Sebutkan 6 Filum Alga

Algae dibedakan menjadi enam filum, yaitu Chlorophyta, Phaeophyta, Chrysophyta, Rhodophyta, Euglenophyta, dan Pyrophyta.
Advertisement

1. Chlorophyta

Chlorophyta (ganggang hijau) merupakan makhluk hidup bersell tunggal atau banyak. Hidup soliter (sendiri), berkoloni (berkelompok) berupa benang bercabang, atau berbentuk lembaran. Habitat di air sebagai plankton, bentos, dan perifiton serta juga dapat hidup di tanah yang basah atau lembab. Reproduksi secara vegetative berlangsung dengan fragmentasi, yaitu pemutusan bagian tubuh tumbuhan, sedangkan secara generatif berlangsung melalui peleburan dua sel yang disebut konjugasi.

Chlorophyta bermacam-macam, ada yang bersel satu tidak dapat bergerak, bersel satu dapat bergerak, berbentuk filamen (benang), dan berbentuk lembaran. Chlorophyta bersel satu yang tidak dapat bergerak, contohnya adalah Chlorococcum, hidup di air tawar dan berkembang biak secara seksual dengan isogami. Isogami adalah penyatuan dua sel kelamin (gamet) yang sama bentuk dan ukurannya. Contoh lain adalah Chlorella yang hidup di air tawar, air laut, dan di tempat-tempat basah. Ciri-cirinya, tubuh berbentuk seperti bola, protoplasma berbentuk seperti mangkuk, dan mengandung protein tinggi sehingga merupakan alternatif sumber makanan baru.

Chlorophyta bersel satu yang dapat bergerak, contohnya Chlamydomonas dengan ciri-ciri bersel tunggal. Bentuk bulat dengan 2 flegella, memiliki 1 vakuola, 1 inti, kloroplas, stigma (bintik mata), dan pirenoid yang merupakan pusat pembentukan zat tepung (amilum). Habitat Chlamydomonas adalah di air payau, air laut, dan di tanah. Chlamydomonas berkembang biak dengan cara membelah diri dan konjugasi. Hasil konjugasi Chlamydomonas berupa zigospora.
Chloropyhyta berkoloni dapat bergerak, yaitu Volvox globator,memiliki ciri-ciri koloni berbentuk seperti bola berflagel. Habitatnya di air tawar.

Advertisement

Dalam koloni diantara sel-sel Volvox globator ada plasmosdesmata, yaitu penghubung antara satu sel dengan sel lain berupa benang-benang sitoplasma.
Chlorophyta berkoloni tidak bergerak, contohnya Hidrodyction dengan ciri-ciri tubuh berbentuk seperti jala. Air tawar merupakan habitat koloni ini. Hidrodyction yang berkembang biak dengan fragmentasi akan membentuk zoospora, sedangkan Hidrodyction berkembang biak dengan konjungsi akan membentuk zigospora.

Chlorophyta berbentuk filamen (benang), contohnya Spirogyra dengan ciri-ciri tubuh berbentuk benang. Spirogyra memiliki kloroplas berbentuk pita melingkar (spiral), habitatnya di air tawar. Berkembang biak dengan fragmentasi dan konjugasi. Contoh lain adalah Oedogonium yang hidup di habitat air tawar. Oedogonium berkembang biak secara vegetatif dengan zoospora berflagel banyak dengan cara generatif dengan penyatuan ovum dan sperma. Apabila sel telur dan sperma berasal dari satu talus disebut homotalus dan apabila berlainan talus disebut heterothalus.

Contoh Chlorophyta yang berbentuk lembaran adalah Ulva (selada laut). Habitat makhluk hidup ini di perairan laut maupun perairan payau yang dangkal dengan cara menempel pada substrat berbatu dengan menggunakan holdfast. Makhluk hidup ini berkembang biak secara vegetatif dengan spora berflagel 4 dan secara generatif dengan membentuk zigospora yang akan lepas menjadi individu baru. Contoh yang lain adalah Chara yang hidup pada habitat air tawar dengan seluruh tuuh terendam air. Chara mempunyai batang dan cabang yang beruas-ruas, pada cabang akan terbentuk oogonium (alat kelamin betina) dan antheredium (alat kelamin jantan). Reproduksi generatif dengan membentuk zigospora yang akan lepas dan menjadi individu baru.

2. Phaeophyta

Di pantai akan kita temukan tumbuhan laut yang memiliki semacam gelembung-gelembung udara. Tumbuhan itu berwarna cokelat dan biasanya bercabang-cabang. Tumbuhan laut ini dikelompokkan ke dalam Phaeophyta (ganggang cokelat). Kelompok Phaeophyta memiliki tubuh berbentuk benang/lembaran. Panjanya dapat mencapai beberapa meter sehingga bentuknya menyerupai tumbuhan tingkat tinggi. Phaeophyta merupakan algae yang banyak ditemukan di daerah intertidal pantai berkarang laut tropis dan sub tropis. Pigmen dominan yang dimiliki ialah fukosantin (cokelat).

Phaeophyta ini mampu menghasilkan asam alginat yang sangat penting untuk bahan industri, seperti salep dan es krim. Phaeophyta berkembang biak secara vegetatif dengan membentuk zoospore berflagel. Phaeophyta juga berkembangbiak secara generatif dengan membentuk reseptakulum, yaitu organ yang berisi alat perkembangbiakan pada ujung lembaran yang fertil (subur). Pada reseptekulum terdapat konseptakulum yang menghasilkan sel telur dan spermatozoid. Contohnya Phaeophyta, antara lain Macrocystis, Laminaria, Turbinaria, Sargassum, dan Fucus vesicolosus.

3. Chrysophyta

Tumbuhan laut yang memiliki warna kuning keemasan terolong dalam Chrysophyta (ganggang keemasan). Adapun ciri-ciri Chrysophyta, antara lain bersel tunggal atau bersel banyak, memiliki klorofil dan pigmen dominan karoten (keemasan). Habitatnya di perairan tawar, perairan laut, perairan payau dan tanah yang basah atau lembab.

Ganggang keemasan ada yang bersel satu dan ada yang berbentuk filamen. Chrysophyta yang bersel satu, contohnya Ohromonas dengan iri-ciri tubuh menyerupai bola dan memiliki kloroplas berbentuk lembaran melengkung berwarna kekuningan. Selain itu, juga memiliki inti, vakuola, stigma, serta memiliki 2 flagel tidak sama panjang. Ochromonas berkembangbiak dengan membelah diri.

Navicula adalah contoh lain Chrysophyta bersel satu. Naiula ini lebih dikenal sebagai ganggang kersik (Diatomea). Habitatnya di air tawar, air laut dan air payau sebagai plankton. Tubuhnya terdiri atas epiteka (bagian tutup) dan hipoteka (bagian kotak). Naviula yang mati akan mengendap di dasar tanah menjadi tanah diatomea. Tanah ini dapat di manfaatkan sebagai bahan penggosok, isolator, bahan pembalut dinamit, dan pembuat saringan. Diatomae dapat berkembang biak secara aseksual dengan cara membelah diri atau secara seksual dengan cara isogami.

Chrysophyta bersel banyak yang berbentuk benang, contohnya Vaucheria. Tubuhnya berbentuk benang, bercabang dan tidak bersekat. Vaucheria berkembang biak secara vegetatif dengan zoospora berflagel, sedangkan secara generatif dengan pertemuan antara oogonium dan spermatozoid.

4. Rhodophyta

Rhodophyta (ganggang merah) mempunyai ciri-ciri tubuh bersel banyak menyerupai benang/lembaran. Rhodophyta memiliki pigmen dominan fikoeritrin (merah). Rhodophyta sebagian besar hidup di perairan laut dengan substrat dasar berbatu, mulai dari daerah intertidal sampai dengan perairan laut yang lebih dalam (zona fotik).

Rhodophyta berkembang biak secara generatif dengan spermatium (tidak berflagel) dan sel telur. Ganggang yang termasuk Rhodophyta adalah Eucheuma spinosum. Ganggang ini biasa dimanfaatkan untuk membuat agar-agar. Contoh lainnya adalah Gellidium dan Gracillaria yang juga di gunakan untuk membuat agar-agar. Contoh yang lain adalah Palmaria, Bossiella, dan Polysiphonia.

5. Euglenophyta

Euglenophyta merupakan kelompok mahluk hidup antara hewan dan tumbuhan dengan ciri mempunyai kloroplas untuk fotosintesis dan alat gerak berupa bulu cambuk. Contoh kelompok ini adalah Euglena viridis, Euglena pisciformis (berbentuk gelendong), Euglena spirogyra (berbentuk besar dan tidak begitu aktif), dan Euglena sanguinea (memiliki hematokrom).

Euglena viridis merupakan ganggang bersel satu, bentuk panjang, runcing pada bagian anterior, dan tumpul pada bagian posterior. Di bagian anterior terdapat bagian yang melekkuk pada bagian dalam disebut sitostoma (mulut) dan dibagian dasarnya terdapat kerongkongan. Dekat akhir kerongkongan terdapat stigma (bintik mata merah) yang banyak mengandung hematokrom yang lebih peka terhadap sinar. Nukleus berada dekat pertengahan tubuh dan memiliki vakuola kontraktil.

Hasil fotosintesis berupa paramilon yang disimpan dalam pirenoid. Ganggang ini juga dapat hidup saprofit dengan mengabsorpsi zat-zat tertentu dari material organik yang larut dalam air melalui seluruh permukaan tubuhnya. Dalam masa istirahat Euglena memiliki elastisitas. Benang di bagian anterior Euglena disebut flagelum, berupa tonjolan elastis yang dilapisi oleh suatu lapisan protoplasma. Hewan ini melakukan reproduksi dengan membelah diri secara longitudinal, diawali dengan pembelahan nukleus dan diikuti pembelahan seluruh tubuh.

6. Phyrophyta

Kelompok Phyrophyta (ganggang api) merupakan makhluk hidup autotrof uniseluler dengan 1 flagel dan dapat bergerak aktif. Dinding sel tersebut dari selulosa yang bersambungan rapat serta mengandung plastida yang mengandung klorofil dan figmen cokelat kekuning-kuningan (xantofil dan karoten). Biasanya, tubuh diselubungi kutikula yang tebal dan memiliki kromatofor.

Phyrophyta berkembang biak dengan membelah diri dan menghasilkan dua individu baru (pembelahan biner). Habitat Phyrophyta di perairan laut, perairan payau, dan perairan tawar. Di perairan tawar Phyrophyta banyak ditemukan di danau-danau di Pulau Jawa, Sumatra, dan Bali. Beberapa generasi yang banyak ditemukan di perairan tawar antara lain adalah Parididium, Gymnodinium, dan Ceratium. Bebrapa spesies dari filum ini menghasilkan flouresens (mampu memancarkan cahaya pada malam hari). Spesies-spesies tersebut antara lain adalah Nocticulum scintillan dan N. vermilarris.

Algae dibedakan menjadi enam filum, yaitu Chlorophyta, Phaeophyta, Chrysophyta, Rhodophyta, Euglenophyta, dan Pyrophyta.
Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *