5 Ciri-ciri ilmu sejarah

Hakikat sejarah merupakan suatu peristiwa yang berlangsung di masa lampau yang bisa dikaji lewat pengetahuan sejarah sebagai cerita nyata, wawasan serta seni. Dan untuk lebih jelasnya berkenaan dengan histori sejarah berikut ini merupakan paparan tentang histori sejarah semoga bermanfaat! Sejarah yaitu wawasan yang mengkaji seluruh peristiwa yang telah berlangsung di masa lalu dalam kehidupan bani adam ini.

Pengertian sejarah

Sejarah asal kata dari bahasa Arab yakni syajaratun yang mengandung arti pohon. Sementara dalam bahasa Inggris yaitu history. History asal kata dari bahasa Yunani yaitu Historia yang mengandung arti informasi atau pencarian.

Arti sejarah menurut Aristoteles :

Sejarah tidak sama dengan puisi serta filsafat sebab sejarah mengkaji berkenaan dengan masalah-masalah khusus serta peristiwa nyata yang telah berlangsung. Sedangkan puisi serta filsafat membahas berkenaan dengan masalah umum serta kejadian yang sudah ada atau kemungkinan ada.

Arti Sejarah menurut Ibn Khaldun :

Dari segi eksternal sejarah mengandung pengertian sekedar penginformasian berkenaan dengan negara-negara, perang, serta manusia di waktu lampau. Tetapi dari segi internal, sejarah adalah peninjauan, penelitian serta kajian dengan teliti akan prinsip alam serta penyebab yang mendasarinya.

Advertisement

Arti sejarah menurut pandangan Kuntowijoyo :

Sejarah menyajikan bukti dengan diakronis, ideografis, unik serta empiris. Diakronis mengandung arti sejarah berkaitan dengan perjalanan masa. Ideografis mengandung arti sejarah berkarakter melukiskan, menjelaskan serta mendeskripsikan sesuatu. Unik sebab sejarah yaitu hasil dari analisa yang tersendiri serta berlangsung di suatu wilayah serta masa tertentu. Empiris sebab sejarah berdasar pada pengalaman seseorang yang benar-benar berlangsung.

Ciri ciri sejarah :

  1. Empiris

2.Objek (sejarah memiliki obek tersendiri yaitu waktu dalam kehidupan manusia)
3. Teori (ilmu sejarah memiliki ilmu yang disebut ilmu sejarah kritis)

  1. Metode ( metode pengamatan)
  2. Generalisasi ( Sejarah terdapat kesimpulan-kesimpulan umum)

Sejarah sebagai peristiwa merupakan sejarah sebagaimana terjadinya (histoire realite). Sejarah sebagai peristiwa merupakan hasil tindakan manusia dalam jangka waktu tertentu pada masa lampau yang dilakukan ditempat tertentu. Sejarah sebagai peristiwa pada dasarnya objektif, unik, dan penting.

Huizinga, sejarawan Belanda mengatakan sejarah adalah “suatu kisah yang telah berlaku”. Sejarah sebagaimana dikisahkan (historie recite) mencoba menangkap dan memahami sejarah sebagaimana terjadinya (historie realite).

Sejarah sebagai kisah merupakan narasi yang disusun berdasarkan memori, kesan atau tafsiran manusia terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi pada waktu lampau. Ada kemungkinan sejarah sebagai kisah bersifat subjektif, subjektifitas sejarah sebagai kisah dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kepentingan dan nilai yang diperjuangkannya, kelompok sosial dimana dia berada, perbendaharaan pengatahuan dan kemampuan bahasa yang dimilikinya.

Sejarah sebagai ilmu positif bermula dari anjuran Leopold Von Ranke kepada para  sejarawan untuk menulis apa yang sesungguhnya terjadi. Leopold von Ranke dikenal sebagai bapak historiografi modern. Dengan menulis apa yang sesungguhnya terjadi sejarah akan menjadi objektif.

Sejarah termasuk ilmu empiris, karena itulah sejarah sangat bergantung pada pengalaman manusia. Sejarah membicarakan manusia dari segi waktu. Dalam waktu, ada empat hal yang perlu diperhatikan yakni perkembangan, kesinambungan, pengulangan, dan perubahan.

Sejarah sebagai seni membutuhkan intuisi, emosi, dan gaya bahasa. Sejarah sebagai seni mempunyai beberapa kekurangan, seperti kehilangan objektifitas dan ketepatan karena seni merupakan hasil imajinasi. Selain itu sejarah juga menjadi terbatas karena hanya sejarah yang dapat dideskripsikan sebagai karya seni saja yang diakui. Walaupun demikian, seni juga memberikan sumbangan terhadap penulisan sejarah, yaitu seni memberikan karakteristik yang dapat menggambarkan watak orang dalam biografi kolektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *