6 Ciri-ciri tumbuhan secara umum

Tumbuhan atau kingdom Plantae mencakup semua tumbuhan darat: lumut, pakis, tumbuhan runjung, tumbuhan berbunga, dan sebagainya- dengan bentuk yang beragam dan menakjubkan. Dengan lebih dari 250.000 spesies, mereka berada di urutan kedua setelah arthropoda. Tumbuhan telah ada dalam waktu yang sangat lama. Tumbuhan pertama kali muncul zaman Ordovisium, tetapi tidak mulai menyerupai tumbuhan modern sampai Akhir zaman Silur.

Saat penutupan zaman Devonian, sekitar 360 juta tahun yang lalu, ada berbagai macam bentuk dan ukuran dari tumbuhan di sekitar, termasuk tumbuhan merambat kecil dan pohon hutan yang tinggi.

Yang paling mencolok, dan penting dari ciri tumbuhan adalah warna hijau mereka, hasil dari pigmen yang disebut klorofil. Tumbuhan menggunakan klorofil untuk menangkap energi cahaya, yang bahan bakar pembuatan makanan-gula, pati, dan karbohidrat lainnya. Tanpa sumber makanan tersebut, sebagian besar kehidupan di bumi tidak mungkin. Masih akan ada jamur dan alga, tapi tidak akan ada buah-buahan, sayuran, biji-bijian, atau hewan (yang akhirnya bergantung pada tumbuhan untuk makanan mereka juga!)

Ciri-ciri umum dari Tumbuhan

  1. Eukariotik (organisme dengan sel yang kompleks yang terdiri atas bahan-bahan genetika disusun menjadi nuklei yang terikat membran)
  2. Terdiri atas banyak sel (multiseluler)
  3. Memiliki dinding sel tersusun dari selulosa
  4. Memiliki klorofil (zat hijau daun) dan menyimpan cadangan makanan dalam bentuk amilum (pati)
  5. Mengalami pergiliran keturunan dalam siklus hidupnya, memiliki alat reproduksi multiseluler, dapat bereproduksi secara seksual dan aseksual
  6. Tumbuhan bersifat stasioner atau tidak bisa berpindah atas kehendak sendiri, kecuali beberapa alga hijau bersifat motil (mampu berpindah) karena memiliki flagelumkingdom plantae

Ciri-ciri khas

Ciri yang segera mudah dikenali pada tumbuhan adalah warna hijau yang dominan akibat kandungan pigmen klorofil yang berperan vital dalam proses penangkapan energi melalui fotosintesis. Dengan demikian, tumbuhan secara umum bersifat autotrof. Beberapa perkecualian, seperti pada sejumlah tumbuhan parasit, merupakan akibat adaptasi terhadap cara hidup dan lingkungan yang unik. Karena sifatnya yang autotrof, tumbuhan selalu menempati posisi pertama dalam rantai aliran energi melalui organisme hidup (rantai makanan).

Tumbuhan bersifat stasioner atau tidak bisa berpindah atas kehendak sendiri, meskipun beberapa alga hijau bersifat motil (mampu berpindah) karena memiliki flagelum. Akibat sifatnya yang pasif ini tumbuhan harus beradaptasi secara fisik atas perubahan lingkungan dan gangguan yang diterimanya. Variasi morfologi tumbuhan jauh lebih besar daripada anggota kerajaan lainnya. Selain itu, tumbuhan menghasilkan banyak sekali metabolit sekunder sebagai mekanisme pertahanan hidup atas perubahan lingkungan atau serangan pengganggu. Reproduksi juga terpengaruh oleh sifat ini

Pada tingkat selular, dinding sel yang tersusun dari selulosa, hemiselulosa, dan pektin menjadi ciri khasnya, meskipun pada tumbuhan tingkat sederhana kadang-kadang hanya tersusun dari pektin. Hanya sel tumbuhan yang memiliki plastida; juga vakuola yang besar dan seringkali mendominasi volume sel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *