Gejala dan Penyebab Hipertiroidisme

Hipertiroidisme merujuk pada kondisi apapun di mana ada terlalu banyak hormon tiroid diproduksi dalam tubuh. Dengan kata lain, kelenjar tiroid yang terlalu aktif. Istilah lain yang Anda mungkin mendengar untuk masalah ini adalah tirotoksikosis, yang mengacu pada kadar hormon tiroid yang tinggi dalam aliran darah, terlepas dari sumber mereka. Kelenjar tiroid (kelenjar gondok) adalah kelenjar berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di leher bagian depan.

Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroid (T4 dan T3) yang berperan dalam memicu metabolisme sel di seluruh tubuh. Bila produksi hormon tiroid meningkat dan berlangsung lama maka akan timbul gejala-gejala yang disebut hipertiroid.

Apa Gejala dan Keluhan Penderita Hipertiroid?

Karena hipertiroid sering berlangsung bertahap maka tidak semua penderita hipertiroid merasakan keluhan dan gejala. Gejala hipertiroid juga bervariasi dan dapat berupa :

  1. Banyak berkeringat,
  2. Tremor / gemetar, biasanya di jari tangan,
  3. Jantung berdebar/palpitasi,
  4. Badan lemas, kurang bertenaga dan cepat lelah,
  5. Tidak tahan panas,
  6. Berat badan cenderung menurun walaupun banyak makan,
  7. Gelisah,
  8. Sering buang air besar,
  9. Gangguan siklus haid,
  10. Sesak nafas,
  11. Menurunnya libido,
  12. Susah tidur/insomnia.

Apa Tanda Fisik Penderita Hipertiroid?

Hasil pemeriksaan fisik juga bervariasi, dokter akan menemukan tanda-tanda sebagai berikut :

  1. Pembesaran/benjolan (goiter) dan bising di kelenjar tiroid,
  2. Bola mata menonjol (eksoptalmus), kelopak mata tertarik ke atas (retraksi),
  3. Tremor,
  4. Kulit cenderung basah dan hangat,
  5. Denyut jantung meningkat (tachycardia) dan tidak teratur (aritmia),
  6. Hipertensi,
  7. Kelemahan otot, terutama tungkai.

Apa Penyebab Hipertiroid?

Penyebab hipertiroid ialah :

  1. Penyakit Grave (Basedow), akibat gangguan sistim imunitas.
  2. Tiroiditis Hasimoto, akibat peradangan sehingga terjadi kebocoran pelepasan tiroksin.
  3. Sruma nodosa toksik, akibat benjolan dalam tiroid yang hiperaktif.
  4. Iatrogenik, akibat konsumsi obat thyroid yang berlebih atau obat anti-aritmia (Amiodaron).
  5. Keganasan kelenjar tiroid.

Apa Faktor Risiko Terjadinya Hipertiroid?

Faktor risiko terjadinya hipertiroid ialah :

  1. Turunan/genetik,
  2. Gender. perempuan lebih berisiko terkena hipertiroid daripada laki-laki (8 : 1).

Bagaimana Mendiagnosis Penyakit Hipertiroid?

Untuk memastikan apakah seseorang menderita hipertiroid serta untuk mengetahui penyebab, selain melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik, dokter akan menganjurkan beberpa pemeriksaan penunjang antar lain :

  1. Pemeriksaan laboratorium : T4, T3, FT4, FT3 dan TSHs. Pada hipertiroid T4, T3, FT4, FT3 akan meningkat dan TSHs akan menurun.
  2. Radioactive iodine uptake test. Tingginya uptake menandakan ada hipertiroid.
  3. Radioscan tiroid.

Bagaimana Pengelolaan Hipertiroid?

Pengelolaan hipertroid meliputi :

  1. Perubahan pola hidup.
  • Hindari rokok, kopi, alkohol,
  • Konsumsi kalsium dan vitamin yang cukup
  1. Obat-obatan / medikamentosa.
  • Obat anti-tiroid yang menghambat produksi hormon tiroid, a.l. :
    • Propyl tiourasil (PTU)
    • Karbimazole
    • Metimazole
  • Propanolol, obat antihipertensi yang sekaligus untuk mengendalikan frekuensi denyut jantung.
  1. Terapi radioisotop. Merusak jaringan tiroid yang hiperaktif dengan Iodium radioaktif.
  2. Operasi, baik total (tiroidektomi) maupun partial (lobekstomi).
    Pada eksoptahlmus yang hebat mungkin diperlukan tindakan operasi khusus untuk mengkoreksi posisi bola mata

Apakah Komplikasi Hipertiroid?

Komplikasi hipertiroid yang perlu dicermati ialah :

  1. Krisis hipertiroid/Thyroid storm. Situasi urgent yang ditandai demam tinggi, denyut jantung sangat cepat dan tidak teratur (fibrillasi atrial), tak sadar sampai meninggal. Kondisi ini dapat terjadi akibat minum obat yang tidak disiplin.
  2. Kelainan pada mata berupa mata kering, gangguan penglihatan, mudah infeksi, luka sampai buta.
  3. Hipertensi, gangguan irama jantung sampai gagal jantung.
  4. Osteoporosis (tulang kropos).

Bagaimana Prognosis Penderita Hipertiroid?

Prognosis hipertiroid sangat tergantung pada penyebab. Dengan penanganan dan pemantauan yang disiplin, umumnya gejala hipertiroid akan terkendali dan teratasi. Dosis obat perlu disesuaikan secara berkala sampai kondisi telah normal (euthyroid). Pengobatan perlu dilanjutkan minimal 18 – 24 bulan, bila tetap terkendali dan stabil, obat dapat dihentikan.
Umumnya pendeita hipertiroid memberi respons yang baik dengan pengobatan, walaupun ada kemungkinan terjadi kekambuhan.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *