofaktor dan Koenzim

Kofaktor dan koenzim memainkan peran yang sangat penting dalam fungsi metabolisme tubuh. Sebuah koenzim secara teknis merupakan jenis kofaktor, dimana koenzim didefinisikan sebagai molekul yang terikat secara longgar untuk enzim, dan kofaktor adalah mereka senyawa kimia yang mengikat protein. Dan berikut paparan perbedaan antara kofaktor dan koenzim semoga bermanfaat!

Kofaktor

Kofaktor adalah senyawa kimia non-protein yang diperlukan untuk aktivitas biologis protein. Protein ini biasanya enzim, dan kofaktor dapat dianggap “molekul pembantu” yang membantu dalam transformasi biokimia.

Kofaktor dapat dibagi lagi menjadi salah satu atau lebih ion anorganik, atau molekul organik atau metalloorganic kompleks yang disebut koenzim; yang sebagian besar berasal dari vitamin dan dari nutrien organik yang dibutuhkan dalam jumlah kecil. Sebuah kofaktor yang terikat erat atau bahkan terikat secara kovalen disebut gugus prostetik.

Selain itu, beberapa sumber juga membatasi penggunaan istilah “kofaktor” untuk bahan anorganik. Sebuah enzim yang tidak aktif tanpa kofaktor disebut sebuah apoenzim, sedangkan enzim lengkap dengan kofaktor disebut holoenzim.

Koenzim

Koenzim adalah molekul organik kecil yang terkait ke enzim dan kehadirannya yang sangat penting untuk aktivitas enzim tersebut. Koenzim termasuk dalam kelompok yang lebih besar yang disebut kofaktor, yang juga termasuk ion logam; kofaktor adalah istilah yang lebih umum untuk molekul kecil yang diperlukan untuk aktivitas enzim yang terkait.

Koenzim adalah kofaktor berupa molekul organik kecil yang mentranspor gugus kimia atau elektron dari satu enzim ke enzim lainnya. Contoh koenzim mencakup NADH, NADPH dan adenosina trifosfat. Gugus kimiawi yang dibawa mencakup ion hidrida (H–) yang dibawa oleh NAD atau NADP+, gugus asetil yang dibawa oleh koenzim A, formil, metenil, ataupun gugus metil yang dibawa oleh asam folat, dan gugus metil yang dibawa oleh S-adenosilmetionina. Beberapa koenzim seperti riboflavin, tiamina, dan asam folat adalah vitamin.

Loading...

Oleh karena koenzim secara kimiawi berubah oleh aksi enzim, adalah dapat dikatakan koenzim merupakan substrat yang khusus, ataupun substrat sekunder. Sebagai contoh, sekitar 700 enzim diketahui menggunakan koenzim NADH. Regenerasi serta pemeliharaan konsentrasi koenzim terjadi dalam sel. Contohnya, NADPH diregenerasi melalui lintasan pentosa fosfat, dan S-adenosilmetionina melalui metionina adenosiltransferase.

Perbedaan Kofaktor dan Koenzim

  • Sebuah koenzim adalah jenis kofaktor. Ini adalah kofaktor yang terikat longgar ke enzim.
  • Kofaktor adalah senyawa kimia yang terikat pada protein.
  • Sebuah kofaktor adalah senyawa kimia non-protein, sedangkan koenzim adalah molekul non-protein.
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *