Organel Sel Eukariotik dan Autotrof

Dalam biologi sering dibahas yang berkaitan dengan sel dan hal ini tentunya membutuhkan pengetahuan tentang fungsi dasar organel yang ditemukan dalam sel-sel eukariotik. Hal ini berguna untuk dapat merangkum fungsi utama dari setiap jenis organel hanya dalam beberapa kata atau kalimat. Dan halaman ini ditambahkan pula ulasan tentang autotrof, langsung saja simak uraiannya semoga bermanfaat!

Organisme eukariotik diduga muncul sekitar 1,5 milyar tahun yang lalu. Organisme eukariotik diduga berasal dari organisme prokariotik yang melakukan evolusi, karena dalam sel prokariotik terdapat DNA. DNA merupakan materi genetik yang menentukan sifat organisme sehingga perlu dilindungi.

Membran sel mengalami pelekukan ke dalam sehingga mengelilingi DNA. Membran bagian dalam bersatu membentuk membran nukleus dalam. Sedangkan, bagian luar menjadi membran nukleus luar. Jadi membran yang mengelilingi DNA merupakan membran rangkap.

Hipotesis ini berdasarkan kenyataan saat ini bahwa membran nukleus merupakan membran rangkap, dan membran luar nukleus memiliki hubungan secara langsung dengan membran sel melalui Retikulum Endoplasma (RE). Hubungan ini merupakan sisa-sisa membran plasma yang melekuk ke dalam. Dengan terbentuknya membran nukleus, terbentuklah sel eukariotik yang merupakan hasil evolusi dari sel prokariotik.

Sel eukariotik adalah sel yang memiliki nukleus (inti yang terbungkus membran). Sel eukariotik merupakan sel penyusun beberapa jenis organisme, seperti Animalia, Plantae, Fungi dan Protista. Salah satu ciri menonjol dari sel eukariotik adalah memiliki sistem endomembran dimana membran-membran kecil membungkus setiap organel-organel penyusun sel. Sel aukariotik memiliki struktur yang lebih kompleks dibanding sel prokariotik. Berikut ini penjelasan struktur dan karakteristik sel eukariotik:

Nukleus

Nukleus adalah otak dari sel sebab disinilah tempat pengendalian segala aktivitas sel. Nukleus biasanya berbentuk bulat besar yang terletak ditengah sel. Nukleus memiliki fungsi yang sangat vital bagi sel eukariotik sebab selain sebagai pengendali aktivitas sel, nukleus juga merupakan pembawa materi genetik serta mengontrol pembelahan sel.

Mitokondria

Mitokondria adalah pembangkit energi dari sel eukariotik. Mitokondria banyak terdapat pada sel-sel yang memerlukan energi seperti hati, otot dan saraf. Mitokondria berbentuk bulat dan agak panjang, yang disusun oleh lipoprotein. Mitokondria dilapisi oleh dua membran yang kuat, elastis, dan stabil. Membran bagian membentuk tonjolan-tonjolan pipih (krista) yang bertujuan untuk memperluas bidang permukaan. Ruangan di dalam mitokondria berisi cairan yang disebut matriks mitokondria yang kaya akan enzim pernafasan (sitokrom), DNA, RNA serta protein.

Fungsi utama dari mitokondria adalah melakukan respirasi sel untuk menghasilkan energi. Selain itu mitokondria memiliki DNA sendiri untuk mengkode sintesis protein spesifik. Mitokondria juga memiliki fungsi mengoksidasi makanan (C6H12O6 + O2 àCO2 + H2O dan energi), dehidrogenerasi, serta transfer elektron.

Ribosom

Ribosom merupakan bagian terkecil dari sel yang bertugas dalam melakukan proses sintesis protein. Ribosom terletak bebas di dalam sitoplasma dan ada juga yang menempel pada bagian sisi luar retikulum endoplasma kasar. Penyusun utama ribosom adalah protein dan RNA.

Badan golgi

Kompleks golgi yang juga disebut badan golgi atau aparatus golgi, adalah salah satu komponen sel yang berukuran besar dan terletak di dekat retikulum endoplasma. Kompleks golgi bertanggung jawab atas proses sekresi sel, itu artinya dalam kompleks golgi terjadi proses pembentukan zat sekresi yang kemudian dikeluarkan dari tubuh sel. Kompleks golgi menghasilkan zat sekresi setelah menguraikan karbohidrat dengan cara mereaksikan protein yang diterima dari retikulum endoplasma dengan glioksilat sehingga terbentuklah glikoprotein yang kemudian dibawa keluar sel.

Retikulum Endoplasma

Retikulum endoplasma adalah bagian yang berbentuk seperti jala yang berpusat pada endoplasma (sitoplasma bagian dalam). Fungsi dari retikulum endoplasma adalah untuk sintesis substansi kimia seperti protein, lipid, fosfolipid, dan steroid. Retikulum endoplasma juga berfungsi untuk transportasi protein tersebut ke kompleks golgi. Ada dua jenis retikulum endoplasma, yaitu:

  • Retikulum endoplasma kasar, merupakan bagian retikulum endoplasma yang ditempeli ribosom. Bagian ini bertugas dalam proses transpor protein serta sintesis protein.
  • Retikulum endoplasma halus, merupakan bagian retikulum endoplasma yang tidak ditempeli ribosom. Bagian ini bertugas dalam proses transpor lemak dan sintesis lemak.

Lisosom

Lisosom adalah organel berbentuk gelembung bulat berdiameter antara 0,1-1,2 mikro meter yang didalamnya tersimpan enzim-enzim hidrolitik seperti protease, lipase, nuklease, fosfatase, dan enzim pencerna yang lain. Enzim hidrolitik yang terkandung didalam lisosom ini disebut lisozim.

Beberapa fungsi lisosom adalah sebagai berikut:

  • Eksositosis, yaitu proses pembebasan enzim keluar sel.
  • Autofage, artinya penghancuran bagian sel tidak dikehendaki (rusak dan tak berfungsi).
  • Autolisis, artinya penghancuran diri sendiri dengan cara membebaskan isi lisosom ke dalam sel.
  • Melakukan pencernaan intrasel (Endositosis).
  • Menghancurkan senyawa karsinogenik.

Badan Mikro

Badan mikro memiliki struktur yang hampir sama dengan lisosom, berbentuk bulat dan dilapisi sebuah membran, bedanya ada pada enzim pengisi. Badan mikro berisi enzim katalase dan oksidase. Enzim katalase tersimpan dalam badan mikro pada bagian yang disebut peroksisom dan berperan sebagai katalisator dalam penguraian hidrogen peroksida (H2O2) menjadi air (H2O).

Peroksisom selain bertugas memecah hidrogen peroksida, juga penting dalam proses penyerapan cahaya pada tumbuhan juga proses respirasi. Selain peroksisom, bagian lain dari badan mikro adalah glioksisom, yaitu bagian yang berperan dalam metabolisme asam lemak. Glioksisom hanya terdapat pada sel tumbuhan.

Sitoplasma

Sitoplasma adalah bagian pengisi ruang antara inti dan membran plasma, terdiri dari sitosol, sitoskeleton, organel-organel sel serta substansi simpanan. Sitosol (cairan intraseluler) mengandung zat makanan yang terlarut, ion, protein, dan produk sisa metabolisme. Sitoplasma memiliki kandungan setidaknya 80% air dan biasanya tidak berwarna.

Sitoplasma berfungsi sebagai tempat terjadinya metabolisme sel seperti glikolisis, sintesis protein, dan sintesis asam lemak. Hal itu dapat terjadi karena di dalam sitoplasma terdapat air dan ion-ion terlarut yang memungkinkan reaksi kimia. Sitoskeleton merupakan serabut-serabut yang terdapat dalam sitoplasma yang memiliki fungsi utama sebagai rangka sel. Sitoskeleton terdiri dari 3 serabut berbeda, yaitu: mikrofilamen, mikrotubulus dan filamen intermediar.

Membran Sel

Membran sel adalah lapisan pembatas bagian dalam sel dengan lingkungan luarnya. Membran sel eukariotik terdiri dari lapisan lipid rangkap dua yang lebih dikenal sebagai lipid bilayer. Lipid penyusun membran sel sendiri terbagi menjadi 3 jenis, yaitu glikolipid (mengandung karbohidrat), sterol (mengandung alkohol) juga fosfolipid (mengandung fosfat). Fosfolipid merupakan bagian terbesar penyusun membran, memiliki dua bagian, yaitu kepala dan ekor. Bagian kepala disebut (polar head), merupakan bagian yang memiliki kecenderungan untuk bercampur dengan, larut dalam, atau dibasahi oleh air (hidrofilik). Sedangkan bagian ekor (nonpolar tail) merupakan bagian yang menolak , cenderung untuk tidak bercampur dengan, atau tidak mampu larut dalam air (hidrofobik). Selain lipid, membran plasma juga tersusun oleh protein berjenis glikoprotein. Protein ini kemudian membentuk dua lapisan yaitu lapisan protein perifer dan lapisan protein integral.

Sebagai bagian terluar dari sel eukariotik, membran plasma memiliki beberapa tugas utama diantaranya: menerima rangsangan berupa zat kimia serta hormon yang berasal dari dalam maupun dari luar sel, membatasi organel sel agar tidak keluar, sebagai tempat terjadinya proses oksidasi dan respirasi, serta menyeleksi molekul-molekul seperti glukosa, asam amino maupun ion yang akan masuk ke dalam tubuh sel, untuk alasan-alasan inilah membran plasma harus bersifat selektif permeabel. Pergerakan zat dari dalam ke luar sel atau sebaliknya dapat bersifat pasif atau aktif. Pasif apabila tidak membutuhkan energi seluler, seperti difusi dan osmosis. Aktif apabila membutuhkan energi seluler, seperti endositosis dan eksositosis.

Kloroplas

Kloroplas adalah plastida yang mengandung banyak klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis. Klorofil (zat hijau daun) berperan dalam menangkap cahaya matahari yang akan diubah menjadi energi kimia. Di dalam membran dalam kloroplas terkandung cairan kaya protein yang disebut stroma.

Pada stroma terdapat susunan butiran hijau kecil. Susunan butiran itu disebut grana, sedangkan butiran hijau kecil penyusunnya disebut tilakoid. Pada membran tilakoid itulah terdapat klorofil. Pada proses fotosintesis, terdapat dua proses yaitu reaksi terang yang terjadi pada membran tilakoid dan reaksi gelap yang terjadi pada stroma.

Sentriol

Sentriol hanya dijumpai pada sel hewan, merupakan organel berbentuk silindris yang terletak dekat dengan permukaan luar nukleus. Sentriol berperan dalam orientasi arah pada proses pembelahan sel.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *