Pengertian Korpus Kalosum

Otak dibagi menjadi belahan yaitu kanan dan kiri, dan kedua bagian tersebut terhubung oleh korpus kalosum. berdasarkan perkiraan kasar bundel jaringan saraf ini mengandung lebih dari 200 juta akson (serabut saraf yang membawa impuls listrik dari badan sel neuron ‘). Jaringan saraf ini memfasilitasi komunikasi antara kedua sisi otak. Dan berikut ini merupakan ulasan singkat berkaitan dengan pengertian korpus kolasom.

Korpus kalosum adalah kumpulan serat-serat saraf tepi. Korpus kalosum menghubungkan kedua hemisfer otak dan bertanggung jawab dalam transmisi informasi dari salah satu sisi otak ke bagian lain.

Informasi ini meliputi sensorik memori dan belajar menggunakan alat gerak kiri. Beberapa orang yang dominan menggunakan tangan kiri mempunyai bagian serebri kiri dengan kemampuan lebih pada bicara, bahasa, aritmatika dan fungsi analisis.

Daerah hemisfer yang tidak dominan bertanggung jawab dalam kemampuan geometrik, penglihatan serta membuat pola dan fungsi musikal. Basal ganglia terdiri atas sejumlah nukleus dan terletak di bagian terdalam hemisfer serebri, bertanggung jawab mengontrol gerakan halus tubuh, kedua tangan dan ektremitas bagian bawah.

Korpus kalosum merupakan serat syaraf terbesar yang menyangga dan menghubungkan antar otak besar, bahkan dengan serat syarafnya yang besar kerap disebut sebagai jantungnya otak. Korpus kalosum berbentuk seperti payung tunggal setengah melingkar bagi otak tengah sekaligus menjadi tempat bertumpu bagi seluruh belahan otak. Kemudian otak tengah yang terdiri dari dua batang yang menyatu itulah yang menjadi tiang dari korpus kalosum.

Pada wanita, korpus kalosum lebih besar berkembang dari pada pria. Hal ini memungkinkan dua belahan otak wanita lebih mudah bekerja sama.

Loading...

Korpus kalosum adalah saraf yang menghubungkan otak sisi kiri dan otak sisi kanan dan memfasilitasi komunikasi antara dua hemisfer tersebut. Karenanya, diasumsikan wanita lebih mudah mengaktivasi relasi antara perasaan dan pikirannya ketimbang pria. Dalam waktu bersamaan, mereka mampu berfikir, mengingat, merasa, dan mendengar serta merencanakan sesuatu.

Teori ini sejalan dengan pendukung wanita sebagi makhluk yang lebih multitasking. Dari hal biologis, pengetahuan tentang korpus kalosum memberi pencerahan perihal keunggulan wanita dalam bekerja ganda. Secara sosial, wanita dekat dengan peran multitasking karena harus menjadi ibu dan berkarier, mengurus rumah sembari menjaga anak, memasak sambil menyeterika selama menunggu masakan matang, serta multikegiatan lainnya.

Korpus kalosum pada wanita memang lebih tebal dan lebih bundar dari pria, akibatnya ia lebih banyak keterkaitan antara dua komponen otak dengan fungsi yang dipisahkan. Karena itu, dua komponen otak wanita lebih terkoneksi secara timbal balik. Menurut Herbert Landsell, wanita lebih mampu merangkai kalimat. Hal ini disebabkan karena sisi kiri otak (mengontrol pembicaraan/perasaan) dan sisi kanan otak  (mengontrol/mengolah informasi) lebih baik.

Jadi tidak perlu heran jika wanita lebih nyinyir atau cerewet.

Volume besarnya korpus kalosum pada wanita rata-rata lebih besar hingga 25% pada saat akil baligh. Ini memungkinkan terjadinya komunikasi saling-silang dalam otak yang pada akhirnya membuat mereka kerap berkomunikasi sendiri. Hal ini sebagaimana dikatakan Halpen yang mendeteksi dari hasil MRI (Magnetic Resonace Imaging). Ia menemukan bahwa ukuran korpus kalosum pria 25% lebih kecil dibanding wanita.

Incoming search terms:

Loading...

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *