Pengertian Enzim

Enzim merupakan katalis yang luar biasa yang dapat meningkatkan laju reaksi kimia sebanyak 19 kali lipat, jika dibandingkan dengan reaksi yang sama dalam larutan. Dan berikut ini ulasan singkat berkaitan dengan enzim dengan struktur, sifat dan cara kerjanya, langsung saja simak semoga bermanfaat! Enzim merupakan senyawa organik yang berfungsi sebagai katalis.

Artinya, enzim dapat mempercepat berlangsungnya suatu reaksi kimia tetapi enzim itu sendiri tidak ikut berubah. Hal demikian dapat dilakukan enzim dengan cara menurunkan energi aktivasi. Energi aktivasi adalah energi awal yang diperlukan untuk memulai reaksi kimia.

Struktur Enzim

Enzim secara keseluruhannya disebut haloenzim. Enzim tersusun dari dua komponen utama, yaitu komponen protein dan komponen nonprotein.

Komponen protein(apoenzim)pada enzim sangat menentukan kerja enzim. Hal demikian dimungkinkan karena apoenzim merupakan tempat melekatnya substrat dan sekaligus tempat mereaksikan substrat. Bagian enzim tempat melekatnya substrat disebut sisi aktif enzim.

Substrat merupakan bahan atau molekul yang dikatalis oleh suatu enzim. Substrat dapat berupa karbohidrat, protein, dan lemak. Komponen nonprotein (gugus prostetik) pada enzim mempunyai sifat stabil pada suhu yang elatif tinggi dan tidak berubah pada akhir reaksi.

Gugus prostetik ini dibedakan menjadi gugus kofaktor dan koenzim. Gugus kofaktor tersusun dari zat anorganik yang umumnya berupa logam, misalnya Cu, Fe, Mn, Zn, Ca, K, Co. Gugus koenzim tersusun dari senyawa organik nonprotein yang tidak melekat erat pada bagian protein enzim. Contohnya, NAD, NADP, dan koenzim A.

Sifat Enzim

Sampai saat ini telah dikenal lebih dari 2.000 jenis enzim. Secara umum, enzim mempunyai sifat-sifat sebagai berikut.

  1. Merupakan protein. Bahan penyusun utama enzim adalah protein.
  2. Mudah dipengaruhi oleh perubahan lingkungan. Faktor lingkungan, antara lain suhu, ph, dan inhibitor.
  3. Sebagai katalisator. Dalam hal ini enzim berfungsi mempercepat reaksi kimia, tetapi tidak ikut berubah setelah proses reaksi selesai.
  4. Bekerja secara spesifik. Enzim hanya berperan menbantu satu macam substrat dan tidak dapat bekerja untuk bermacam-macam substrat. Hal yang demikian dikenal dengan istilah satu enzim satu substrat.
  5. Bekerja secara bolak-balik. Artinya, enzim tidak menentukan arah reaksi, tetapi hanya bekerja mempercepat laju reaksi sampai mencapai keseimbangan. Enzim dapat berfungsi dalam reaksi penyusunan zat maupun penguraian zat.
  6. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit. Artinya, sedikit enzim dapat mengkatalis suatu reaksi kimia.

Mekanisme Kerja Enzim

Reaksi enzimatis akan berlangsung apabila substrat tersedia dan bagian sisi aktif enzim dalam keadaan kosong. Pada kondisi yang demikian substrat akan memasuki bagian sisi aktif enzim. Bagian sisi aktif enzim akan mengalami perubahan bentuk dengan mengelilingi substrat kemudian membentuk ikatan lemah berupa kompleks enzim-substrat. Di dalam sisi aktif, substrat akan diubah menjadi suatu bentuk akhir, yang dikenal sebagai produk. Selanjutnya, produk tersebut dilepas dari ikatan enzim dan enzim itu sendiri kembali bebas untuk berikatan dengan substrat yang lain.