Perbedaan antara Mitokondria dan Plastida

Mitokondria adalah gudang dari sel dan pelepasan energi untuk berbagai kegiatan kimia yang diperlukan untuk kehidupan. Plastida dapat berupa kloroplas atau leukoplas. Kloroplas penting untuk fotosintesis pada tumbuhan. Leucoplasts sebagai penyimpan makanan seperti pati, minyak dan butiran protein. Mitokondria dan plastida memiliki DNA dan ribosom sendiri. Oleh karena itu mereka mampu membuat beberapa protein mereka sendiri. Namun pada halaman ini akan diulas pula tentang perbedaan keduanya.

Mitokondria

Mitokondria adalah salah satu bagian dari organel sel. Mitokondria dapat anda temukan pada sel hewan dan sel tumbuhan. Mitokondria sendiri berfungsi dalam respirasi sel yaitu menghasilkan energi.

Mitokondria memiliki dua lapisan membran atau salah satu organel sel yang bermembran rangkap. Permukaan membran luar mitokondria itu halus, sedangkan permukaan membran dalam mitokondria berlekuk-lekuk.

Lekukan lekukan pada mitokondria disebut sebagai krista. Pada bagian krista mitokondria terdapat enzim untuk fosfoforilasi oksidatif dan sistem transport elektron, sedangkan enzim dalam siklus krebs dan asam lemak terdapat dalam matriks mitokondria.

Dalam mitokondria terdapat dua membran, yaitu ruang intermembran dan matriks mitokondria, Mitokondria memiliki ruang diantara kedua membran yang disebut ruang intermembran. Ruangan ini sempit, dan selektif. Membran bagian luar tidak dapat dilalui molekul kecil dan tidak dapat dilalui protein dan molekul besar.

Fungsi Mitokondria

Satu satunya fungsi mitokondria dan yang paling utama adalah rmenghasilkan energi melalui proses respiras aerob atau oksidatif dalam bentuk ATP melalui proses siklus krebs atau siklus asam trikarboksilat, adapun fungsi mitokondria yang lain adalah mengatur aktivitas metabolisme sel.

Plastida

Plastida merupakan organel yang amat dinamis dan mampu membelah, tumbuh dan berdeferensiasi menjadi berbagai bentuk. Pada sel muda tumbuhan tinggi, plastida biasanya tak berwarna dan disebut leukoplas atau proplastida. Pada daun, plastida berwarna hijau dan disebut kroroplas, serta pada buah masak kadang-kadang kuning atau merah, disebut kromoplas.

Pada sel yang tidak menjadi hijau, seperti sel epidermis atau sel rambut tangkai sari (misalnya pada Rhoeo discolor), plastida tetap tak berwarna, disebut leukoplas (dalam arti sempit). Leukoplas juga terdapat pada jaringan yang tak terdedah pada cahaya. Pada jaringan semacam ini seperti pada umbi, leukoplas membentuk butir pati yang disebut amiloplas. Statolit adalah amiloplas khusus dalam tudung akar dan pada buku beberapa batang muda, serta terlibat dalam gaya berat. Leukoplas membentuk minyak atau lemak, dan disebut elaloplas, misalnya pada epidermis daun Vanilla.

Fungsi Plastida

Plastida berfungsi untuk fotosintesis, dan juga untuk sintesis asam lemak dan terpen yang diperlukan untuk pertumbuhan sel tumbuhan. Tergantung pada fungsi dan morfologinya, plastida biasanya diklasifikasikan menjadi kloroplas, leukoplas (termaduk amiloplas dan elaioplas), atau kromoplas. Plastid merupakan derivat dari proplastid, yang dibentuk pada bagian meristematik tumbuhan.

Perbedaan Mitokondria dan Plastida

  1. Plastida hanya terjadi pada sel tanaman dan ganggang, tetapi mitokondria ditemukan di semua sel eukariotik.
  2. Mitokondria lebih kecil dari kloroplas: Mitokondria memiliki ukuran panjang diameter 1μm sampai 5μm, sedangkan, kloroplas adalah 4-6 μm dalam diameter.
  3. Fungsi utama mitokondria adalah respirasi sel, tetapi plastida terlibat dalam banyak fungsi seperti produksi gula dan untuk sementara menyimpannya sebagai pati, penyimpanan pati dan lipid.
  4. Jumlah mitokondria per sel lebih besar daripada jumlah kloroplas. Jumlah mitokondria per sel biasanya 100-10,000, sedangkan kloroplas per sel tanaman sekitar 50.
  5. Keduanya dapat menghasilkan salinan mereka sendiri dengan divisi.
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *