Fungsi Hormon Progesteron Selama Kehamilan

Ada beberapa studi epidemiologi yang mendukung peran pelindung kehamilan, meskipun mekanismenya masih belum jelas. Tingkat progesteron, yang sangat penting dalam menjaga kehamilan. Progesteron diproduksi di korpus luteum di awal kehamilan dan plasenta pada periode kehamilan akhir. Dalam beberapa penelitian eksperimental, progesteron dilaporkan menginduksi apoptosis sel kanker ovarium dengan jalur intrinsik dan ekstrinsik.

Selain itu, progesteron telah terbukti dapat mengerahkan efek antikanker melalui tindakan genomik dan non-genomik. Tujuan dari paparan ini adalah untuk memberikan informasi peranan dan fungsi progesteron selama kehamilan semoga bermanfaat!

Progesteron (bahasa Inggris: progesterone, P4) merupakan hormon dari golongan steroid yang berpengaruh pada siklus menstruasi perempuan, kehamilan dan embriogenesis. Progesteron bersama dengan estrogen dihasilkan oleh kurpus luteum, yaitu sebuah kelenjar endokrin yang merupakan sisa dari folikel setelah terjadinya peristiwa ovulasi

Fungsi hormon progesteron Tubuh manusia baik pria dan wanita sangat penting untuk membantu proses metabolisme, termasuk wanita hamil. Tubuh terdiri dari begitu banyak bagian penting. Bagian – bagian tersebut memiliki fungsi penting di dalam tubuh dimana salah satunya adalah hormon. Hormon merupakan merupakan zat kimia yang terdapat pada tubuh manusia.

Dalam setiap kehidupan setiap manusia hormon memiliki pengaruh yang besar dalam membagi serta membawa pesan dan instruksi yang penting dari suatu kelompok sel ke kelompok sel yang lain. Hormon memiliki pengaruh dalam pengembangan, pertumbuhan, perubahan suasana hati, mengatur tubuh kita dalam memproses makanan, mengatur sistem metabolisme hingga mengatur fungsi jaringan. Selain itu, hormon juga memiliki fungsi dalam mengatur reaksi dalam menghadapi sesuatu.

Salah satu hormon penting dalam tubuh manusia adalah hormon progesteron. Hormon progesteron merupakan salah satu hormon yang berperan dalam memberi rangsangan serta mengatur beragam fungsi. Hormon progesteron berperan dalam menjaga kehamilan dan diproduksi pada bagian ovarium, plasenta dan kelenjar adreanal. Hormon progesteron membantu wanita untuk memasuki fase pembuahan serta mengatur siklus bulanan wanita. Selain itu, hormon progesteron juga memiliki peran dalam mengatur gairah pada manusia. Ada beberapa fungsi hormon pregesteron terhadap tubuh wanita mulai dari:

Hormon progesteron pada masa kehamilan

Fungsi Hormon progesteron memiliki yang utama dan paling penting yaitu mendorong endometrium untuk mensekresikan jenis protein yang khusus pada tahap kedua dalam siklus mentruasi. Selain itu, hormon ini juga mempersiapkan sel telur untuk menerima serta memelihara sel telur yang dibuahi. Pada tubuh wanita yang tidak dalam keadaan hamil maka kadar dari hormon progesteron serta hormon estrogen akan mengalami penurunan. Endometrium akan beristirahat dan saat itulah siklus mentruasi akan terjadi lagi. Estrogen sendiri merupakan hormon yang merangsang pertumbuhan endometrium (lapisan rahim) agar menebal pada fase pra ovulasi.

Pada saat kehamilan, progesteron akan diproduksi pada plasenta pada level tinggi. Kombinasi yang terjadi antrara progesteron serta estrogen akan menekan periode ovulasi yang lebih lanjut. Selain itu, perubahan dan perkembangan payudara juga terjadi pada masa kehamilan. Hal ini dikarenakan hormon ini mendorong tumbuhnya kelenjar penghasil susu.

Berikut ini merupakan peran progesteron di masa kehamilan, diantaranya:

  • Di masa kehamilan, hormon ini diproduksi di plasenta.
  • Berfungsi membangun lapisan di dinding rahim guna menyangga plasenta di dalam rahim.
  • Progesteron mencegah pengerutan otot-otot rahim, sehingga persalinan dini/prematur bisa dihindari dengan meningkatnya produksi hormon ini.
  • Hormon ini pun membantu menyiapkan payudara, yakni dengan memacu aktivitas kelenjar susu sekaligus membentuk puting susu jadi lebih menonjol untuk memudahkan proses pemberian ASI.
  • Membuat dinding pembuluh darah mengalami pelebaran, sehingga terjadilah penurunan tekanan darah. Akibatnya, ibu hamil sering merasa pusing.
  • Membuat kerja sistem pencernaan jadi lambat, hingga perut cenderung gampang kembung.
  • Menyebabkan relaksasi usus, hingga daya dorong usus terhadap sisa makanan juga mengalami penurunan. Akibatnya, sisa makanan gampang menumpuk, sehingga ibu jadi gampang sembelit.
  • Meningkatkan suhu tubuh, menyebabkan mual sekaligus menurunkan gairah seks.
  • Menyebabkan gangguan tidur, terutama pada trimester pertama. Sementara pada trimester kedua umumnya sudah terjadi keseimbangan hormon, sehingga ibu pun sudah mampu menyesuaikan diri dengan bisa tidur tenang. Akan tetapi memasuki trimester ketiga, ibu hamil akan kembali mengalami susah tidur. Bukan karena gejolak hormonal, melainkan lantaran ukuran kandungan terus makin membesar, sehingga tidur pun jadi sangat tak nyaman.
  • Menyebabkan jaringan-jaringan halus pada saluran pernapasan mengalami pembengkakan dan menghalangi aliran napas. Itulah mengapa, saat tidur, terutama sepanjang trimester kedua, ibu hamil akan sulit bernapas dan cenderung mendengkur meski sebelumnya bukan pendengkur. Dengkuran ini bisa diantisipasi dengan tidur dalam posisi miring.
  • Memicu terjadinya peradangan gusi, antara lain akibat terjadinya pelebaran pembuluh darah yang mengakibatkan bertambahnya aliran darah ke seluruh bagian tubuh, termasuk gusi. Konsekuensinya, gusi jadi bengkak dan mudah mengalami perdarahan sejak trimester pertama hingga trimester akhir. Nah, bila kondisi kebersihan dan kesehatan daerah mulut kurang mendapat perhatian, bukan tidak mungkin terjadilah peradangan gusi. Kondisi seperti ini akan berangsur pulih pada kehamilan bulan kesembilan atau beberapa hari setelah melahirkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *